Trolls

Trolls

  • 6 tahun ke atas
  • 2016
  • DreamWorks

Setelah keluarga Bergen menyerbu Desa Troll, Poppy, Troll paling bahagia yang pernah lahir, dan Branch yang kejam memulai perjalanan untuk menyelamatkan teman-temannya.

Sinopsis Film Trolls (2016)

Trolls adalah film animasi musikal komedi yang dirilis pada tahun 2016 oleh DreamWorks Animation. Disutradarai oleh Mike Mitchell dan Walt Dohrn, film ini mengusung tema persahabatan, keberanian, dan kebahagiaan dengan visual warna-warni serta musik pop yang catchy. Cerita ini terinspirasi dari mainan boneka Troll yang diciptakan oleh Thomas Dam pada akhir 1950-an, namun diadaptasi menjadi petualangan modern yang penuh humor dan pesan moral.

Latar Belakang Cerita

Film ini berlatar di dunia fantasi yang dihuni oleh dua kelompok makhluk: Troll dan Bergen. Troll adalah makhluk kecil berambut warna-warni yang selalu ceria, suka bernyanyi, menari, dan berpelukan. Mereka percaya bahwa kebahagiaan adalah esensi hidup mereka. Sebaliknya, Bergen adalah makhluk raksasa yang suram, percaya bahwa satu-satunya cara untuk merasakan kebahagiaan adalah dengan memakan Troll. Untuk menjaga perdamaian, Troll tinggal di Troll Village, sebuah tempat tersembunyi yang penuh dengan kilauan dan kegembiraan.

Cerita dimulai dengan kilas balik: Dua puluh tahun sebelum peristiwa utama, Troll berhasil melarikan diri dari Bergen selama acara tahunan “Trollstice,” hari ketika Bergen memakan Troll untuk merayakan kebahagiaan. Dipimpin oleh Raja Peppy, Troll kabur dan membangun kehidupan baru di hutan. Namun, petualangan baru dimulai ketika keberadaan mereka terdeteksi oleh Bergen.

Alur Cerita

Awal: Pesta Besar dan Ancaman

Poppy (disuarakan oleh Anna Kendrick), putri ceria dan optimis dari Raja Peppy, kini menjadi pemimpin muda Troll Village. Ia dikenal karena semangatnya yang tak pernah padam, selalu mengadakan pesta dengan musik keras, kembang api, dan glitter. Namun, sifatnya yang impulsif membuatnya mengabaikan peringatan dari Branch (disuarakan oleh Justin Timberlake), seorang Troll penyendiri yang paranoid dan tidak suka bernyanyi atau berpesta. Branch selalu waspada terhadap ancaman Bergen, hidup di bunker bawah tanah yang penuh persediaan untuk bertahan hidup.

Suatu hari, Poppy mengadakan pesta terbesar dalam sejarah Troll Village, yang ternyata menarik perhatian Chef (disuarakan oleh Christine Baranski), koki kejam Bergen yang diasingkan setelah kegagalan Trollstice di masa lalu. Chef menyerbu desa, menangkap beberapa Troll, termasuk teman-teman Poppy seperti Biggie, Satin & Chenille, Cooper, dan Guy Diamond. Merasa bertanggung jawab, Poppy memutuskan untuk menyelamatkan mereka, meskipun ia tidak tahu jalan menuju kota Bergen. Dengan enggan, ia meminta bantuan Branch, satu-satunya Troll yang memiliki pengetahuan bertahan hidup.

Perjalanan Menuju Kota Bergen

Poppy dan Branch memulai petualangan berbahaya melintasi hutan menuju Bergentown. Sepanjang perjalanan, keduanya sering berselisih karena perbedaan sifat: Poppy yang optimis terus bernyanyi dan melihat sisi positif, sementara Branch yang pesimistis menganggap dunia penuh bahaya. Namun, chemistry mereka perlahan berkembang, mengungkap sisi baru dari masing-masing karakter.

Di tengah perjalanan, mereka bertemu Creek (disuarakan oleh Russell Brand), seorang Troll yang awalnya tampak sebagai penyemangat spiritual, tetapi kemudian terungkap memiliki motif tersembunyi. Mereka juga menemukan makhluk aneh seperti Cloud Guy, yang menguji kesabaran Branch dengan leluconnya yang menyebalkan. Petualangan ini penuh dengan rintangan lucu, seperti melintasi terowongan berbahaya dan menghindari makhluk pemakan Troll.

Konflik di Bergentown

Setibanya di Bergentown, Poppy dan Branch menyusup ke istana Bergen, yang dipimpin oleh Raja Gristle Jr. (disuarakan oleh Christopher Mintz-Plasse), seorang raja muda yang kesepian. Mereka menemukan bahwa Chef berencana mengembalikan Trollstice untuk mendapatkan kembali kekuasaannya. Di istana, Poppy dan Branch bertemu Bridget (disuarakan oleh Zooey Deschanel), seorang pelayan Bergen yang rendah diri namun baik hati. Bridget diam-diam mencintai Raja Gristle Jr., tetapi merasa tidak percaya diri karena penampilannya.

Poppy, dengan semangatnya, membantu Bridget bertransformasi menjadi “Lady Glittersparkles” dengan bantuan rambut Troll yang ajaib dan lagu-lagu penuh semangat. Sebagai imbalannya, Bridget membantu membebaskan Troll yang ditangkap. Namun, rencana ini terhambat ketika Creek mengkhianati Troll demi menyelamatkan dirinya sendiri, mengungkap lokasi Troll Village kepada Chef.

Klimaks: Krisis dan Kebangkitan

Chef dan pasukan Bergen menyerang Troll Village, menangkap hampir seluruh penduduk, termasuk Raja Peppy. Poppy mulai kehilangan harapan, dan untuk pertama kalinya, rambutnya yang cerah memudar, mencerminkan keputusasaan. Melihat ini, semua Troll kehilangan warna mereka, dan suasana menjadi kelabu. Di sinilah Branch, yang selama ini menyembunyikan masa lalunya, akhirnya membuka diri. Ia mengungkapkan bahwa ia kehilangan warna dan semangatnya setelah neneknya dimakan Bergen karena kesalahannya bernyanyi. Dengan menyanyikan “True Colors,” Branch menginspirasi Poppy dan Troll lainnya untuk bangkit kembali, mengembalikan warna dan semangat mereka.

Di istana Bergen, Troll menggunakan rambut mereka untuk menggagalkan Trollstice. Poppy dan Branch juga mengajarkan kepada Bergen, terutama Bridget dan Raja Gristle Jr., bahwa kebahagiaan sejati tidak berasal dari memakan Troll, melainkan dari hati dan hubungan yang tulus. Bergen akhirnya belajar untuk menemukan kebahagiaan tanpa menyakiti Troll, dan Chef dikalahkan, diasingkan bersama Creek.

Akhir: Pesta dan Persahabatan

Kembali ke Troll Village, Poppy dinobatkan sebagai Ratu oleh ayahnya, dengan Branch kini menjadi bagian dari komunitas, akhirnya ikut bernyanyi dan berpesta. Film ditutup dengan pesta besar, diiringi lagu “Can’t Stop the Feeling!” yang dinyanyikan oleh Justin Timberlake, merayakan persahabatan, cinta, dan kebahagiaan sejati.

Tema dan Pesan

Trolls mengusung pesan bahwa kebahagiaan sejati berasal dari dalam diri, bukan dari hal-hal eksternal. Melalui karakter Poppy dan Branch, film ini mengeksplorasi keseimbangan antara optimisme dan realisme, serta pentingnya saling mendukung dalam persahabatan. Cerita juga mengajarkan tentang penerimaan diri, seperti yang ditunjukkan oleh Bridget, dan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berubah, seperti Bergen.

Karakter Utama

  • Poppy: Pemimpin ceria yang belajar bahwa keberanian juga membutuhkan kesiapan menghadapi kenyataan.
  • Branch: Troll penyendiri yang menemukan kembali semangatnya melalui persahabatan.
  • Bridget: Pelayan Bergen yang menemukan kepercayaan diri melalui kebaikan hati.
  • Chef: Antagonis yang haus kekuasaan, mewakili sifat egois.
  • Raja Gristle Jr.: Raja muda yang belajar tentang cinta dan kebahagiaan.
  • Creek: Troll pengkhianat yang mengejar kepentingan pribadi.

Elemen Musikal

Film ini dikenal karena soundtrack-nya yang kuat, menggabungkan lagu-lagu pop klasik seperti “The Sound of Silence” dan “True Colors” dengan lagu orisinal seperti “Can’t Stop the Feeling!” yang menjadi hit global. Musik menjadi elemen penting dalam cerita, mencerminkan emosi karakter dan menggerakkan alur.

Kesimpulan

Trolls adalah petualangan yang penuh warna, humor, dan hati, cocok untuk penonton segala usia. Dengan visual yang memukau, karakter yang relatable, dan musik yang adiktif, film ini berhasil menyampaikan pesan tentang kebahagiaan dan keberanian sambil tetap menghibur. Cerita ini juga menjadi dasar untuk sekuel seperti Trolls World Tour (2020) dan Trolls Band Together (2023), memperluas dunia Troll dengan petualangan baru.

Questions & Answers

No questions yet. Be the first to ask!

S
Screen Score Editor Review
4.0 ★★★★★

Film Trolls bercerita tentang Poppy, seorang putri Troll yang penuh semangat, dan Branch, si Troll pemarah yang selalu waspada. Ketika teman-teman mereka diculik oleh Bergens, makhluk raksasa yang percaya bahwa kebahagiaan hanya bisa didapat dengan memakan Troll, Poppy dan Branch harus bekerja sama untuk menyelamatkan mereka. Ceritanya sederhana, tapi penuh warna dan musik yang ceria. Menurut saya, Trolls cocok untuk anak usia 3 tahun ke atas. Film ini tidak mengandung kekerasan yang menakutkan - adegan penculikan pun disajikan dengan cara yang ringan dan penuh humor. Pesan positifnya sangat kuat: tentang pentingnya kebahagiaan sejati yang datang dari dalam diri, bukan dari hal eksternal. Anak-anak bisa belajar tentang kerja sama, persahabatan, dan bahwa menjadi berbeda itu tidak apa-apa. Yang perlu orang tua waspadai: ada beberapa dialog yang sedikit kasar seperti 'bodoh' atau 'tolol', tapi sangat jarang dan dalam konteks bercanda. Tidak ada adegan seksual, merokok, atau alkohol sama sekali. Keberagaman tergambar dengan baik lewat berbagai karakter Troll dengan bentuk dan warna yang unik, tapi tidak ada representasi budaya atau ras yang jelas. Kesimpulannya, saya rekomendasikan Trolls untuk anak-anak. Film ini aman, menghibur, dan punya pesan moral yang positif. Tapi pastikan dampingi anak saat menonton untuk menjelaskan adegan penculikan dan memperkuat pesan tentang kebahagiaan sejati.

About Writer