Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank
blank

Thunderbolts

“Thunderbolts*” adalah film superhero Amerika tahun 2025 yang diproduksi oleh Marvel Studios, merupakan film ke-36 dalam Marvel Cinematic Universe (MCU) dan penutup Fase Lima. Disutradarai oleh Jake Schreier dengan naskah oleh Eric Pearson dan Joanna Calo, film ini menghadirkan tim antihero yang tidak konvensional, berbeda dari tim pahlawan seperti Avengers. Film ini mengikuti kisah sekelompok individu dengan masa lalu kelam—mantan penjahat dan antihero—yang dipaksa bekerja sama dalam misi berbahaya oleh Valentina Allegra de Fontaine (Julia Louis-Dreyfus), direktur CIA yang manipulatif.
Anggota tim Thunderbolts meliputi:
  • Yelena Belova (Florence Pugh), mantan pembunuh Red Room yang berjuang dengan krisis eksistensial setelah kehilangan saudarinya, Natasha Romanoff.
  • Bucky Barnes/Winter Soldier (Sebastian Stan), supersoldier yang menjadi pemimpin de facto tim, kini anggota Kongres AS.
  • Red Guardian (David Harbour), prajurit super Rusia dengan kepribadian kocak namun nostalgik.
  • Ghost (Hannah John-Kamen), yang dapat menembus objek akibat ketidakstabilan molekuler.
  • Taskmaster (Olga Kurylenko), dengan kemampuan meniru gaya bertarung lawan.
  • U.S. Agent/John Walker (Wyatt Russell), mantan Captain America dengan sifat kontroversial.
  • Sentry/Bob Reynolds (Lewis Pullman), antagonis dengan kekuatan luar biasa namun memiliki sisi gelap bernama Void.
Cerita berfokus pada tim ini yang terjebak dalam perangkap mematikan yang dirancang Valentina, memaksa mereka menghadapi trauma masa lalu sambil menjalani misi untuk menyelamatkan dunia dari ancaman Sentry. Film ini menggabungkan aksi, thriller, dan eksplorasi emosional seperti depresi, kehilangan, dan pencarian penebusan, dengan sentuhan humor dari dinamika tim yang disfungsional. Dijadwalkan rilis pada 2 Mei 2025 di AS dan 30 April 2025 di Indonesia, film ini menawarkan narasi yang lebih gelap dan kompleks dibandingkan film MCU tipikal.

Kecocokan dengan Anak

Film “Thunderbolts*” belum memiliki rating resmi per Mei 2025, tetapi berdasarkan deskripsi dan trailer, film ini kemungkinan besar akan memiliki rating PG-13 (seperti kebanyakan film MCU) karena mengandung elemen berikut:
  • Kekerasan dan Aksi: Adegan pertarungan intens, pembunuhan kontrak, dan operasi rahasia yang mungkin menampilkan kekerasan sedang hingga berat.
  • Tema Gelap: Fokus pada trauma, depresi, dan krisis eksistensial (misalnya, Yelena yang merasa hampa) dapat terlalu kompleks atau berat untuk anak di bawah 13 tahun.
  • Bahasa dan Humor: Meskipun ada humor dari karakter seperti Red Guardian, dialog mungkin mengandung bahasa kasar ringan atau referensi dewasa.
  • Konten Emosional: Tema kehilangan (misalnya, Yelena berkabung atas Natasha) dan konflik internal bisa membingungkan atau mengganggu anak kecil.
Rekomendasi Usia:
  • Anak di bawah 10 tahun: Tidak direkomendasikan karena tema gelap, kekerasan, dan narasi kompleks yang sulit dipahami. Adegan aksi berbahaya (misalnya, Yelena melompat dari gedung pencakar langit) juga bisa menakutkan.
  • Anak 10-12 tahun: Dapat menonton dengan pendampingan orang tua, terutama jika mereka sudah terbiasa dengan film MCU seperti “Avengers” atau “Black Widow”. Orang tua perlu mendiskusikan tema emosional dan moral ambigu (antihero) setelah menonton.
  • Remaja 13 tahun ke atas: Umumnya cocok, karena mereka lebih mampu memahami dinamika karakter dan tema penebusan. Namun, orang tua tetap perlu mempertimbangkan sensitivitas anak terhadap kekerasan atau topik kesehatan mental.
Catatan untuk Orang Tua:
  • Periksa rating resmi (kemungkinan PG-13) di situs seperti MPAA atau IMDb sebelum menonton.
  • Diskusikan dengan anak tentang perbedaan antara pahlawan dan antihero, serta bagaimana karakter menghadapi trauma, untuk memberikan konteks moral.
  • Jika anak sensitif terhadap kekerasan atau tema kehilangan, pertimbangkan untuk menunda menonton hingga mereka lebih besar.
Secara keseluruhan, “Thunderbolts*” menawarkan cerita yang menarik bagi penggemar MCU, tetapi tema dan kontennya lebih cocok untuk remaja dan dewasa dibandingkan anak-anak kecil.

This content is restricted!

Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.

Customer Reviews

Based on 1 review
100%
(1)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
S
Suli Jack
Pesan Positif:
Sangat banyak pesan positif
Tidak ada pesan positif
Kekerasan:
Sangat banyak adegan kekerasan/mengerikan
Tidak ada kekerasan/mengerikan
Adegan merokok, alkohol, dan narkoba:
Sangat banyak adegan merokok, alkohol, dan narkoba
Tidak ada adegan merokok, alkohol, dan narkoba
Dialog/bahasa kasar:
Sangat banyak dialog/bahasa kasar
Tidak ada dialog/bahasa kasar
Adegan Seksual:
Sangat banyak adegan seksual
Tidak ada adegan seksual
Merepresentasikan keberagaman:
Sangat banyak keberagaman dalam film
Tidak ada keberagaman dalam film
"Thunderbolts": Bikin Hati Meleleh dengan Cerita yang Ngena Banget!*

"Thunderbolts*" ini salah satu film Marvel yang paling gelap dan emosional sejauh ini, bro. Ceritain orang-orang yang hidupnya hancur, penuh penyesalan, tapi akhirnya nemuin semangat bareng temen-temen yang sama-sama "rusak". Film tim ini emang punya banyak momen keren, tapi bintangnya jelas Florence Pugh! Dia nenteng beban drama film ini dengan apik, sementara Lewis Pullman juga nggak kalah, bikin karakternya yang penuh konflik dalem jadi super relate. Kekurangan di film ini malah bikin vibe anti-hero yang berantakan ini makin pas. Fokus ke karakter dan aksi yang realistis bikin film ini kayak Marvel jaman dulu yang kita suka banget. Cuma ya, kenapa baru sekarang sih keluarnya?
"Thunderbolts*" ini dalem banget, ngomongin trauma, penyembuhan, dan kebangkitan. Buktinya, meski dianggap "pecundang" atau "penutup", mereka bisa jadi pahlawan yang nggak disangka-sangka. Ceritanya gritty, emosional, dan beda dari film Marvel lain. Wajib banget ditonton, soalnya ini bikin hati terpukul sekaligus terobati.
Seru banget, pokoknya! Film ini beda dari proyek Marvel lain. Lucu, aksi-aksinya keren, dan ada pukulan emosional yang nggak diduga. Bikin pengen nonton ulang, deh. Penuh energi, karisma, dan cerita yang bikin nyambung sama penonton.
Keren abis, bro! Chemistry antar pemainnya top, terutama Florence Pugh dan Lewis Pullman yang bener-bener curi perhatian. Aksi-aksinya juga mantap. Tapi yang bikin film ini spesial adalah ceritanya yang berani, penting, dan ditulis dengan apik. Florence Pugh bawa hati, David Harbour bikin ketawa terus, dan Lewis Pullman mungkin jadi MVP rahasia.
Ini mungkin film Marvel yang paling "manusiawi". Anti-hero di sini ditunjukin apa adanya: penuh cacat, hancur, dan penyesalan. Sebastian Stan punya momen yang bikin semua orang melongo, tapi Florence Pugh tetep jadi bintang utama generasi baru. Dia bersinar paling terang di sini. Banyak banget yang bisa disukain dari film ini.
Secara visual, film ini berani, dan emosinya ngena banget, apalagi soal kesehatan mental yang diangkat ke depan. Masa depan MCU keliatan cerah! Oh ya, jangan buru-buru cabut abis film, ada 2 post-credit scene, dan yang terakhir bakal bikin lo hyped banget!

Sinopsis Film Thunderbolts

Thunderbolts adalah film ke-36 dalam Marvel Cinematic Universe (MCU) dan menjadi penutup Fase Kelima dari The Multiverse Saga. Disutradarai oleh Jake Schreier dengan naskah yang ditulis oleh Eric Pearson, Joanna Calo, dan Lee Sung Jin, film ini menghadirkan konsep antihero yang berbeda dari tim pahlawan super tradisional seperti Avengers. Film ini mengisahkan sekelompok individu dengan masa lalu kelam—mantan penjahat, pembunuh bayaran, dan antihero—yang dipaksa bekerja sama dalam misi rahasia berbahaya di bawah kendali pemerintah Amerika Serikat. Dengan dinamika karakter yang kompleks, aksi intens, humor gelap, dan eksplorasi tema penebusan, Thunderbolts menawarkan pengalaman baru yang lebih membumi namun penuh ketegangan dalam jagat MCU.
Cerita dimulai dengan Yelena Belova (Florence Pugh), mantan pembunuh Black Widow yang dilatih di Red Room, yang sedang berjuang dengan kekosongan hidup setelah kematian saudari angkatnya, Natasha Romanoff (Avengers: Endgame). Yelena bekerja sebagai agen rahasia untuk Valentina Allegra de Fontaine (Julia Louis-Dreyfus), Direktur CIA yang ambisius dan manipulatif, yang dikenal mengejar kekuasaan dan kendali di MCU. Valentina, yang sebelumnya muncul di Black Widow dan The Falcon and the Winter Soldier, membentuk tim Thunderbolts untuk menjalankan operasi rahasia yang tidak dapat ditangani oleh pahlawan super biasa. Tim ini terdiri dari individu dengan latar belakang bermasalah:
  • Bucky Barnes / Winter Soldier (Sebastian Stan), mantan prajurit super yang kini menjadi anggota Kongres AS setelah terbebas dari cuci otak Hydra. Ia menjadi pemimpin de facto tim ini, membawa dinamika ala Randle McMurphy dari One Flew Over the Cuckoo’s Nest untuk menyatukan kelompok yang kacau.
  • Alexei Shostakov / Red Guardian (David Harbour), prajurit super Soviet yang penuh nostalgia dan humor, namun memiliki kekuatan fisik luar biasa.
  • John Walker / U.S. Agent (Wyatt Russell), mantan pengganti Captain America yang kontroversial, dikenal dengan sikap patriotik yang keras dan sering memicu konflik dalam tim.
  • Ava Starr / Ghost (Hannah John-Kamen), yang kini mampu mengendalikan kemampuan menembus objeknya dengan lebih stabil setelah peristiwa Ant-Man and the Wasp.
  • Antonia Dreykov / Taskmaster (Olga Kurylenko), mantan agen yang dibebaskan dari kendali ayahnya dan berusaha menemukan jati diri baru.
  • Bob / Sentry (Lewis Pullman), karakter misterius dengan kekuatan super setara dewa, namun menyimpan sisi gelap bernama The Void yang menjadi ancaman besar bagi tim dan dunia.
  • Mel (Geraldine Viswanathan), tangan kanan Valentina yang membantu mengatur operasi rahasia, meskipun perannya masih misterius.
Cerita berpusat pada misi berbahaya yang diberikan oleh Valentina kepada tim Thunderbolts. Mereka dikirim untuk membunuh target tertentu di sebuah brankas, namun segera menyadari bahwa mereka telah dijebak dalam perangkap mematikan yang dirancang untuk menghabisi mereka. Perangkap ini memaksa tim untuk menghadapi masa lalu kelam masing-masing, dari trauma Yelena atas kehilangan Natasha, konflik batin Bucky sebagai mantan pembunuh, hingga dilema moral John Walker sebagai antihero yang kontroversial. Ketegangan internal diperparah oleh sifat tim yang tidak harmonis—mereka adalah “sekumpulan orang buangan, pecundang, dan individu yang tidak benar-benar memenuhi standar ‘super’ dalam superhero,” seperti yang digambarkan David Harbour.
Saat misi berlangsung, tim mengungkap rencana licik Valentina yang melibatkan Sentry, pahlawan super dengan kekuatan luar biasa yang memiliki alter ego berbahaya, The Void. Sentry, yang diperankan oleh Lewis Pullman, digambarkan sebagai karakter ambivalen dengan kekuatan setara Superman, namun sisi gelapnya dapat menghancurkan dunia. Tim Thunderbolts—yang dinamakan berdasarkan nama tim sepak bola masa kecil Yelena—harus bekerja sama untuk menghentikan ancaman eksternal ini, sekaligus melawan manipulasi Valentina yang ternyata memiliki agenda tersembunyi untuk memanfaatkan kekuatan Sentry. Dalam prosesnya, mereka juga berhadapan dengan artefak misterius seperti tongkat Loki (yang kini tidak lagi memiliki Mind Stone, namun tetap berbahaya) yang muncul dalam trailer.
Dengan latar syuting yang mencakup lokasi eksotis seperti Merdeka 118 di Kuala Lumpur, Malaysia, film ini menghadirkan aksi spektakuler, termasuk adegan Yelena yang melompat dari gedung pencakar langit. Nuansa cerita yang lebih gelap dan kompleks, dipadukan dengan sentuhan komedi dan emosi, membuat Thunderbolts terasa seperti “film indie A24 dengan pahlawan super Marvel,” menurut Florence Pugh. Film ini juga mengeksplorasi tema penebusan, kerja sama, dan pencarian makna di tengah kekacauan, dengan chemistry antar karakter yang penuh konflik namun menarik.
Thunderbolts juga menghubungkan beberapa benang cerita dari proyek MCU sebelumnya, seperti Black Widow, The Falcon and the Winter Soldier, dan Ant-Man and the Wasp, serta memberikan petunjuk tentang masa depan MCU, termasuk kemungkinan koneksi dengan Avengers: Doomsday. Kehadiran karakter pendukung seperti Thaddeus “Thunderbolt” Ross (Harrison Ford, meskipun keikutsertaannya masih diragukan), Bill Foster (Laurence Fishburne), dan Melina Vostokoff (Rachel Weisz) menambah lapisan cerita, sementara spekulasi tentang cameo kejutan—khas MCU—meningkatkan antisipasi penggemar.
Pertanyaan utama yang menggantung adalah: Akankah tim Thunderbolts yang disfungsional ini mampu mengatasi perbedaan mereka, menghadapi masa lalu kelam, dan bersatu untuk menjadi sesuatu yang lebih besar? Atau, akankah mereka hancur oleh konflik internal dan manipulasi Valentina? Dengan kombinasi aksi, thriller, dan eksplorasi psikologis, Thunderbolts menjanjikan pengalaman sinematik yang unik dan tak terlupakan.
Jadwal Tayang dan Produksi
Thunderbolts tayang perdana di Indonesia pada 30 April 2025, dan di Amerika Serikat pada 2 Mei 2025. Syuting berlangsung dari Februari hingga Juni 2024 di Trilith Studios dan Atlanta Metro Studios, Georgia, serta di Kuala Lumpur, Malaysia. Film ini diprediksi meraup pendapatan pembukaan antara US$63 juta hingga US$77 juta di pasar AS, menunjukkan antusiasme besar dari penggemar.
Pemeran Utama
  • Florence Pugh sebagai Yelena Belova
  • Sebastian Stan sebagai Bucky Barnes / Winter Soldier
  • David Harbour sebagai Alexei Shostakov / Red Guardian
  • Wyatt Russell sebagai John Walker / U.S. Agent
  • Olga Kurylenko sebagai Antonia Dreykov / Taskmaster
  • Hannah John-Kamen sebagai Ava Starr / Ghost
  • Lewis Pullman sebagai Bob / Sentry
  • Geraldine Viswanathan sebagai Mel
  • Julia Louis-Dreyfus sebagai Valentina Allegra de Fontaine
  • Pemeran pendukung: Laurence Fishburne (Bill Foster), Rachel Weisz (Melina Vostokoff), Chris Bauer, Wendell Edward Pierce, dan kemungkinan Harrison Ford (Thaddeus Ross).
Fakta Menarik
  • Judul Thunderbolts memiliki tanda bintang (*) yang sengaja disertakan, namun maknanya belum diungkap oleh Marvel hingga film dirilis.
  • Film ini mengambil inspirasi dari rumah produksi A24, dengan beberapa aktor (Pugh, Stan, Louis-Dreyfus) dan kru (sutradara Schreier, penulis Calo) yang sebelumnya terlibat dalam proyek A24.
  • Musik film digarap oleh Son Lux, yang pernah dinominasikan Oscar untuk Everything Everywhere All at Once.
  • Thunderbolts dianggap sebagai “Avengers bayangan” atau bahkan cikal bakal Dark Avengers di MCU, dengan spekulasi tentang dampaknya pada Fase 6.

Thunderbolts adalah perpaduan antara aksi superhero, drama psikologis, dan komedi gelap yang menampilkan sisi lain dari MCU. Dengan tim antihero yang penuh konflik dan ancaman besar dari Sentry, film ini siap menjadi salah satu rilisan paling dinanti di 2025. Jangan lewatkan petualangan epik ini di bioskop mulai 30 April 2025

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank