Saint Ethanbaron V. Nusjuro: Biografi Lengkap Sang Dewa Keuangan dan Ahli Pedang Tertinggi Pemerintah Dunia
Saint Ethanbaron V. Nusjuro adalah salah satu figur paling misterius dan berpengaruh dalam serial manga dan anime populer, One Piece. Sebagai anggota Gorosei (Lima Tetua), ia menduduki posisi puncak otoritas Pemerintah Dunia, sebuah eksistensi yang keberadaannya saja sudah cukup untuk menggetarkan dunia. Dikenal dengan gelar “Dewa Prajurit Keuangan” (財務武神, Zaimu Bushin), Nusjuro tidak hanya memegang kendali atas ekonomi global tetapi juga merupakan seorang ahli pedang yang kemampuannya ditakuti.
Penampilan dan Kepribadian
Nusjuro memiliki penampilan yang sangat khas di antara para Gorosei. Ia digambarkan sebagai seorang pria tua yang kurus dengan rambut putih panjang yang dikuncir ke belakang, serta kumis dan jenggot yang panjang. Berbeda dengan anggota Gorosei lainnya yang selalu mengenakan setelan jas hitam, Nusjuro lebih sering terlihat mengenakan gi (seragam bela diri) berwarna putih dan geta (sandal kayu tradisional Jepang), yang memberikan petunjuk kuat akan latar belakangnya yang kental dengan budaya Wano. Ciri paling mencolok dari penampilannya adalah pedang yang selalu ia bawa, yang diyakini sebagai salah satu dari 12 Pedang Tingkat Tertinggi, Shodai Kitetsu.
Secara kepribadian, Nusjuro adalah individu yang dingin, penuh perhitungan, dan sangat setia kepada Imu, penguasa rahasia dunia. Ia menunjukkan sedikit toleransi terhadap siapa pun yang menentang otoritas absolut Pemerintah Dunia. Ketenangannya dalam menghadapi situasi genting, seperti saat menerima laporan kehancuran Kerajaan Lulusia, menunjukkan sifatnya yang kejam dan pragmatis, di mana tujuan Pemerintah Dunia berada di atas segalanya, termasuk nyawa jutaan orang. Ia juga terlihat sangat vokal dalam pertemuan Gorosei, seringkali memberikan analisis tajam mengenai keseimbangan kekuatan dunia.
Posisi dan Peran dalam Pemerintah Dunia
Sebagai “Dewa Prajurit Keuangan,” tanggung jawab utama Saint Nusjuro adalah mengelola dan mengawasi seluruh aspek keuangan Pemerintah Dunia. Kekuasaannya mencakup penentuan anggaran untuk berbagai organisasi di bawahnya, termasuk Marinir dan Cipher Pol, serta kebijakan ekonomi yang berdampak pada semua negara anggota.
Namun, gelarnya sebagai “Dewa Prajurit” bukanlah sekadar hiasan. Nusjuro adalah seorang petarung yang sangat kuat, sejajar dengan anggota Gorosei lainnya yang semuanya memiliki kemampuan tempur mengerikan. Ia bersama rekan-rekannya merupakan benteng pertahanan terakhir dari Tahta Kosong dan pelindung setia bagi Imu.
Kemampuan dan Kekuatan
Saint Ethanbaron V. Nusjuro adalah salah satu karakter terkuat yang telah diperkenalkan dalam seri One Piece. Kekuatannya bersumber dari kombinasi Buah Iblis, Haki, dan kemahiran berpedang tingkat tinggi.
Buah Iblis: Nusjuro adalah pemakan Buah Iblis tipe Mythical Zoan, Uma Uma no Mi, Model: Bakotsu (馬骨, Bakotsu). “Bakotsu” secara harfiah berarti “tulang kuda” dan merupakan sejenis yōkai (makhluk supernatural) dalam cerita rakyat Jepang yang berwujud kerangka kuda. Dalam wujudnya, Nusjuro dapat berubah menjadi kuda kerangka raksasa atau hibrida manusia-kuda (mirip centaur) yang memberinya kecepatan luar biasa dan kemampuan regeneratif. Dalam salah satu penampilannya di Pulau Egghead, ia mampu melesat dan melumpuhkan sejumlah besar Pacifista dalam sekejap mata.
Ilmu Pedang (Zanjutsu): Sebagai pemegang Shodai Kitetsu, pedang terkutuk pertama dan terkuat dari seri Kitetsu, kemampuan berpedang Nusjuro berada di level tertinggi. Ia mampu menyalurkan kekuatan Buah Iblisnya ke dalam serangan pedangnya, menciptakan tebasan es yang dapat membekukan lawan dari dalam. Keahliannya ini menempatkannya sebagai salah satu ahli pedang terhebat di dunia, dengan beberapa spekulasi yang menyebutkan bahwa kekuatannya mungkin menyaingi atau bahkan melampaui Dracule “Hawkeye” Mihawk.
Haki: Meskipun belum secara eksplisit dikonfirmasi, sebagai seorang petarung di levelnya dan salah satu penguasa dunia, dapat dipastikan bahwa Nusjuro adalah pengguna ketiga jenis Haki (Busoshoku, Kenbunshoku, dan Haoshoku) pada tingkat yang sangat mahir.
Keterlibatan dalam Alur Cerita
Meskipun telah diperkenalkan sejak lama bersama Gorosei lainnya, peran aktif Nusjuro baru benar-benar terlihat dalam saga terakhir One Piece.
Sebelum Timeskip: Penampilan awalnya terbatas pada pertemuan-pertemuan rahasia Gorosei di Marijoa, di mana mereka membahas ancaman yang ditimbulkan oleh para perompak, khususnya Topi Jerami, dan peristiwa-peristiwa besar lainnya.
Pasca Timeskip dan Insiden Egghead: Peran Nusjuro menjadi jauh lebih signifikan selama arc Egghead. Ketika situasi di pulau tersebut menjadi tidak terkendali dengan pengkhianatan Dr. Vegapunk dan pergerakan kru Topi Jerami, Nusjuro bersama seluruh anggota Gorosei turun langsung ke lapangan untuk mengatasi krisis. Di sinilah kekuatan sejatinya pertama kali didemonstrasikan. Ia dengan mudah menebas dan membekukan para Pacifista, menunjukkan efisiensi dan kekuatan destruktifnya. Kehadirannya di Egghead menegaskan betapa seriusnya ancaman yang ditimbulkan oleh Luffy dan sekutunya di mata Pemerintah Dunia.
Spekulasi dan Teori
Mengingat penampilannya yang bergaya Wano dan kepemilikannya atas Shodai Kitetsu, banyak teori yang mengaitkan Saint Ethanbaron V. Nusjuro dengan sejarah Negeri Wano. Ada spekulasi bahwa ia mungkin berasal dari Wano dan merupakan salah satu sosok yang terlibat dalam peristiwa di masa lalu yang berkaitan dengan klan Kozuki dan Poneglyph. Beberapa teori bahkan mengarah pada kemungkinan bahwa ia memiliki hubungan atau sejarah dengan samurai legendaris, Shimotsuki Ryuma. Kemiripan postur dan gaya berpedangnya memicu banyak diskusi di kalangan para penggemar mengenai potensi pertarungannya di masa depan melawan Roronoa Zoro.
Sebagai figur sentral di puncak kekuasaan, Saint Ethanbaron V. Nusjuro adalah perwujudan dari kekuatan absolut dan sejarah kelam yang disembunyikan oleh Pemerintah Dunia. Dengan terungkapnya kekuatannya, ia dipastikan akan menjadi salah satu antagonis utama yang harus dihadapi oleh para protagonis dalam perjalanan mereka mengungkap kebenaran Abad Kekosongan dan mencapai tujuan akhir mereka.

