
Community Rating






Human Planet
This content is restricted!
Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.
“Human Planet” adalah serial dokumenter 8 episode yang diproduksi oleh BBC dan pertama kali ditayangkan pada tahun 2011. Serial ini berfokus pada hubungan luar biasa antara manusia dan alam, mendokumentasikan bagaimana manusia beradaptasi untuk bertahan hidup di lingkungan paling ekstrem di Bumi. Setiap episode membawa penonton ke habitat yang berbeda, mulai dari kutub utara yang beku, gurun yang gersang, hingga hutan rimba yang lebat, menunjukkan kecerdikan dan ketahanan umat manusia.
Serial ini mengeksplorasi bagaimana masyarakat di seluruh dunia telah membangun hubungan yang kompleks, dan seringkali saling menguntungkan, dengan lingkungan alam mereka.
Ringkasan Episode:
1. Oceans: Into the Blue (Lautan: Menuju Biru) – Episode ini menampilkan orang-orang yang hidup bergantung pada lautan, seperti para pemburu paus di Indonesia dan nelayan yang menggunakan lumba-lumba untuk membantu mereka menangkap ikan di Brasil.
2. Deserts: Life in the Furnace (Gurun: Kehidupan di dalam Tungku) – Menyoroti kehidupan di gurun paling kering di dunia. Episode ini menampilkan tradisi berburu ikan massal di danau gurun yang mengering di Mali dan perjuangan suku Tuareg mencari air.
3. Arctic: Life in the Deep Freeze (Arktik: Kehidupan di Titik Beku) – Mengikuti kehidupan suku Inuit di Greenland selama musim dingin yang ekstrem, termasuk perburuan anjing laut dan narwhal yang berbahaya.
4. Jungles: People of the Trees (Hutan: Manusia Pohon) – Menjelajahi kehidupan masyarakat yang tinggal di hutan rimba, seperti Suku Korowai di Papua yang membangun rumah di puncak pohon tinggi dan suku Matis di Brasil yang berburu dengan sumpit panjang.
5. Mountains: Life in Thin Air (Pegunungan: Kehidupan di Udara Tipis) – Berfokus pada komunitas yang hidup di dataran tinggi, mulai dari Pegunungan Andes hingga Himalaya, dan tantangan hidup di ketinggian dengan oksigen yang tipis.
6. Grasslands: The Roots of Power (Padang Rumput: Akar Kekuatan) – Memperlihatkan bagaimana manusia bertahan hidup di padang rumput terbuka, bersaing dengan satwa liar untuk mendapatkan sumber daya.
7. Rivers: Friend and Foe (Sungai: Kawan dan Lawan) – Menunjukkan ketergantungan manusia pada sungai besar di dunia untuk transportasi, makanan, dan ritual, sekaligus bahaya banjir yang mengancam.
8. Cities: Surviving the Urban Jungle (Kota: Bertahan di Hutan Beton) – Episode terakhir ini mengeksplorasi lingkungan buatan manusia yang paling ekstrem: kota. Episode ini menunjukkan bagaimana penduduk kota beradaptasi dengan kehidupan perkotaan yang padat dan penuh tantangan.
Kecocokan dengan Anak-Anak
“Human Planet” menawarkan nilai edukasi yang sangat tinggi dengan sinematografi yang memukau. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh orang tua sebelum menontonnya bersama anak-anak.
Aspek Positif:
– Wawasan Budaya dan Geografi: Serial ini adalah cara yang fantastis untuk memperkenalkan anak-anak pada keragaman budaya dan lingkungan di seluruh dunia.
– Ketahanan dan Adaptasi Manusia: Menunjukkan kisah-kisah inspiratif tentang bagaimana manusia dapat beradaptasi dan bertahan hidup dalam kondisi yang sangat sulit.
– Visual yang Menakjubkan: Pengambilan gambar berkualitas tinggi membuat pengalaman menonton menjadi sangat menarik dan imersif.
Konten yang Memerlukan Pertimbangan Orang Tua
– Adegan Perburuan dan Kekerasan: Serial ini secara gamblang menampilkan adegan perburuan hewan liar. Beberapa adegan mungkin terlalu gamblang untuk anak-anak yang lebih kecil atau sensitif, seperti penombakan paus atau hewan yang dibunuh untuk makanan.
– Ritual dan Tradisi: Beberapa ritual yang ditampilkan, seperti yang terkait dengan kedewasaan atau upacara adat, bisa jadi sulit dipahami atau bahkan mengganggu bagi anak-anak. Laporan juga menyebutkan bahwa Suku Korowai yang ditampilkan dalam serial ini pernah dilaporkan mempraktikkan kanibalisme.
– Kontroversi Keakuratan: Terungkap bahwa beberapa adegan dalam “Human Planet” ternyata tidak sepenuhnya alami. BBC mengakui bahwa adegan rumah pohon Suku Korowai di Papua sengaja dibuat untuk keperluan syuting dan tidak mencerminkan tempat tinggal mereka yang sebenarnya. Selain itu, adegan perburuan unta oleh serigala di gurun Gobi ternyata menggunakan serigala semi-jinak yang dibawa ke lokasi. Hal ini mengurangi nilai dokumenter murni dari tayangan tersebut.
Rekomendasi:
“Human Planet” lebih cocok untuk anak-anak usia remaja (13 tahun ke atas) yang sudah dapat memahami konteks budaya yang kompleks dan membedakan antara kebutuhan bertahan hidup dengan kekerasan. Untuk anak-anak yang lebih muda, pendampingan orang tua sangat dianjurkan.
Orang tua dapat menggunakan serial ini sebagai bahan diskusi untuk membicarakan topik-topik seperti:
– Perbedaan cara hidup di berbagai belahan dunia.
– Pentingnya menghormati alam dan budaya lain.
– Realitas di balik produksi film dokumenter, termasuk isu etika dan penggambaran yang tidak selalu akurat.
Secara keseluruhan, “Human Planet” adalah serial yang membuka wawasan, namun kebijaksanaan dan bimbingan orang tua adalah kunci untuk memastikan pengalaman menonton yang positif dan edukatif bagi anak-anak.
Lihat Film Lain
Produk Terkait
- Film
Kungfu Panda 1
- Film
The Incredibles
- Film
Raya
Community Rating




