Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank
blank

Furiosa Mad Max Saga

“Furiosa: A Mad Max Saga” adalah film aksi pasca-apokaliptik yang merupakan prekuel dari “Mad Max: Fury Road” (2015). Disutradarai oleh George Miller, film ini mengisahkan asal-usul karakter Imperator Furiosa, yang diperankan oleh Anya Taylor-Joy dalam versi mudanya, menggantikan Charlize Theron yang memerankannya di film sebelumnya. Film ini berlatar sekitar 15-20 tahun sebelum peristiwa “Fury Road” dan mengeksplorasi perjalanan Furiosa muda di dunia gurun tandus yang brutal setelah kehancuran masyarakat.
Cerita dimulai saat Furiosa kecil diculik dari Green Place of Many Mothers, sebuah oase yang tersisa di tengah Wasteland, oleh geng motor yang dipimpin oleh Warlord Dementus (diperankan oleh Chris Hemsworth). Setelah kehilangan ibunya dalam upaya penyelamatan, Furiosa muda tumbuh di tengah konflik antara Dementus dan Immortan Joe, penguasa Citadel yang tiranik. Sepanjang film, Furiosa menghadapi berbagai tantangan mematikan, termasuk aksi kejar-kejaran dengan kendaraan, pertempuran sengit, dan kekerasan ekstrem, sambil berusaha menemukan jalan pulang dan membalas dendam. Durasi film ini mencapai 2 jam 28 menit, dipenuhi dengan visual spektakuler, efek praktis, dan adegan aksi intens yang menjadi ciri khas waralaba Mad Max.
Kecocokan dengan Anak
“Furiosa: A Mad Max Saga” tidak cocok untuk anak-anak, terutama yang berusia di bawah 13 tahun, dan bahkan untuk remaja di bawah 17 tahun mungkin memerlukan bimbingan orang tua. Berikut adalah alasannya:
  1. Kekerasan Eksplisit dan Intens: Film ini menampilkan adegan kekerasan yang sangat grafis, seperti pembunuhan, penyiksaan, dan pertempuran berdarah. Misalnya, kematian ibu Furiosa di tangan Dementus dan pertarungan brutal di Wasteland bisa sangat mengganggu bagi penonton muda.
  2. Tema Gelap dan Berat: Cerita berfokus pada dendam, kehilangan, dan kelangsungan hidup di dunia pasca-apokaliptik yang keras. Tema-tema ini kompleks dan suram, kurang sesuai dengan pemahaman atau kematangan emosional anak-anak.
  3. Konten yang Tidak Pantas: Ada elemen kekerasan seksual tersirat (meskipun tidak eksplisit ditampilkan), seperti referensi tentang istri-istri Immortan Joe yang diperbudak, serta penggunaan bahasa kasar yang mungkin tidak sesuai untuk anak.
  4. Rating Resmi: Film ini memiliki rating R (Restricted) di Amerika Serikat, yang berarti anak di bawah 17 tahun harus didampingi orang tua atau wali. Di Indonesia, film ini kemungkinan besar masuk kategori 17+ atau 21+, tergantung pada kebijakan sensor lokal.
  5. Efek Visual dan Suara yang Menegangkan: Ledakan, tabrakan kendaraan, dan musik yang intens dapat membuat anak-anak merasa takut atau cemas.
Rekomendasi
Film ini lebih cocok untuk penonton dewasa atau remaja yang sudah cukup matang (usia 17 tahun ke atas) yang menyukai aksi laga dan cerita bertema distopia. Untuk anak-anak, sebaiknya hindari film ini dan pilih alternatif yang lebih ramah keluarga, seperti film animasi atau petualangan ringan. Jika anak tertarik pada dunia Mad Max, orang tua bisa mempertimbangkan untuk menjelaskan konteksnya terlebih dahulu dan menonton bersama untuk memberikan panduan, tetapi tetap disarankan menunggu hingga mereka cukup umur.

This content is restricted!

Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.

Sinopsis Lengkap Furiosa: A Mad Max Saga

Furiosa: A Mad Max Saga adalah film prekuel dan spin-off dari Mad Max: Fury Road (2015), yang disutradarai oleh George Miller dan ditulis bersama Nico Lathouris. Film ini mengisahkan perjalanan awal Imperator Furiosa, karakter ikonik yang sebelumnya diperankan oleh Charlize Theron, kini diwujudkan oleh Anya Taylor-Joy sebagai Furiosa muda dan Alyla Browne sebagai Furiosa kecil. Berlatar 15-20 tahun sebelum peristiwa Fury Road, film ini mengeksplorasi asal-usul Furiosa dalam dunia pasca-apokaliptik yang brutal, penuh aksi, dan sarat dengan konflik epik di Wasteland, sebuah gurun radioaktif di Australia. Berikut adalah sinopsis terlengkap berdasarkan informasi yang tersedia:

Latar Belakang dan Awal Cerita
Film dibuka di Green Place of Many Mothers, sebuah oasis terakhir di tengah Wasteland yang tandus, tempat yang masih memiliki air bersih dan lahan pertanian subur, dijaga oleh komunitas matriarkal Vuvalini. Furiosa kecil (Alyla Browne) tinggal di sini bersama ibunya, Mary Jabassa (Charlee Fraser), dan temannya, Valkyrie. Saat sedang memetik buah persik, Furiosa dan Valkyrie melihat sekelompok perampok dari geng motor mendekati Green Place. Furiosa berusaha menggagalkan mereka dengan merusak sepeda motor mereka, tetapi akhirnya tertangkap oleh anggota geng yang dipimpin oleh Warlord Dementus (Chris Hemsworth), seorang panglima perang karismatik namun kejam dari Biker Horde.
Mary, ibu Furiosa, segera mengejar geng motor tersebut untuk menyelamatkan putrinya. Ia menyelinap ke kamp Biker Horde dan berhasil melumpuhkan beberapa anggota geng, tetapi usahanya digagalkan. Dementus menangkap Mary dan, di depan Furiosa, membunuhnya dengan kejam setelah Mary menolak mengungkap lokasi Green Place. Furiosa, yang masih kecil, dipaksa menyaksikan kematian ibunya, menanamkan benih dendam mendalam terhadap Dementus. Dementus kemudian “mengadopsi” Furiosa sebagai anak angkat, berharap suatu hari ia akan mengungkapkan lokasi Green Place yang kaya sumber daya.

Perjalanan Furiosa di Wasteland
Furiosa tumbuh di bawah kekuasaan Dementus dan Biker Horde, menyaksikan kekejaman dan ambisi Dementus untuk mendominasi Wasteland. Di tengah perjalanan mereka, Biker Horde menemukan Citadel, sebuah benteng yang dikuasai oleh Immortan Joe (Lachy Hulme), seorang tiran yang mengendalikan sumber air dan bahan bakar, didukung oleh pasukan fanatik War Boys. Konflik antara Dementus dan Immortan Joe menjadi inti cerita, dengan Furiosa terjebak di antara dua faksi yang saling berebut kekuasaan.
Seiring waktu, Furiosa muda (kini diperankan oleh Anya Taylor-Joy) menunjukkan ketangguhan dan kecerdasan luar biasa. Ia berusaha melarikan diri dari cengkeraman Dementus, menghadapi berbagai tantangan mematikan, termasuk pertempuran sengit dan kejar-kejaran di Wasteland. Salah satu momen kunci adalah ketika Furiosa bersembunyi di bawah War Rig, sebuah truk perang besar milik Citadel, selama adegan laga epik yang dikenal sebagai “Stowaway.” Adegan ini, yang memakan waktu 78 hari untuk syuting, menampilkan aksi akrobatik dan koreografi laga yang menjadi ciri khas waralaba Mad Max.
Dalam perjalanannya, Furiosa bertemu dengan Praetorian Jack (Tom Burke), seorang komandan militer Citadel yang menjadi sekutunya. Keduanya membentuk ikatan emosional yang kuat, dengan Jack mengajarkan Furiosa keterampilan bertarung dan mengemudi yang kelak membuatnya menjadi pejuang legendaris. Namun, hubungan ini juga diwarnai tragedi, karena Jack akhirnya menjadi korban dalam konflik melawan pasukan Dementus, memperdalam motivasi Furiosa untuk membalas dendam.

Transformasi dan Balas Dendam
Seiring berjalannya waktu, Furiosa dewasa bertekad untuk menghancurkan Dementus dan kembali ke Green Place. Ia memotong rambut panjangnya, mengadopsi penampilan botak yang ikonik, dan membuat lengan robotik setelah kehilangan lengannya dalam salah satu pertempuran brutal. Film ini juga menggambarkan bagaimana Furiosa mulai bekerja untuk Immortan Joe di Citadel, naik pangkat menjadi Imperator, meskipun ia diam-diam merencanakan pemberontakan melawan tirani Joe.
Puncak cerita terjadi ketika Furiosa berhasil melacak Dementus setelah perang gurun selama 40 hari. Dalam konfrontasi dramatis, Furiosa menghadapi Dementus dan mengingatkannya pada kengerian yang ia timbulkan, termasuk kematian ibunya. Alih-alih membunuhnya secara langsung, Furiosa memilih hukuman simbolis: ia menjebak Dementus di dalam pohon, membiarkannya menderita. Dalam salah satu adegan penutup, Furiosa mengambil buah dari pohon tersebut dan memberikannya kepada istri-istri Immortan Joe, menandakan awal dari pemberontakannya yang akan berlanjut di Mad Max: Fury Road. Adegan ini menghubungkan cerita Furiosa dengan Fury Road, di mana Furiosa dewasa (Charlize Theron) memimpin War Rig untuk membebaskan istri-istri Joe.

