Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank
blank

After School Horror

Sinopsis dari film After School Horror (2014)
Film horor Indonesia yang disutradarai Nayato Fio Nuala dan diadaptasi dari novel karya Nana R. Praptini.
Sinopsis Lengkap
Film ini berlatar di sebuah sekolah menengah atas (SMA) biasa di Indonesia, di mana beredar urban legend atau cerita misteri tentang sebuah bilik/pintu toilet tua yang sudah lama terkunci rapat dan tidak pernah dibuka selama bertahun-tahun. Legenda ini menjadi bahan obrolan menyeramkan di kalangan siswa.Cerita dimulai ketika Rino (diperankan Maxime Bouttier), siswa kelas 3 SMA yang senior, bersama teman-temannya Andi (Christ Laurent) dan Vina (Pamela Bowie), sedang mengadakan masa orientasi atau “jurit malam” untuk calon pengurus OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) baru. Sebagai bagian dari tantangan senior kepada junior, Rino menceritakan kisah horor tentang pintu toilet terkunci itu kepada para calon pengurus OSIS, termasuk Sinta (Indah Permatasari) dan teman-temannya.Awalnya, cerita Rino dianggap hanya mitos atau bercandaan untuk menakut-nakuti junior. Namun, ternyata pintu toilet yang dimaksud memang benar-benar ada dan selalu dikunci rapat. Untuk membuktikan keberanian dan sebagai bagian dari tantangan OSIS, para senior menyuruh salah satu junior (Sinta) untuk membuka pintu tersebut menggunakan linggis dan hanya ditemani sebatang lilin sebagai penerang. Mereka juga memasang kamera di lorong untuk merekam reaksi ketakutan para peserta.Saat Sinta dan beberapa junior nekat mendekati dan mencoba membuka pintu toilet itu di malam hari, kejadian-kejadian aneh mulai terjadi: suara langkah kaki, bisikan misterius, bayangan hitam, hingga penampakan hantu perempuan. Ternyata, pintu itu menyimpan rahasia kelam dari masa lalu sekolah.Dari penuturan Pak Norman (seorang guru yang akhirnya terlibat), diketahui bahwa dulunya ada seorang siswi bernama Asih yang sangat jatuh cinta kepada Pak Norman. Namun, karena Pak Norman sudah berkeluarga, dia menolak cinta Asih. Asih yang patah hati akhirnya melakukan bunuh diri di bilik toilet tersebut (atau dibunuh dalam versi yang lebih kelam menurut beberapa cerita). Arwah Asih kemudian menjadi hantu yang gentayangan dan marah jika pintu toilet itu dibuka atau diganggu.Setelah pintu dibuka, teror semakin menjadi-jadi. Hantu Asih mulai mengganggu tidak hanya Sinta, tapi juga Andi, Vina, Rino, dan siswa-siswa lain. Ada penampakan hantu anak kecil yang bergelayutan, suara tangisan, hingga kejar-kejaran di lorong sekolah gelap. Para siswa panik dan berusaha melarikan diri, sementara Pak Norman berusaha menenangkan situasi dengan melakukan ritual untuk mengembalikan arwah Asih ke tempat semula dan menutup kembali misteri itu.Film berakhir dengan nuansa horor khas Indonesia: campuran jumpscare, penampakan hantu berwajah pucat berambut panjang, serta pesan moral bahwa mengganggu tempat/benda terlarang atau main-main dengan hal-hal mistis bisa membawa bahaya besar.
Kecocokan dengan Tontonan Anak
Sangat tidak cocok untuk anak-anak (terutama di bawah usia 15–17 tahun). Alasan utamanya:

  • Rating resmi: Film ini biasanya diklasifikasikan 13+ atau Remaja di Indonesia (ada unsur kekerasan ringan, teror psikologis, dan adegan hantu yang menyeramkan).
  • Unsur horor: Mengandung banyak jumpscare, penampakan hantu (termasuk hantu perempuan dengan wajah menyeramkan dan rambut panjang), suara-suara menyeramkan, kegelapan sekolah malam hari, serta tema bunuh diri dan arwah penasaran yang bisa menimbulkan rasa takut berkepanjangan pada anak.
  • Tema: Cerita melibatkan mitos urban school, tantangan berbahaya antar siswa, dan gangguan arwah akibat mengganggu tempat terlarang — ini bisa memicu paranoia atau ketakutan berlebih pada anak yang imajinasinya masih tinggi.
  • Adegan: Ada momen kejar-kejaran, teror psikologis, dan visual hantu yang cukup intens meski tidak terlalu berdarah-darah seperti slasher.

Rekomendasi:

  • Cocok untuk remaja akhir (17+) atau dewasa muda yang suka horor ringan ala Indonesia (seperti genre hantu sekolah).
  • Tidak disarankan untuk anak di bawah 13 tahun, apalagi anak kecil yang mudah takut atau sering mengalami mimpi buruk setelah menonton horor.
    Jika ingin tontonan horor sekolah yang lebih ringan untuk remaja, lebih baik pilih film dengan komedi horor atau rating lebih rendah.

Film ini termasuk salah satu horor sekolah klasik Indonesia era 2010-an yang cukup populer di kalangan pencinta film hantu lokal.

This content is restricted!

Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank