
Community Rating






Thunderbolts
- Yelena Belova (Florence Pugh), mantan pembunuh Red Room yang berjuang dengan krisis eksistensial setelah kehilangan saudarinya, Natasha Romanoff.
- Bucky Barnes/Winter Soldier (Sebastian Stan), supersoldier yang menjadi pemimpin de facto tim, kini anggota Kongres AS.
- Red Guardian (David Harbour), prajurit super Rusia dengan kepribadian kocak namun nostalgik.
- Ghost (Hannah John-Kamen), yang dapat menembus objek akibat ketidakstabilan molekuler.
- Taskmaster (Olga Kurylenko), dengan kemampuan meniru gaya bertarung lawan.
- U.S. Agent/John Walker (Wyatt Russell), mantan Captain America dengan sifat kontroversial.
- Sentry/Bob Reynolds (Lewis Pullman), antagonis dengan kekuatan luar biasa namun memiliki sisi gelap bernama Void.
Kecocokan dengan Anak
- Kekerasan dan Aksi: Adegan pertarungan intens, pembunuhan kontrak, dan operasi rahasia yang mungkin menampilkan kekerasan sedang hingga berat.
- Tema Gelap: Fokus pada trauma, depresi, dan krisis eksistensial (misalnya, Yelena yang merasa hampa) dapat terlalu kompleks atau berat untuk anak di bawah 13 tahun.
- Bahasa dan Humor: Meskipun ada humor dari karakter seperti Red Guardian, dialog mungkin mengandung bahasa kasar ringan atau referensi dewasa.
- Konten Emosional: Tema kehilangan (misalnya, Yelena berkabung atas Natasha) dan konflik internal bisa membingungkan atau mengganggu anak kecil.
- Anak di bawah 10 tahun: Tidak direkomendasikan karena tema gelap, kekerasan, dan narasi kompleks yang sulit dipahami. Adegan aksi berbahaya (misalnya, Yelena melompat dari gedung pencakar langit) juga bisa menakutkan.
- Anak 10-12 tahun: Dapat menonton dengan pendampingan orang tua, terutama jika mereka sudah terbiasa dengan film MCU seperti “Avengers” atau “Black Widow”. Orang tua perlu mendiskusikan tema emosional dan moral ambigu (antihero) setelah menonton.
- Remaja 13 tahun ke atas: Umumnya cocok, karena mereka lebih mampu memahami dinamika karakter dan tema penebusan. Namun, orang tua tetap perlu mempertimbangkan sensitivitas anak terhadap kekerasan atau topik kesehatan mental.
- Periksa rating resmi (kemungkinan PG-13) di situs seperti MPAA atau IMDb sebelum menonton.
- Diskusikan dengan anak tentang perbedaan antara pahlawan dan antihero, serta bagaimana karakter menghadapi trauma, untuk memberikan konteks moral.
- Jika anak sensitif terhadap kekerasan atau tema kehilangan, pertimbangkan untuk menunda menonton hingga mereka lebih besar.
This content is restricted!
Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.
"Thunderbolts*" ini salah satu film Marvel yang paling gelap dan emosional sejauh ini, bro. Ceritain orang-orang yang hidupnya hancur, penuh penyesalan, tapi akhirnya nemuin semangat bareng temen-temen yang sama-sama "rusak". Film tim ini emang punya banyak momen keren, tapi bintangnya jelas Florence Pugh! Dia nenteng beban drama film ini dengan apik, sementara Lewis Pullman juga nggak kalah, bikin karakternya yang penuh konflik dalem jadi super relate. Kekurangan di film ini malah bikin vibe anti-hero yang berantakan ini makin pas. Fokus ke karakter dan aksi yang realistis bikin film ini kayak Marvel jaman dulu yang kita suka banget. Cuma ya, kenapa baru sekarang sih keluarnya?
"Thunderbolts*" ini dalem banget, ngomongin trauma, penyembuhan, dan kebangkitan. Buktinya, meski dianggap "pecundang" atau "penutup", mereka bisa jadi pahlawan yang nggak disangka-sangka. Ceritanya gritty, emosional, dan beda dari film Marvel lain. Wajib banget ditonton, soalnya ini bikin hati terpukul sekaligus terobati.
Seru banget, pokoknya! Film ini beda dari proyek Marvel lain. Lucu, aksi-aksinya keren, dan ada pukulan emosional yang nggak diduga. Bikin pengen nonton ulang, deh. Penuh energi, karisma, dan cerita yang bikin nyambung sama penonton.
Keren abis, bro! Chemistry antar pemainnya top, terutama Florence Pugh dan Lewis Pullman yang bener-bener curi perhatian. Aksi-aksinya juga mantap. Tapi yang bikin film ini spesial adalah ceritanya yang berani, penting, dan ditulis dengan apik. Florence Pugh bawa hati, David Harbour bikin ketawa terus, dan Lewis Pullman mungkin jadi MVP rahasia.
Ini mungkin film Marvel yang paling "manusiawi". Anti-hero di sini ditunjukin apa adanya: penuh cacat, hancur, dan penyesalan. Sebastian Stan punya momen yang bikin semua orang melongo, tapi Florence Pugh tetep jadi bintang utama generasi baru. Dia bersinar paling terang di sini. Banyak banget yang bisa disukain dari film ini.
Secara visual, film ini berani, dan emosinya ngena banget, apalagi soal kesehatan mental yang diangkat ke depan. Masa depan MCU keliatan cerah! Oh ya, jangan buru-buru cabut abis film, ada 2 post-credit scene, dan yang terakhir bakal bikin lo hyped banget!
Sinopsis Film Thunderbolts
- Bucky Barnes / Winter Soldier (Sebastian Stan), mantan prajurit super yang kini menjadi anggota Kongres AS setelah terbebas dari cuci otak Hydra. Ia menjadi pemimpin de facto tim ini, membawa dinamika ala Randle McMurphy dari One Flew Over the Cuckoo’s Nest untuk menyatukan kelompok yang kacau.
- Alexei Shostakov / Red Guardian (David Harbour), prajurit super Soviet yang penuh nostalgia dan humor, namun memiliki kekuatan fisik luar biasa.
- John Walker / U.S. Agent (Wyatt Russell), mantan pengganti Captain America yang kontroversial, dikenal dengan sikap patriotik yang keras dan sering memicu konflik dalam tim.
- Ava Starr / Ghost (Hannah John-Kamen), yang kini mampu mengendalikan kemampuan menembus objeknya dengan lebih stabil setelah peristiwa Ant-Man and the Wasp.
- Antonia Dreykov / Taskmaster (Olga Kurylenko), mantan agen yang dibebaskan dari kendali ayahnya dan berusaha menemukan jati diri baru.
- Bob / Sentry (Lewis Pullman), karakter misterius dengan kekuatan super setara dewa, namun menyimpan sisi gelap bernama The Void yang menjadi ancaman besar bagi tim dan dunia.
- Mel (Geraldine Viswanathan), tangan kanan Valentina yang membantu mengatur operasi rahasia, meskipun perannya masih misterius.
Thunderbolts tayang perdana di Indonesia pada 30 April 2025, dan di Amerika Serikat pada 2 Mei 2025. Syuting berlangsung dari Februari hingga Juni 2024 di Trilith Studios dan Atlanta Metro Studios, Georgia, serta di Kuala Lumpur, Malaysia. Film ini diprediksi meraup pendapatan pembukaan antara US$63 juta hingga US$77 juta di pasar AS, menunjukkan antusiasme besar dari penggemar.
- Florence Pugh sebagai Yelena Belova
- Sebastian Stan sebagai Bucky Barnes / Winter Soldier
- David Harbour sebagai Alexei Shostakov / Red Guardian
- Wyatt Russell sebagai John Walker / U.S. Agent
- Olga Kurylenko sebagai Antonia Dreykov / Taskmaster
- Hannah John-Kamen sebagai Ava Starr / Ghost
- Lewis Pullman sebagai Bob / Sentry
- Geraldine Viswanathan sebagai Mel
- Julia Louis-Dreyfus sebagai Valentina Allegra de Fontaine
- Pemeran pendukung: Laurence Fishburne (Bill Foster), Rachel Weisz (Melina Vostokoff), Chris Bauer, Wendell Edward Pierce, dan kemungkinan Harrison Ford (Thaddeus Ross).
- Judul Thunderbolts memiliki tanda bintang (*) yang sengaja disertakan, namun maknanya belum diungkap oleh Marvel hingga film dirilis.
- Film ini mengambil inspirasi dari rumah produksi A24, dengan beberapa aktor (Pugh, Stan, Louis-Dreyfus) dan kru (sutradara Schreier, penulis Calo) yang sebelumnya terlibat dalam proyek A24.
- Musik film digarap oleh Son Lux, yang pernah dinominasikan Oscar untuk Everything Everywhere All at Once.
- Thunderbolts dianggap sebagai “Avengers bayangan” atau bahkan cikal bakal Dark Avengers di MCU, dengan spekulasi tentang dampaknya pada Fase 6.
Lihat Film Lain
Produk Terkait
- Film
Trolls
- Film
Sing
- Film
Over the Moon
- Film
Moana
Community Rating




