Community Rating






Jagat Arwah
“Jagat Arwah” adalah film horor fantasi Indonesia yang dirilis pada 29 September 2022, diproduksi oleh Visinema Pictures dan disutradarai oleh Ruben Adrian. Film ini mengisahkan perjalanan Raga (diperankan oleh Ari Irham), seorang pemuda yang bercita-cita menjadi anak band terkenal. Namun, hidupnya berubah drastis setelah kematian misterius ayahnya, Sukmo (Kiki Narendra). Raga kemudian menemukan fakta bahwa dirinya adalah keturunan Aditya ketujuh, penyeimbang antara Jagat Manusia dan Jagat Arwah. Dibantu pamannya, Paklik Jaya (Oka Antara), Raga belajar mengendalikan kekuatan dalam dirinya dan berinteraksi dengan arwah seperti Nonik (Cinta Laura), Kunti (Sheila Dara), dan Genderuwo (Ganindra Bimo).
Film ini menggabungkan elemen horor, fantasi, dan petualangan, dengan fokus pada pencarian jati diri serta tradisi keluarga. Berbeda dari film horor konvensional yang menonjolkan ketakutan, “Jagat Arwah” lebih menekankan narasi mistis dan efek visual CGI berkualitas tinggi yang dikerjakan oleh talenta lokal. Durasi film ini sekitar 107 menit, dan menampilkan pendekatan unik dengan menghadirkan sosok arwah yang tidak sepenuhnya menyeramkan, melainkan memiliki peran dalam cerita.
Kecocokan dengan Anak
Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia mengklasifikasikan “Jagat Arwah” untuk penonton usia 13 tahun ke atas, yang berarti film ini tidak direkomendasikan untuk anak-anak di bawah usia tersebut tanpa bimbingan orang tua. Berikut analisis kecocokannya dengan anak:
-
Konten dan Tema
- Film ini mengandung unsur mistis dan supranatural, seperti penampakan arwah (Kuntilanak, Genderuwo) serta adegan yang berhubungan dengan kematian dan ritual. Meski arwah tidak didesain untuk menakut-nakuti secara ekstrem, tema ini bisa membingungkan atau menimbulkan ketakutan bagi anak-anak yang belum memahami konsep kematian atau dunia gaib.
- Narasi tentang pencarian jati diri dan tanggung jawab mungkin terlalu kompleks untuk anak di bawah 13 tahun, karena membutuhkan pemahaman emosional dan konteks budaya yang lebih matang.
-
-
Visual dan Efek
- Penggunaan CGI yang intens, seperti cahaya supernatural atau transformasi arwah, bisa menarik perhatian anak-anak secara visual. Namun, beberapa adegan—misalnya pertemuan dengan Genderuwo atau Kuntilanak—mungkin tetap terasa menegangkan meskipun tidak terlalu horor.
- Tidak ada laporan tentang kekerasan grafis atau gore yang berlebihan, sehingga film ini relatif “ringan” dibandingkan horor modern lainnya.
-
-
Pesan Moral
- Film ini menawarkan nilai positif seperti pentingnya menerima tanggung jawab, menghormati tradisi keluarga, dan menemukan identitas diri. Pesan ini bisa menjadi bahan diskusi yang mendidik bagi anak-anak yang lebih besar (remaja), terutama jika didampingi orang tua.
-
-
Rekomendasi untuk Anak
- Anak di bawah 13 tahun: Kurang cocok tanpa pengawasan. Unsur mistis dan suasana tegang mungkin memicu ketakutan atau salah tafsir, terutama bagi anak yang sensitif terhadap cerita horor.
- Remaja (13 tahun ke atas): Sangat sesuai, terutama bagi yang menyukai cerita fantasi dengan sentuhan budaya lokal. Film ini aman ditonton karena tidak mengandalkan jumpscare berlebihan atau konten yang tidak pantas.
-
Kesimpulan
“Jagat Arwah” adalah film horor fantasi yang unik dengan pendekatan naratif yang lebih lembut dibandingkan horor pada umumnya, menjadikannya pilihan yang menarik untuk remaja. Namun, untuk anak-anak di bawah 13 tahun, sebaiknya ada pendampingan orang tua untuk menjelaskan elemen mistis dan memastikan mereka nyaman dengan tema yang disajikan. Jika anak Anda mudah takut atau belum terbiasa dengan cerita bertema gaib, film ini mungkin bukan pilihan terbaik.
This content is restricted!
Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.
Sinopsis Lengkap Film Jagat Arwah
Jagat Arwah adalah film horor fantasi petualangan Indonesia tahun 2022 yang disutradarai oleh Ruben Adrian dalam debut penyutradaraannya. Diproduksi oleh Visinema Pictures, film ini ditulis oleh Ruben Adrian dan M. Rino Sarjono berdasarkan cerita karya Mike Wiluan. Dibintangi oleh Ari Irham sebagai Raga, Oka Antara sebagai Jaya, Cinta Laura sebagai Nonik, Sheila Dara Aisha sebagai Kunti, Ganindra Bimo sebagai Genderuwo (Dru), dan Kiki Narendra sebagai Sukmo, Jagat Arwah mengusung tema mistis yang kental dengan budaya Kejawen, khususnya konsep sedulur papat limo pancer—empat makhluk gaib yang mendampingi manusia sepanjang hidup. Film berdurasi 107 menit ini tayang perdana di bioskop Indonesia pada 29 September 2022 dan kemudian tersedia di Netflix mulai 18 Mei 2023. Dengan perpaduan horor, fantasi, dan elemen petualangan, Jagat Arwah menawarkan pengalaman sinematik yang berbeda dari film horor Indonesia pada umumnya.
Awal Cerita: Kematian Misterius Sukmo
Cerita dimulai dengan Raga, seorang pemuda yang bercita-cita menjadi musisi dan ingin keluar dari kehidupan sederhana di desa bersama ayahnya, Sukmo, yang berprofesi sebagai penjual obat keliling. Hubungan Raga dan Sukmo tidak harmonis, ditandai dengan ketegangan akibat perbedaan pandangan hidup. Raga merasa terkekang oleh kehidupan desa dan ingin mengejar mimpinya sebagai anggota band ternama di kota. Namun, kehidupannya berubah drastis ketika Sukmo meninggal secara mendadak dan mencurigakan setelah pergi ke luar kota. Kematian ayahnya yang penuh misteri meninggalkan Raga dengan banyak pertanyaan, mendorongnya untuk menelusuri kebenaran di balik peristiwa tragis tersebut.
Raga mulai dihantui oleh kejadian-kejadian aneh dan mimpi-mimpi mistis yang mengganggu ketenangannya. Obsesinya terhadap musik terpaksa dikesampingkan sementara ia berusaha mengungkap tabir kematian ayahnya. Dalam perjalanannya, Raga menemukan fakta mengejutkan bahwa hidupnya tidak seperti manusia biasa. Ia adalah keturunan penyeimbang dua dunia—jagat manusia dan jagat arwah—dengan gelar Aditya ke-7, sebuah tanggung jawab turun-temurun yang diwarisi dari keluarganya.
Perjalanan Mistis dan Pembukaan Mata Batin
Untuk memahami takdirnya, Raga dibantu oleh pamannya, Jaya, seorang tokoh yang memiliki pengetahuan mendalam tentang dunia mistis dan tradisi keluarga mereka. Jaya membuka mata batin Raga, memungkinkannya melihat dan berinteraksi dengan arwah-arwah yang memiliki ikatan dengannya. Tiga sosok gaib yang menemani Raga adalah Nonik (Cinta Laura), seorang arwah noni Belanda yang tewas dalam kebakaran rumah sakit; Kunti (Sheila Dara), seorang kuntilanak yang mencari cinta sejati; dan Dru, alias Genderuwo (Ganindra Bimo), yang semasa hidup adalah pembunuh bayaran pada masa penjajahan Belanda namun memiliki sisi humanis. Ketiga arwah ini merepresentasikan sedulur papat limo pancer, konsep Kejawen tentang empat entitas gaib yang mendampingi manusia sejak lahir hingga meninggal.
Raga awalnya kewalahan menghadapi dunia baru yang penuh dengan teror mistis. Ia harus belajar mengendalikan kekuatan batinnya sambil menghadapi ancaman dari kekuatan jahat yang ingin mengacaukeseimbangan antara jagat manusia dan jagat arwah. Kekuatan jahat ini terkait dengan Batu Jagat, sebuah artefak suci yang diturunkan oleh Sang Penerang untuk menjaga harmoni kedua dunia. Namun, batu ini kini tercemar karena ambisi, dengki, dan ketamakan manusia yang mencari kekuasaan. Raga, sebagai Wangsa Aditya, ditakdirkan untuk menjadi penjaga Batu Jagat dan memulihkan keseimbangan yang telah retak.
Konflik dan Tantangan
Perjalanan Raga tidak hanya melibatkan pertarungan melawan entitas gaib, tetapi juga konflik batin. Ia terjebak antara keinginan mengejar mimpinya sebagai musisi dan tanggung jawab besar sebagai penyeimbang dua dunia. Tradisi keluarga menuntutnya untuk mengorbankan kehidupan pribadinya, sementara hatinya masih terpaut pada dunia manusia. Interaksi Raga dengan Nonik, Kunti, dan Dru menambah dimensi emosional pada cerita, karena masing-masing arwah memiliki latar belakang tragis yang memengaruhi hubungan mereka dengan Raga.
Selain itu, Raga dan Jaya harus menghadapi kelompok antagonis yang dikenal sebagai Getih, yang dipimpin oleh tokoh bernama Kus (Muhammad Khan). Kelompok ini berambisi menguasai Batu Jagat untuk kepentingan mereka sendiri, mengancam keseimbangan alam semesta. Pertempuran antara Raga dan kekuatan jahat ini penuh dengan aksi, efek visual CGI yang memukau, dan momen-momen horor yang menegangkan, seperti kemunculan burung gagak sebagai pertanda buruk atau suara-suara misterius di tengah hutan.
Klimaks dan Resolusi
Pada puncak cerita, Raga menghadapi ujian terbesar: memilih antara kembali ke kehidupan lamanya sebagai manusia biasa atau menerima takdirnya sebagai penjaga jagat. Dengan bantuan Jaya dan arwah-arwah pendampingnya, Raga bertarung melawan kekuatan jahat yang mengancam Batu Jagat. Pertempuran ini tidak hanya menguji kekuatan fisik dan batinnya, tetapi juga keberaniannya untuk mengorbankan keinginan pribadi demi kebaikan yang lebih besar.
Film ini menutup perjalanan Raga dengan nada yang menggugah, menyoroti tema pengorbanan, pencarian jati diri, dan pentingnya menjaga harmoni antara dunia nyata dan gaib. Meski tidak sepenuhnya menyelesaikan semua misteri, Jagat Arwah meninggalkan ruang untuk interpretasi penonton tentang nasib Raga dan keseimbangan dua dunia yang ia jaga.
Elemen Budaya dan Produksi
Jagat Arwah kental dengan nuansa budaya Jawa, termasuk pantangan seperti tidak boleh bersiul di malam hari (karena mengundang kuntilanak), larangan makan mendahului orang tua, dan anggapan bahwa keluar rumah setelah maghrib dapat mengundang makhluk halus. Film ini juga mengeksplorasi urban legend Jawa, seperti kemunculan burung gagak sebagai pertanda kematian.
Dari sisi produksi, Jagat Arwah menonjol dengan penggunaan efek visual yang berkelas, terutama dalam menggambarkan entitas gaib dan dunia arwah. Lokasi syuting, seperti hutan Wanagama di Yogyakarta dan Kaliangkrik di Magelang, menambah atmosfer mencekam, dengan beberapa aktor seperti Ari Irham dan Ganindra Bimo melaporkan pengalaman mistis selama proses syuting, seperti mendengar suara hajatan di tengah hutan pada pukul 2 pagi atau melihat kaki pucat yang bergerak aneh.
Penerimaan dan Dampak
Teaser Jagat Arwah yang dirilis pada 24 Mei 2022 berhasil menarik lebih dari satu juta penonton dalam waktu kurang dari 24 jam, menunjukkan antusiasme besar dari publik. Film ini dipuji karena menyajikan alur cerita yang segar, menggabungkan horor dengan fantasi, serta menampilkan akting kuat dari para bintangnya. Di IMDb, film ini mendapat rating 7.0/10, mencerminkan penerimaan positif dari penonton. Meski beberapa ulasan menyebutkan bahwa eksekusi ceritanya belum sempurna, Jagat Arwah dianggap sebagai langkah baru dalam perfilman horor Indonesia.
Jagat Arwah adalah perjalanan epik yang memadukan ketegangan horor, keajaiban fantasi, dan kekayaan budaya Jawa, menjadikannya salah satu film horor Indonesia yang patut disaksikan bagi penggemar genre ini.
Lihat Film Lain
Produk Terkait
Community Rating





