Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank
blank

Rent: Filmed Live On Broadway

“Rent: Filmed Live on Broadway” adalah rekaman pertunjukan langsung dari produksi Broadway musikal Rent pada 7 September 2008, yang menandai penampilan terakhirnya di panggung Broadway. Musikal karya Jonathan Larson ini mengisahkan sekelompok seniman bohemian di East Village, New York City, yang berjuang menghadapi kemiskinan, homofobia, dan epidemi HIV/AIDS. Mereka berusaha mengejar impian seni mereka sambil menjalani kehidupan dengan penuh cinta dan harapan di tengah tantangan sosial dan kesehatan. Pertunjukan ini difilmkan dalam definisi tinggi dan dirilis di bioskop pada 24-28 September 2008, serta tersedia dalam format DVD dan Blu-ray pada 3 Februari 2009. Musikal ini terkenal karena musiknya yang energik, tema sosial yang kuat, dan pesan tentang penerimaan serta perjuangan melawan stigma, khususnya terkait HIV/AIDS.

Kecocokan dengan Anak

Rent: Filmed Live on Broadway memiliki rating TV-14 di beberapa platform, yang berarti kontennya mungkin tidak cocok untuk anak di bawah 14 tahun tanpa bimbingan orang tua. Berikut adalah analisis kecocokannya untuk anak:
  • Konten dan Tema: Musikal ini mengangkat tema dewasa seperti HIV/AIDS, kemiskinan, penggunaan narkoba, hubungan romansa (termasuk hubungan sesama jenis), dan kematian. Ada pula dialog dan lirik yang menyentuh isu seksualitas serta penggunaan bahasa yang cukup kuat. Tema-tema ini bisa jadi sulit dipahami atau tidak sesuai untuk anak-anak, terutama di bawah usia remaja.
  • Aspek Positif: Musikal ini menawarkan pesan inspiratif tentang persahabatan, cinta, keberagaman, dan semangat untuk mengejar impian meski dalam kesulitan. Ini bisa menjadi bahan diskusi yang berharga bagi remaja yang lebih dewasa (15 tahun ke atas) bersama orang tua, terutama untuk membahas isu sosial seperti stigma HIV/AIDS dan penerimaan terhadap komunitas LGBTQ+.
  • Aspek Visual dan Musik: Pertunjukan ini memiliki musik yang menarik dan koreografi yang energik, yang mungkin disukai remaja yang tertarik pada seni pertunjukan. Namun, tidak ada elemen visual seperti kartun atau karakter yang dirancang khusus untuk menarik perhatian anak kecil.
  • Rekomendasi Usia: Tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 13 tahun karena tema dan bahasa yang dewasa. Untuk remaja (14-17 tahun), pertunjukan ini bisa ditonton dengan bimbingan orang tua untuk mendiskusikan isu-isu sensitif yang diangkat. Orang tua disarankan untuk memeriksa panduan orang tua (Parents Guide) di IMDb atau menonton terlebih dahulu untuk menilai kesesuaiannya dengan nilai keluarga dan kesiapan anak.
Kesimpulan: Rent: Filmed Live on Broadway lebih cocok untuk remaja yang lebih tua (14+ tahun) dengan pendampingan orang tua karena tema dewasanya. Untuk anak-anak di bawah usia tersebut, kontennya kemungkinan terlalu kompleks dan sensitif. Jika ingin memperkenalkan musikal kepada anak, pertunjukan seperti The Lion King atau Aladdin mungkin lebih sesuai karena tema yang lebih ringan dan ramah keluarga.

This content is restricted!

Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.

Sinopsis Lengkap “Rent: Filmed Live on Broadway” (2008)

