
Community Rating






The Batman
Film ini kurang cocok untuk anak-anak di bawah 13 tahun karena:
- Konten Kekerasan: Adegan kekerasan fisik, pembunuhan, dan penyiksaan digambarkan cukup grafis, meski tidak berlebihan.
- Tema Gelap: Cerita mengeksplorasi korupsi, trauma, dan keputusasaan, yang mungkin sulit dipahami atau mengganggu anak kecil.
- Suasana Mencekam: Visual gelap, musik tegang, dan ancaman konstan dari Riddler menciptakan ketegangan psikologis.
- Bahasa: Terdapat penggunaan bahasa kasar ringan hingga sedang.
- Usia 13+ (Remaja): Cocok untuk remaja yang menyukai cerita detektif atau superhero dengan pengawasan orang tua, terutama jika mereka sensitif terhadap kekerasan atau tema berat.
- Anak di Bawah 13 Tahun: Sebaiknya hindari, kecuali orang tua yakin anak dapat menangani konten tersebut. Alternatif seperti film animasi Batman (“Batman: The Animated Series”) lebih ramah anak.
- Catatan untuk Orang Tua: Tonton terlebih dahulu atau baca ulasan detail (misalnya di Common Sense Media) untuk memastikan kecocokan dengan nilai keluarga dan tingkat kenyamanan anak.
This content is restricted!
Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.
Sinopsis Terlengkap Film “The Batman” (2022)
Sutradara: Matt Reeves
Pemeran Utama: Robert Pattinson (Bruce Wayne/Batman), Zoë Kravitz (Selina Kyle/Catwoman), Paul Dano (Edward Nashton/The Riddler), Jeffrey Wright (James Gordon), John Turturro (Carmine Falcone), Andy Serkis (Alfred Pennyworth), Colin Farrell (Oswald Cobblepot/The Penguin)
Durasi: 176 menit
Genre: Action, Crime, Drama, Mystery
Latar: Gotham City, suasana noir dan kelam
Pendahuluan
Sinopsis
Awal Konflik
Pengembangan Cerita
Melalui teka-teki Riddler, Batman mengungkap bahwa Gotham memiliki sejarah kelam yang melibatkan keluarga Wayne. Thomas dan Martha Wayne, orang tua Bruce, ternyata terhubung dengan proyek Renewal, dana amal yang dimaksudkan untuk memperbaiki Gotham, tetapi malah disalahgunakan oleh para elit, termasuk Falcone. Riddler menuduh Thomas Wayne terlibat dalam kesepakatan kotor dengan Falcone, yang memicu keraguan dalam diri Bruce tentang warisan keluarganya. Ia menghadapi Alfred (Andy Serkis) untuk mencari kebenaran, yang mengungkap bahwa Thomas pernah meminta bantuan Falcone untuk menutupi skandal, tetapi tidak pernah berniat jahat.
Klimaks
Riddler, yang ternyata adalah Edward Nashton, seorang akuntan forensik yang terobsesi dengan Batman, akhirnya menyerahkan diri setelah serangkaian pembunuhan. Namun, ini hanyalah bagian dari rencananya. Dari balik jeruji Arkham Asylum, ia mengungkap bahwa pembunuhan adalah pengalih perhatian untuk rencana besarnya: meledakkan bendungan Gotham dan membanjiri kota, serta mengaktifkan pengikutnya—sekelompok radikal yang terinspirasi oleh pesannya di media sosial—untuk menyerang warga di Madison Square Garden selama evakuasi darurat. Riddler melihat dirinya dan Batman sebagai sekutu dalam membersihkan Gotham, tetapi Batman menolak visi destruktifnya.
Penutup
Setelah menggagalkan rencana Riddler, Gotham mulai pulih, meski masih terluka. Selina memilih meninggalkan kota, mengajak Batman untuk ikut, tetapi Bruce menolak, berkomitmen untuk tetap melindungi Gotham. Mereka berpisah dengan janji untuk bertemu lagi. Di Arkham, Riddler bertemu dengan tahanan misterius (diisyaratkan sebagai Joker), yang menawarkan aliansi untuk rencana masa depan. Film ditutup dengan Batman yang menatap Gotham dari ketinggian, bertekad untuk menjadi harapan bagi kota, sembari mengendarai Batcycle ke kegelapan.
Tema dan Karakterisasi
- Bruce Wayne/Batman: Digambarkan sebagai sosok yang masih mencari jati diri, terbelah antara kemarahan dan keinginan untuk membuat perubahan. Robert Pattinson memerankan Batman yang introspektif, dengan kostum dan gadget yang lebih praktis, mencerminkan pendekatan realistis.
- The Riddler: Seorang antagonis cerdas dan psikopat, terinspirasi dari pembunuh berantai seperti Zodiac Killer. Ia mewakili sisi gelap dari obsesi terhadap kebenaran dan keadilan.
- Selina Kyle/Catwoman: Karakter yang kompleks, menyeimbangkan sifat independen, trauma pribadi, dan chemistry romantis dengan Batman.
- Gotham City: Berperan sebagai karakter tersendiri, dengan visual kelam dan atmosfer yang mencerminkan keputusasaan serta harapan.
- Tema Utama: Korupsi, trauma, identitas, dan dualitas antara balas dendam dan harapan. Film ini mengeksplorasi apakah Batman adalah solusi atau bagian dari masalah Gotham.
- Sutradara dan Gaya Visual: Matt Reeves menghadirkan Gotham yang terasa hidup, dengan sinematografi gelap oleh Greig Fraser dan musik haunting dari Michael Giacchino.
- Teka-Teki Riddler: Menjadi inti narasi, memberikan nuansa detektif yang kuat.
- Aksi dan Drama: Adegan kejar-kejaran dengan Batmobile dan pertarungan tangan kosong menonjol, seimbang dengan momen emosional seperti hubungan Bruce-Alfred.
- Referensi Komik: Film ini penuh dengan penghormatan pada mitologi Batman, tetapi tetap berdiri sendiri sebagai cerita orisinal.
Kesimpulan
“The Batman” adalah sebuah epik noir yang mendalam, menggabungkan misteri detektif, aksi intens, dan eksplorasi psikologis. Film ini tidak hanya menghidupkan kembali Batman sebagai ikon budaya, tetapi juga memperkenalkan dunia baru yang kaya untuk sekuel dan spin-off (seperti serial The Penguin). Dengan penampilan luar biasa dari para aktor, visual yang memukau, dan cerita yang penuh lapisan, film ini berhasil menangkap esensi Ksatria Gelap sekal tanpa spoiler tambahan, menjadikannya salah satu adaptasi Batman terbaik dalam sejarah perfilman.
Lihat Film Lain
Produk Terkait
- Film
Sing
- Film
Wreck-It Ralph
Community Rating