Karakter dan Pemeran Pendukung
Selain Anya Taylor-Joy dan Chris Hemsworth, film ini menampilkan sejumlah karakter pendukung yang memperkaya dunia Mad Max:
  • Lachy Hulme sebagai Immortan Joe, tiran Citadel, dan Rizzdale Pell, letnan Dementus.
  • Tom Burke sebagai Praetorian Jack, sekutu Furiosa yang karismatik.
  • Charlee Fraser sebagai Mary Jabassa, ibu Furiosa yang pemberani.
  • Nathan Jones sebagai Rictus Erectus, anak Immortan Joe yang kuat namun kurang cerdas.
  • Angus Sampson sebagai Organic Mechanic, dokter untuk Dementus dan Joe.
  • George Shevtsov sebagai The History Man, narator dan saksi perjalanan Furiosa.
  • John Howard sebagai The People Eater, penasihat strategis Immortan Joe.
  • Alyla Browne sebagai Furiosa kecil, yang penampilannya diperhalus dengan teknologi AI untuk menyerupai Anya Taylor-Joy.

Tema dan Gaya Visual
Furiosa: A Mad Max Saga mengusung tema balas dendam, ketahanan, dan transformasi, dengan fokus pada perkembangan karakter Furiosa dari seorang anak yang polos menjadi pejuang pemberontak yang legendaris. Film ini mempertahankan estetika pasca-apokaliptik khas Mad Max, dengan gurun tandus, kendaraan perang yang eksentrik, dan aksi laga beroktan tinggi. Adegan kejar-kejaran, seperti pertempuran War Rig, menampilkan koreografi akrobatik dan efek visual yang memukau, didukung oleh sinematografi Simon Duggan dan musik Tom Holkenborg.
Film ini juga menonjolkan elemen feminis, dengan Furiosa sebagai pahlawan aksi wanita yang kuat, yang tidak hanya bertahan tetapi juga menantang struktur kekuasaan patriarkal yang diwakili oleh Dementus dan Immortan Joe. Meskipun minim dialog, penampilan Anya Taylor-Joy dan Alyla Browne mengandalkan ekspresi wajah dan bahasa tubuh untuk menyampaikan emosi yang mendalam, memperkuat intensitas cerita.

Hubungan dengan Mad Max: Fury Road
Furiosa: A Mad Max Saga berfungsi sebagai jembatan naratif menuju Fury Road. Film ini menjelaskan bagaimana Furiosa kehilangan lengannya, mengapa ia menjadi pemberontak, dan bagaimana ia membangun aliansi dengan istri-istri Immortan Joe. Adegan penutup dan kredit film menampilkan cuplikan dari Fury Road, menegaskan koneksi langsung antara kedua film. Film ini juga menghadirkan cameo singkat Max Rockatansky, yang menyaksikan aksi Furiosa dari kejauhan, mengisyaratkan pertemuan mereka di masa depan.

Fakta Produksi dan Penerimaan
  • Durasi: 2 jam 28 menit.
  • Tanggal Rilis: 22 Mei 2024 di Indonesia, 24 Mei 2024 di AS dan Inggris.
  • Produksi: Disutradarai oleh George Miller, dengan kru inti dari Fury Road seperti editor Margaret Sixel dan desainer kostum Jenny Beavan.
  • Penerimaan: Film ini mendapat pujian kritis, dengan skor 90% di Rotten Tomatoes, meskipun tidak melampaui Fury Road (97%). Kritikus memuji aksi laga, penampilan Taylor-Joy dan Hemsworth, serta visi Miller, meskipun beberapa menyebut narasinya kurang kuat dibandingkan pendahulunya.
  • Box Office: Meskipun meraup $172.8 juta secara global, film ini dianggap gagal secara finansial karena anggaran produksi $168 juta, dengan kerugian diperkirakan mencapai $75-95 juta.

Penutup
Furiosa: A Mad Max Saga adalah sebuah epik pasca-apokaliptik yang penuh dengan aksi menegangkan, visual megah, dan kisah inspiratif tentang keberanian dan balas dendam. Film ini tidak hanya menjawab pertanyaan tentang asal-usul Furiosa tetapi juga memperluas mitologi Mad Max dengan dunia yang kaya dan karakter yang mendalam. Dengan penampilan memukau dari Anya Taylor-Joy dan Chris Hemsworth, serta arahan visioner George Miller, film ini menjadi tambahan yang layak dalam waralaba legendaris ini, meskipun tidak sepenuhnya mencapai puncak kesuksesan Fury Road.

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank