Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank
blank

Dear David

Dear David adalah film drama romantis coming-of-age asal Indonesia yang disutradarai oleh Lucky Kuswandi. Film ini tayang eksklusif di Netflix sejak Februari 2023.

Ceritanya mengikuti Laras (diperankan oleh Shenina Cinnamon), seorang siswi SMA teladan dan pemegang beasiswa yang tampak sempurna di mata semua orang. Namun, dia punya rahasia besar: dia menulis blog fantasi romantis (bahkan agak provokatif/dewasa) tentang crush-nya, David (Emir Mahira), bintang sepak bola sekolah. Segalanya berubah ketika blog tersebut bocor dan tersebar ke seluruh sekolah setelah Laras lupa log out di komputer sekolah.

Kepala sekolah pun menginterogasi siswa-siswa, dan tuduhan langsung mengarah ke Dilla (Caitlin North Lewis), sahabat Laras yang sudah terkenal “nakal” karena postingan media sosialnya. David akhirnya tahu bahwa Laras lah penulisnya, dan sebagai imbalan agar rahasia itu tidak dibongkar, Laras diminta membantu mendekatkan David dengan Dilla (yang sebenarnya menjadi crush David). Situasi ini memicu cinta segitiga rumit, drama persahabatan yang retak, bullying, serta perjalanan para remaja untuk menerima diri sendiri, seksualitas, dan identitas mereka di tengah tekanan sekolah serta masyarakat yang konservatif.

Film ini juga menyisipkan elemen fantasi menarik melalui visualisasi cerita blog Laras, sambil membahas isu seperti media sosial, krisis identitas remaja, mental health, dan normalisasi seksualitas perempuan.

Kecocokan sebagai tontonan anak?

Tidak cocok untuk anak-anak kecil (di bawah 13-14 tahun) dan kurang direkomendasikan untuk tontonan keluarga dengan anak kecil.

Alasannya:

  • Rating resmi di Netflix adalah TV-14 (cocok untuk usia 14 tahun ke atas), karena mengandung tema dewasa seperti fantasi seksual/romantis eksplisit (meski tidak ada adegan telanjang atau seks langsung, tapi deskripsi dan bahasa ceritanya cukup provokatif/risqué).
  • Ada pembahasan tentang seksualitas remaja, bullying, gosip sekolah, dan elemen LGBTQ+ representation yang cukup terbuka.
  • Tema utamanya lebih ditujukan untuk remaja akhir (SMA) atau young adult, dengan fokus pada self-discovery, penerimaan diri, dan kritik terhadap kemunafikan masyarakat soal seks.

Film ini lebih pas ditonton oleh remaja usia 15 tahun ke atas atau dewasa muda yang bisa menghargai cerita coming-of-age dengan nuansa relatable tentang cinta pertama, rahasia online, dan tekanan sosial. Banyak penonton memuji bagaimana film ini berani membahas topik sensitif di konteks Indonesia, tapi justru karena itulah, bukan tontonan ringan untuk anak kecil.

Kalau kamu cari film Indonesia di Netflix yang lebih family-friendly untuk anak, coba genre lain seperti komedi ringan atau animasi. Tapi kalau untuk remaja, Dear David bisa jadi pilihan menarik dan thoughtful! 

 

This content is restricted!

Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank