
Community Rating






The Battleship Island (2017)
- Lee Kang-ok (Hwang Jung-min) → seorang pemimpin band jazz/populer dari Seoul yang membawa putri semata wayangnya, So-hee (Kim Su-an), dengan harapan bisa hidup lebih baik di Jepang. Namun, mereka justru dijebak dan dikirim ke Hashima. Kang-ok akan melakukan apa saja demi melindungi putrinya, termasuk memainkan musik propaganda Jepang sambil diam-diam mencari cara bertahan hidup dan melarikan diri.
- Park Moo-young (Song Joong-ki) → agen rahasia Korea yang dikirim oleh pihak Sekutu (OSS) untuk menyelamatkan seorang tokoh pergerakan kemerdekaan penting. Namun, setelah melihat penderitaan di pulau tersebut, dia mengubah misinya menjadi rencana besar: menyelamatkan semua tawanan Korea.
- Choi Chil-sung (So Ji-sub) → preman/gangster dari Seoul yang keras dan tangguh, tapi punya sisi kemanusiaan. Dia terlibat dalam dunia gelap di pulau itu dan punya hubungan dengan salah satu wanita penghibur (comfort woman).
- So-hee dan tokoh wanita lain → mewakili penderitaan generasi muda dan perempuan yang menjadi korban kekejaman sistematis.
Sepanjang film, penonton disuguhi gambaran sangat realistis tentang kekejaman di pulau itu: pemukulan sadis, eksekusi sewenang-wenang, kelaparan, kecelakaan tambang maut, eksploitasi seksual terhadap wanita Korea, serta penghinaan terus-menerus terhadap martabat manusia. Ketegangan semakin memuncak ketika para tawanan menyadari Jepang akan segera kalah perang dan kemungkinan besar akan membunuh semua saksi sebelum meninggalkan pulau.Ketika bom atom di Hiroshima dan Nagasaki semakin dekat, para karakter bersatu menyusun rencana pelarian besar-besaran yang sangat berisiko: merebut kendali pulau, mengambil alih kantor telegrap untuk meminta bantuan kapal Sekutu, dan melawan ratusan tentara Jepang yang bersenjata lengkap. Adegan klimaks berupa pertempuran besar-besaran, baku tembak, ledakan, dan pengorbanan heroik yang sangat emosional, dengan taruhan nyawa yang sangat tinggi — termasuk nasib seorang anak kecil di tengah kekacauan perang.Film ini menggabungkan elemen aksi spektakuler (dengan produksi set yang sangat megah), drama keluarga yang mengharukan, serta pesan patriotik yang kuat tentang semangat perjuangan, persatuan, dan kemanusiaan di tengah kekejaman sejarah.Kecocokan untuk Tontonan Anak?Sangat tidak direkomendasikan untuk anak-anak (bahkan remaja di bawah 17 tahun sebaiknya ditonton dengan pendampingan dan pertimbangan matang).Alasan utama:
- Kekerasan sangat ekstrem — Banyak adegan pemukulan brutal, penyiksaan, eksekusi, tembak-menembak massal, ledakan, dan kematian berdarah (termasuk adegan kekerasan yang cukup grafis di bagian akhir).
- Tema berat — Kerja paksa, perbudakan modern, eksploitasi seksual (comfort women), pemisahan keluarga, kematian anak/orang tua, dan kekejaman perang secara sistematis.
- Suasana depresi & traumatis — Hampir sepanjang film suasananya gelap, penuh penderitaan, dan hampir tidak ada momen ringan yang cukup lama.
- Rating umum di berbagai sumber → Setara 18+ atau dewasa (meskipun secara resmi “Not Rated”, kontennya jauh lebih berat dari kebanyakan film perang Hollywood R-rated).
Film ini lebih cocok untuk penonton dewasa yang tertarik dengan sejarah kelam pendudukan Jepang di Korea, penggemar film perang epik, atau orang yang ingin memahami salah satu bab paling gelap dalam hubungan Korea-Jepang. Bagi anak-anak, film ini bisa menyebabkan ketakutan, trauma, atau kebingungan emosional yang cukup serius.Kesimpulan singkat:
Film luar biasa dari segi sinematografi, akting, dan intensitas… tapi bukan tontonan keluarga dan sangat jauh dari kategori “cocok untuk anak”.
This content is restricted!
Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.
Lihat Film Lain
Produk Terkait
Community Rating