Rent: Filmed Live on Broadway adalah rekaman pertunjukan langsung dari produksi Broadway terakhir dari musikal rock karya Jonathan Larson, Rent, yang berlangsung pada 7 September 2008 di Nederlander Theatre, New York City. Disutradarai oleh Michael John Warren dan difilmkan dengan teknologi definisi tinggi, produksi ini juga menggabungkan footage dari pertunjukan pada 20 Agustus 2008, serta momen perayaan malam penutupan, termasuk reprise lagu “Seasons of Love” yang menampilkan para pemeran asli Broadway bersama pemeran terakhir. Musikal ini, yang terinspirasi dari opera La Bohème karya Giacomo Puccini, mengisahkan perjuangan sekelompok seniman bohemian muda di East Village, New York City, pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an, di tengah bayang-bayang kemiskinan, penyakit, dan epidemi AIDS. Dengan tema “mengukur hidup dengan cinta” (measuring their lives in love), Rent menggambarkan perjalanan emosional tentang cinta, persahabatan, kreativitas, dan ketahanan menghadapi tantangan hidup.
Latar dan Pembukaan
Cerita dimulai pada Malam Natal 1989 di sebuah loteng industri di East Village. Mark Cohen, seorang pembuat film dokumenter yang sedang berjuang, memulai narasinya dengan mengatur kameranya untuk merekam kehidupan sehari-hari (Tune Up #1). Bersama teman sekamarnya, Roger Davis, seorang penulis lagu dan mantan pecandu narkoba yang berjuang mengatasi writer’s block, mereka menghadapi tekanan dari Benjamin “Benny” Coffin III, mantan teman mereka yang kini menjadi pemilik gedung. Benny menuntut mereka membayar sewa yang tertunggak selama setahun, meskipun sebelumnya mereka diizinkan tinggal gratis (Rent). Di tengah situasi ini, Mark menerima pesan suara dari ibunya yang penuh kasih (Voice Mail #1), sementara Roger berusaha menulis “satu lagu besar” sebelum hidupnya berakhir, terbebani oleh status HIV-positifnya (One Song Glory).
Konflik dan Hubungan
Kisah ini berkembang melalui hubungan antar karakter yang kompleks. Mark, yang baru saja putus dengan pacarnya, Maureen Johnson, seorang performer eksentrik, berusaha mendokumentasikan kehidupan komunitasnya. Maureen kini menjalin hubungan dengan Joanne Jefferson, seorang pengacara yang disiplin, dan keduanya sering berselisih karena sifat Maureen yang genit (Tango: Maureen). Sementara itu, Roger bertemu dengan Mimi Marquez, seorang penari eksotis berusia 19 tahun yang juga HIV-positif dan berjuang melawan kecanduan heroin. Hubungan mereka dimulai dengan ketertarikan yang ragu-ragu (Light My Candle), namun berkembang menjadi cinta yang penuh gejolak (Out Tonight, Another Day).
Di sisi lain, Tom Collins, mantan teman sekamar Mark dan Roger, kembali ke kota dan diserang di gang sebelum diselamatkan oleh Angel Dumott Schunard, seorang drag queen karismatik yang juga HIV-positif. Keduanya dengan cepat jatuh cinta, dan Angel berbagi uang yang diperolehnya dari aksi jalanan untuk membantu teman-temannya (Today 4 U). Benny menawarkan kesepakatan kepada Mark dan Roger: ia akan memaafkan tunggakan sewa jika mereka menghentikan protes Maureen terhadap penggusuran sebuah kamp tunawisma di lahan milik Benny (You’ll See). Namun, kelompok ini menolak dan tetap mendukung protes Maureen, yang berpuncak pada penampilan provokatifnya (Over the Moon).
Perayaan dan Tragedi
Malam Tahun Baru menjadi titik balik. Kelompok ini merayakan kebersamaan di Life Cafe, mengekspresikan semangat bohemian mereka melalui lagu penuh energi (La Vie Bohème). Namun, ketegangan muncul ketika Benny mencurigai Mimi berselingkuh dengannya, memicu kecemburuan Roger dan keretakan dalam hubungan mereka (Happy New Year). Mark juga menghadapi dilema ketika ia ditawari pekerjaan oleh produser TV tabloid, Alexi Darling, yang bertentangan dengan idealisme seninya (Voice Mail #3). Sementara itu, Angel dan Collins menghadiri pertemuan dukungan AIDS, memperkuat ikatan komunitas mereka (Life Support).
Sepanjang tahun, hubungan antar karakter diuji. Roger dan Mimi berjuang dengan kecemburuan dan kecanduan Mimi (Without You), sementara Maureen dan Joanne terus berselisih (Take Me or Leave Me). Kondisi Angel memburuk, dan kematiannya menjadi pukulan emosional bagi kelompok ini (I’ll Cover You – Reprise). Di tengah duka, Mark merenungkan karya filmnya, sementara Roger menyelesaikan lagunya (Finale). Pada Malam Natal berikutnya, Mimi ditemukan dalam kondisi kritis di jalan oleh Maureen dan Joanne. Dibawa kembali ke loteng, Mimi hampir meninggal, namun kembali sadar setelah mengalami pengalaman mendekati kematian yang dipandu oleh “cahaya putih hangat” dan sosok Angel (Your Eyes, Finale B). Dalam momen penutup, kelompok ini merayakan keajaiban hidup dan cinta, menegaskan bahwa hanya ada “hari ini” (No day but today).
Tema dan Dampak
Rent mengeksplorasi tema-tema berat seperti vestigial seperti kemiskinan, penyakit, kecanduan, dan diskriminasi, namun menyampaikannya dengan pesan penuh harapan tentang pentingnya cinta, komunitas, dan hidup sepenuhnya di setiap momen. Musikal ini juga menggambarkan realitas keras kehidupan di era epidemi AIDS, dengan karakter seperti Roger, Mimi, Angel, dan Collins yang hidup dengan HIV. Rent: Filmed Live on Broadway menangkap esensi pertunjukan panggung dengan pengeditan dinamis dan sinematografi oleh Declan Quinn, memberikan pengalaman yang mendekati kehadiran langsung di teater. Sorak sorai penonton, ketidaksempurnaan kecil seperti nada yang goyah atau langkah yang tersandung, serta penampilan penuh semangat dari para pemeran—termasuk Will Chase (Roger), Adam Kantor (Mark), Renee Elise Goldsberry (Mimi), Tracie Thoms (Joanne), Eden Espinosa (Maureen), Justin Johnston (Angel), Michael McElroy (Collins), dan Rodney Hicks (Benny)—memperkuat rasa keintiman dan urgensi pertunjukan langsung.
Pemeran dan Produksi
Pertunjukan ini menampilkan pemeran terakhir Broadway, dengan beberapa aktor yang memiliki hubungan khusus dengan Rent. Rodney Hicks dan Gwen Stewart, anggota pemeran Broadway asli, kembali masing-masing sebagai Benny dan solois dalam “Seasons of Love”. Tracie Thoms, yang memerankan Joanne dalam adaptasi film 2005, juga bergabung dalam produksi ini. Disutradarai panggung oleh Michael Greif, produksi ini mempertahankan visi asli Larson, dengan tambahan teknologi video definisi tinggi dan audio digital dari radical.media, menjadikan pengalaman sinematik yang hidup dan imersif.
Penutup dan Warisan
Pertunjukan terakhir pada 7 September 2008 menandai penutupan Rent setelah 12 tahun dan 5.123 pertunjukan di Broadway, menjadikannya musikal Broadway terpanjang ke-7 pada saat itu (ke-11 pada 2017). Setelah pertunjukan selesai, para pemeran asli Broadway bergabung dengan pemeran terakhir untuk reprise emosional “Seasons of Love”, sebuah momen yang diabadikan dalam film ini. Rent: Filmed Live on Broadway dirilis di lebih dari 500 bioskop di Amerika Serikat dan Kanada antara 24-28 September 2008, dan kemudian tersedia dalam format DVD dan Blu-ray pada 3 Februari 2009. Rilisan ini mencakup fitur khusus seperti dokumenter tentang hari-hari terakhir produksi (RENT: The Final Days on Broadway), tirai penutup terakhir (The Final Curtain Call), dan cerita tentang dinding belakang panggung yang penuh dengan pesan dari para pemeran dan kru (The Wall).
Rent: Filmed Live on Broadway bukan hanya dokumentasi musikal yang memenangkan empat Tony Awards dan Pulitzer Prize ini, tetapi juga perayaan warisan Jonathan Larson, yang meninggal secara tragis karena diseksi aorta pada malam sebelum pembukaan off-Broadway Rent pada 1996. Dengan penggambaran karakternya yang beragam—termasuk representasi komunitas LGBTQ+ dan mereka yang hidup dengan HIV/AIDS—serta musik rock yang kuat seperti “Seasons of Love”, “La Vie Bohème”, dan “No Day But Today”, film ini menghidupkan semangat Rent bagi penggemar setia (Rent-heads) dan penonton baru, menangkap keajaiban teater langsung dengan cara yang dinamis dan mendalam.

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank