
Community Rating






Danur
Kecocokan dengan Tontonan Anak
- Genre dan Konten Horor: Film ini bergenre horor dengan banyak jump scare, gambaran hantu menyeramkan (seperti Asih dengan mata putih dan penampilan mengerikan), dan adegan menegangkan seperti penculikan supranatural dan serangan terhadap karakter. Elemen-elemen ini dapat menyebabkan ketakutan atau trauma pada anak-anak.
- Tema Kelam: Cerita mencakup isu berat seperti kesepian, keluarga broken home, bunuh diri, dan pembunuhan bayi oleh Asih, yang tidak sesuai untuk pemahaman atau kenyamanan anak-anak.
- Rating dan Batasan Usia: “Danur” memiliki rating TV-14 di IMDb, menunjukkan bahwa kontennya lebih cocok untuk usia 14 tahun ke atas. Di Indonesia, film ini diberi rating R13, yang berarti hanya boleh ditonton oleh penonton berusia 13 tahun ke atas, dan bahkan ada ironi dalam pemasaran bahwa hantu anak-anak dalam cerita tidak akan diizinkan menonton film ini karena batasan usia.
- Efek Psikologis: Meskipun ada elemen persahabatan antara Risa dan hantu anak-anak yang mungkin terlihat “lucu” atau menarik bagi anak, fokus utama film adalah ketegangan dan teror supranatural, yang dapat membingungkan atau mengganggu anak-anak. Beberapa ulasan menyebutkan bahwa film ini gagal menciptakan keterkaitan emosional yang mendalam, sehingga nilai positif seperti persahabatan kurang menonjol dibandingkan elemen horornya.
This content is restricted!
Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.
Sinopsis Film Danur: I Can See Ghosts
Danur: I Can See Ghosts adalah film horor Indonesia yang dirilis pada 30 Maret 2017, disutradarai oleh Awi Suryadi dan diproduksi oleh MD Pictures serta Pichouse Films. Film ini diadaptasi dari novel Gerbang Dialog Danur karya Risa Saraswati, yang mengisahkan pengalaman nyata sang penulis sebagai gadis indigo. Dibintangi oleh Prilly Latuconsina sebagai Risa, film ini berhasil menarik 2.736.391 penonton dan meraih rekor MURI sebagai film horor dengan jumlah penonton terbanyak dalam enam hari. Berikut adalah sinopsis lengkapnya:
Latar Belakang dan Kehidupan Awal Risa
Risa Saraswati adalah seorang gadis indigo yang sejak kecil memiliki kemampuan untuk melihat makhluk gaib. Ia hidup dalam kesepian karena keluarganya sibuk. Ayahnya bekerja di luar negeri dan hanya pulang setiap enam bulan, sementara ibunya, Elly (Kinaryosih), adalah guru yang sering sibuk dan jarang menemani Risa. Akibatnya, Risa kecil tumbuh sebagai anak yang introvert dan kesepian. Pada ulang tahunnya yang kedelapan, Risa membuat harapan sederhana: memiliki teman untuk menghilangkan rasa sepinya. Harapan ini menjadi titik awal petualangan supernatural dalam hidupnya.
Pertemuan dengan Sahabat Hantu
Tak lama setelah ulang tahunnya, Risa mendengar suara anak laki-laki menyanyikan lagu Sunda berjudul Boneka Abdi, yang konon merupakan lagu pemanggil roh. Ia kemudian bertemu dengan tiga anak laki-laki keturunan Belanda: Peter (Gama Haritz), William (Wesley Andrew), dan Janshen (Kevin Bzezovski). Ketiganya adalah hantu anak-anak yang meninggal selama pendudukan Jepang di Hindia Belanda. Awalnya, Risa tidak menyadari bahwa mereka adalah hantu karena mereka tampak seperti anak-anak biasa yang berbicara dalam bahasa Indonesia. Risa merasa senang karena akhirnya memiliki teman bermain, dan ia sering menghabiskan waktu bersama mereka, bermain dan tertawa.
Namun, ibunya, Elly, mulai mencurigai perilaku aneh Risa yang sering berbicara dan tertawa sendiri. Elly menyadari bahwa Risa seolah-olah bermain dengan orang-orang yang tidak terlihat. Kekhawatiran Elly memuncak, dan ia memutuskan untuk memanggil seorang dukun bernama Asep untuk menyelidiki. Asep mengungkapkan bahwa Risa memiliki kemampuan indigo, termasuk mencium danur—bau khas yang keluar dari tubuh makhluk hidup yang telah meninggal dan membusuk. Untuk menakuti Risa agar menjauh dari teman-temannya, Asep memperlihatkan wujud asli Peter, William, dan Janshen yang mengerikan dalam bentuk hantu. Trauma dengan pengalaman ini, Risa meminta Asep menutup mata batinnya, dan ia kehilangan kontak dengan ketiga sahabat hantunya. Elly kemudian memindahkan Risa dari rumah masa kecilnya untuk menjauhkannya dari pengaruh gaib.
Kembali ke Rumah Masa Kecil
Sembilan tahun berlalu, Risa kini berusia 17 tahun dan kembali ke rumah masa kecilnya di Bandung bersama adiknya, Riri (Sandrinna Michelle), dan sepupunya, Andri (Indra Brotolaras). Mereka ditugaskan oleh Elly, yang sedang bertugas ke luar kota, untuk menjaga nenek mereka yang sedang sakit hingga perawat tiba. Rumah ini penuh dengan kenangan masa kecil Risa, termasuk peringatan dari Peter, William, dan Janshen untuk tidak mendekati pohon beringin besar di dekat rumah, yang konon dihuni oleh roh jahat.
Saat bermain di halaman, Riri menemukan sebuah sisir tua yang tertancap di pohon beringin dan mengambilnya. Tindakan ini memicu serangkaian kejadian aneh. Malam itu, seorang perawat bernama Asih (Shareefa Daanish) tiba di rumah untuk merawat nenek. Risa merasa curiga terhadap Asih, terutama karena Asih cepat akrab dengan Riri, dan Andri tampaknya tidak bisa melihat kehadiran Asih. Risa mulai mencium bau danur lagi, yang mengindikasikan kehadiran makhluk gaib. Kecurigaannya terkonfirmasi ketika ia menyadari bahwa Asih bukan manusia, melainkan hantu wanita yang penuh dendam.
Teror Asih dan Penculikan Riri
Asih, yang kemudian diketahui sebagai kuntilanak, mulai meneror keluarga Risa. Ternyata, pohon beringin adalah tempat Asih bunuh diri setelah membunuh bayinya sendiri karena tekanan sosial akibat hamil di luar nikah, sebagaimana dijelaskan dalam film spin-off Asih (2018). Asih memiliki niat jahat untuk membawa Riri ke alam gaib sebagai bagian dari dendamnya. Puncak teror terjadi ketika Riri tiba-tiba menghilang, diculik oleh Asih ke dimensi lain.
Risa, yang panik kehilangan adiknya, memutuskan untuk membuka kembali mata batinnya dan memanggil kembali Peter, William, dan Janshen untuk meminta bantuan. Meskipun awalnya hubungan mereka renggang karena Risa pernah “mengusir” mereka, ketiga hantu anak-anak ini setia membantu Risa. Bersama-sama, mereka menghadapi Asih dalam upaya menyelamatkan Riri. Pertarungan melawan Asih penuh ketegangan, dengan Risa harus mengatasi ketakutannya sendiri sambil berusaha melindungi adiknya dari cengkeraman roh jahat.
Penyelesaian dan Dampak
Dengan bantuan Peter, William, dan Janshen, Risa berhasil menyelamatkan Riri dari alam gaib dan mengusir Asih, meskipun ancaman roh jahat ini belum sepenuhnya hilang, seperti yang dijelaskan dalam sekuel dan spin-off berikutnya. Pengalaman ini memperkuat ikatan Risa dengan sahabat-sahabat hantunya, sekaligus membuatnya menerima kemampuan indigo sebagai bagian dari dirinya. Film diakhiri dengan nada yang bittersweet, menunjukkan bahwa meskipun Risa telah melewati cobaan besar, perjalanan hidupnya dengan dunia gaib masih jauh dari selesai.
Tema dan Nilai Unik
Danur: I Can See Ghosts tidak hanya menghadirkan ketegangan horor, tetapi juga mengangkat tema persahabatan yang tidak biasa antara manusia dan hantu. Film ini menonjol karena menunjukkan bahwa tidak semua hantu bersifat jahat, sebagaimana diungkapkan oleh produser Sian S. Faisal. Kisah ini juga mengeksplorasi dampak kesepian dan dinamika keluarga terhadap perkembangan emosional seorang anak. Lagu Boneka Abdi dan elemen budaya Sunda menambah kedalaman atmosfer mistis, sementara penggambaran danur sebagai bau kematian memberikan sentuhan unik pada narasi horor.
Pemeran Utama
- Prilly Latuconsina sebagai Risa Saraswati
- Sandrinna Michelle sebagai Riri
- Shareefa Daanish sebagai Asih
- Kinaryosih sebagai Elly
- Wesley Andrew sebagai William
- Gama Haritz sebagai Peter
- Kevin Bzezovski sebagai Janshen
- Indra Brotolaras sebagai Andri
- Ingrid Widjanarko sebagai Nenek
Fakta Menarik
- Film ini diadaptasi dari pengalaman nyata Risa Saraswati, yang memang bersahabat dengan lima hantu anak-anak Belanda (Peter, William, Janshen, Hans, dan Hendrick), meskipun Hans dan Hendrick tidak muncul di film pertama karena keterbatasan casting.
- Lagu Boneka Abdi benar-benar digunakan oleh Risa dalam kehidupan nyata untuk memanggil sahabat-sahabat hantunya.
- Saat pemutaran perdana, lima kursi kosong dibalut kain putih disediakan untuk “Peter CS” sebagai penghormatan, menambah aura mistis film.
- Danur menjadi film horor Indonesia terlaris pada masanya, melampaui Tali Pocong Perawan (2008), dan juga tayang di Malaysia dan Brunei pada Mei 2017.
Danur: I Can See Ghosts adalah pembuka dari Danur Universe, yang dilanjutkan dengan Danur 2: Maddah (2018), DanEXCLUSIVEDanur 3: Sunyaruri* (2019), serta spin-off seperti Asih (2018), Asih 2 (2020), dan Ivanna (2022). Film ini tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga membuka jalan bagi waralaba horor terbesar di Indonesia.
Lihat Film Lain
Produk Terkait
- Film
Kungfu Panda 1
- Film
Frozen
- Film
Zootopia
Community Rating




