
Reza Rahadian
Home » Reza Rahadian
Aktor di
-
Pangku (2025) – (juga sebagai sutradara, detail peran belum dirilis)
-
The Most Beautiful Girl in the World (2025)
-
Heartbreak Motel (2024)
-
24 Jam Bersama Gaspar (2024)
-
Siksa Kubur (2024)
-
Pasutri Gaje (2024)
-
Berbalas Kejam (2023)
-
Buya Hamka (2023) – (Volume 1, 2, dan 3)
-
Gampang Cuan (2023)
-
Jalan yang Jauh, Jangan Lupa Pulang (2023)
-
Mendarat Darurat (2022)
-
Garudastana (2022) – (diumumkan, status rilis belum jelas hingga Maret 2025)
-
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021)
-
Surga yang Tak Dirindukan 3 (2021)
-
Toko Barang Mantan (2020)
-
Abracadabra (2020)
-
Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan (2019)
-
Bebas (2019)
-
Twivortiare (2019)
-
Habibie & Ainun 3 (2016)
-
My Stupid Boss 2 (2019)
-
Terlalu Tampan (2019)
-
Sri Asih (2018) – (rilis ditunda hingga 2022)
-
Benyamin Biang Kerok (2018)
-
London Love Story 3 (2018)
-
Insya Allah Sah 2 (2018)
-
The Gift (2018)
-
Battle of Surabaya (2015) – (animasi, pengisi suara)
-
Kapan Kawin? (2015)
-
Nay (2015)
-
Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)
-
Pendekar Tongkat Emas (2014)
-
7 Misi Rahasia Sophie (2014)
-
Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (2013)
-
Habibie & Ainun (2012)
-
Test Pack (2012)
-
Perahu Kertas 2 (2012)
-
Perahu Kertas (2012)
-
Brokenhearts (2012)
-
Dilema (2012)
-
Laut Bercermin (2011)
-
Jakarta Maghrib (2011)
-
Tanda Tanya (?) (2011)
-
Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010)
-
3 Hati, Dua Dunia, Satu Cinta (2010)
-
Hari untuk Amanda (2010)
-
Emak Ingin Naik Haji (2009)
-
Perempuan Berkalung Sorban (2009)
-
Kirana (2008)
-
Pulau Hantu 2 (2008)
-
Film Horor (2007)
Biography
-
Nama Lengkap: Reza Rahadian Matulessy
-
Tanggal Lahir: 5 Maret 1987
-
Tempat Lahir: Bogor, Jawa Barat, Indonesia
-
Kebangsaan: Indonesia
-
Pekerjaan: Aktor, Model, Penyanyi, Sutradara, Presenter
-
Tinggi Badan: 177 cm (5 kaki 10 inci)
-
Zodiak: Pisces
Kehidupan Awal
Reza Rahadian Matulessy lahir di Bogor, Jawa Barat, dari pasangan Abdul Rahim, seorang pria keturunan Persia, dan Pratiwi Widantini Matulessy, seorang wanita keturunan Ambon. Nama “Rahadian” merupakan gabungan dari nama orang tuanya, yang berarti “anak buah hati dari Rahim dan Pratiwi”, sementara “Matulessy” adalah nama keluarga dari sang ibu. Orang tua Reza berpisah saat ia masih berusia enam bulan, dan ia dibesarkan oleh ibunya sebagai orang tua tunggal di Jakarta. Meskipun tanpa kehadiran ayah, Reza menyatakan bahwa ia tidak pernah merasa kehilangan figur ayah karena dukungan kuat dari ibunya. Ia memiliki seorang adik laki-laki tiri, David Jonathan Timothee Matulessy, dari pernikahan kedua ibunya.
Reza tumbuh dalam lingkungan yang beragam secara budaya dan agama. Ibunya, seorang pecinta film, memengaruhi ketertarikannya pada dunia seni sejak kecil. Ia sering menonton film bersama ibunya, yang menjadi inspirasi awalnya untuk mengejar karier di dunia akting. Reza menempuh pendidikan di SMA Negeri 14 Jakarta dan mulai terlibat dalam kegiatan teater saat remaja. Ia kemudian melanjutkan studi di Universitas Indonesia, mengambil jurusan Ilmu Komunikasi, tetapi fokusnya tetap pada seni peran.
Awal Karier
Karier Reza dimulai dari dunia modeling, meskipun ia bukan model profesional. Pada tahun 2004, ia memenangkan penghargaan Top Guest dari majalah variasi Indonesia Aneka, yang memberinya eksposur awal di industri hiburan. Reza melihat modeling sebagai jalan masuk ke dunia akting, dan melalui popularitasnya sebagai model, ia mendapat tawaran untuk bermain dalam beberapa sinetron (serial televisi Indonesia). Debut sinetronnya adalah Inikah Rasanya (2004), diikuti oleh peran dalam Culunnya Pacarku dan Idola. Meskipun sinetron memberinya pengalaman, Reza merasa lebih tertarik pada film dan teater, yang ia anggap lebih menantang secara artistik.
Debut film Reza terjadi pada tahun 2007 dengan Film Horor, sebuah komedi horor yang kurang mendapat perhatian kritis. Ia kembali bermain dalam film horor Ghost Island 2 pada tahun 2008. Namun, Reza mulai merasa jenuh dengan genre horor dan mencari peran yang lebih substansial untuk menunjukkan kemampuan aktingnya.
Terobosan dan Karier Film
2009: Perempuan Berkalung Sorban Terobosan besar Reza datang pada tahun 2009 ketika ia berperan dalam film Perempuan Berkalung Sorban (Woman with a Turban) karya Hanung Bramantyo. Awalnya, ia mengikuti audisi untuk peran kecil, tetapi Hanung memilihnya untuk memerankan Samsuddin, suami poligamis yang kasar dari tokoh utama, Anissa (diperankan oleh Revalina S. Temat). Penampilannya yang kuat dan emosional membuatnya memenangkan Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2009, menandai awal kebangkitannya sebagai aktor serius. Film ini juga membuatnya lepas dari bayang-bayang film horor. Pada tahun yang sama, ia membintangi empat film lain, termasuk tiga komedi, seperti Ketika Cinta Bertasbih.
2010–2011: Diversifikasi Peran Pada tahun 2010, Reza membintangi empat film, menunjukkan jangkauan aktingnya yang luas. Salah satunya adalah 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta, sebuah drama romansa antaragama yang memenangkan Piala Citra untuk Film Terbaik di FFI 2010. Ia juga bermain dalam How Funny (This Country Is), yang menjadi nominasi Indonesia untuk Academy Awards ke-83. Pada tahun 2011, ia kembali membintangi empat film, termasuk The Mirror Never Lies karya Kamila Andini, di mana ia memerankan Tudo, seorang ahli lumba-lumba. Untuk peran ini, ia mempelajari perilaku lumba-lumba di Ancol, Jakarta Utara, menunjukkan dedikasinya sebagai aktor metode. Di luar akting, ia juga menyutradarai film pendek berjudul Sebelah (A Side) pada tahun ini.
2012: Puncak Pengakuan Tahun 2012 adalah tahun yang sangat produktif bagi Reza, dengan enam film yang dirilis. Salah satu peran yang menonjol adalah dalam BrokenHearts, di mana ia memerankan karakter anoreksia dan kehilangan 10 kg untuk mempersiapkan peran tersebut. Ia juga membintangi Perahu Kertas dan sekuelnya, adaptasi novel karya Dewi Lestari, sebagai Remi, seorang pengusaha yang berjuang dengan konflik antara cinta dan bisnis. Kritikus Niken Prathivi dari The Jakarta Post memuji penampilannya yang menunjukkan pergulatan batin yang mendalam.
Puncaknya adalah peran Reza sebagai B.J. Habibie, mantan Presiden Indonesia, dalam film biografi Habibie & Ainun, disutradarai oleh Faozan Rizal. Film ini mengisahkan romansa antara Habibie dan istrinya, Ainun (diperankan oleh Bunga Citra Lestari). Reza mempelajari mannerisme dan aksen Habibie dengan cermat, menghasilkan penampilan yang disebut “sempurna” oleh The Jakarta Post. Penampilannya membuatnya memenangkan Piala Citra untuk Pemeran Utama Pria Terbaik di FFI 2013, serta Pemeran Utama Pria Terfavorit di Indonesia Movie Awards (IMA) 2013. Film ini juga sukses secara komersial, menarik jutaan penonton.
2013–2016: Konsistensi dan Kesuksesan Reza terus membintangi film-film berkualitas. Pada tahun 2016, ia kembali memerankan Habibie dalam prekuel Rudy Habibie dan membintangi My Stupid Boss, sebuah komedi yang sukses secara artistik dan komersial. Perannya sebagai Bossman dalam film ini membuatnya memenangkan Piala Citra ketiganya untuk Pemeran Utama Pria Terbaik di FFI 2016. Ia juga bermain dalam drama romansa Critical Eleven (2017) bersama Adinia Wirasti, yang memperkuat reputasinya sebagai aktor serba bisa.
2017–2023: Peran Ikonik dan Pengaruh Global Reza terus mengeksplorasi berbagai genre. Beberapa film penting termasuk:
-
Surga Yang Tak Dirindukan (2015): Drama keluarga yang sukses di box office.
-
Imperfect (2019): Ia memerankan Dika, seorang fotografer, dalam film drama romansa yang mendapat rating IMDb 7.8/10 dan dirilis ulang di Netflix pada 2020.
-
Habibie & Ainun 3 (2019): Melanjutkan perannya sebagai Habibie.
-
Layla Majnun (2021): Drama romansa yang mendapat pujian kritis.
-
Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash (2021): Film aksi-drama yang memenangkan penghargaan di festival internasional.
-
Sri Asih (2022): Film superhero dari Bumilangit Cinematic Universe, di mana ia berperan bersama Pevita Pearce dan Ario Bayu.
-
Gadis Kretek (2023): Serial Netflix yang memperkuat kehadirannya di platform global.
-
24 Hours with Gaspar (2023): Film thriller distopia yang tayang perdana di Busan International Film Festival, di mana ia memerankan detektif Gaspar dalam adaptasi novel Sabda Armandio. Film ini menandai kolaborasinya dengan sutradara Yosep Anggi Noen dan menjadi proyek beranggaran besar pertamanya di genre fiksi ilmiah.
Pada tahun 2024, Reza kembali menarik perhatian dengan proyek penyutradaraan terbarunya, Love Unwanted (Pangku), yang memenangkan White Light Post-Production Award di Jaff Market, Yogyakarta. Ia juga terlibat dalam teater, termasuk pertunjukan Bunga Penutup Abad (2016), yang menunjukkan kemampuan panggungnya yang luar biasa.
Kehidupan Pribadi
Reza Rahadian dikenal sangat tertutup tentang kehidupan pribadinya. Hingga April 2025, ia belum menikah dan tidak memiliki anak. Tidak ada catatan resmi tentang hubungan asmara yang dikonfirmasi, meskipun rumor tentang kehidupan pribadinya pernah muncul di media. Reza pernah menyatakan bahwa ia fokus pada karier dan lebih memilih menjaga privasinya dari sorotan publik.
Reza adalah penggemar membaca, fotografi, dan bepergian. Ia juga aktif di media sosial, terutama Instagram, di mana ia sering membagikan momen dari proyek-proyeknya dan pemikiran pribadinya. Meskipun keturunan Persia dan Ambon, Reza mengidentifikasi dirinya sebagai orang Indonesia sepenuhnya dan memiliki ikatan kuat dengan budaya Jakarta, tempat ia dibesarkan.
Filantropi dan Kontribusi Sosial
Reza aktif dalam kegiatan sosial, terutama yang berkaitan dengan pendidikan dan perfilman. Sebagai Ketua Festival Film Indonesia periode 2021–2023, ia berperan besar dalam mempromosikan perfilman Indonesia di panggung nasional dan internasional. Ia juga sering terlibat dalam acara amal dan mendukung inisiatif untuk pengembangan bakat muda di industri kreatif.
Penghargaan dan Pencapaian
Reza Rahadian adalah salah satu aktor Indonesia dengan koleksi penghargaan terbanyak, termasuk:
-
Piala Citra:
-
Pemeran Pendukung Pria Terbaik (2009) untuk Perempuan Berkalung Sorban.
-
Pemeran Utama Pria Terbaik (2013) untuk Habibie & Ainun.
-
Pemeran Utama Pria Terbaik (2016) untuk My Stupid Boss.
-
Berbagai nominasi untuk film seperti Rudy Habibie dan Critical Eleven.
-
-
Indonesia Movie Awards:
-
Pemeran Utama Pria Terbaik (2011) untuk 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta.
-
Pemeran Utama Pria Terfavorit (2013) untuk Habibie & Ainun.
-
-
Maya Awards (2017) untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik.
-
Penghargaan internasional untuk film seperti Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash di festival seperti Locarno Film Festival.
-
Pengakuan sebagai salah satu aktor paling berpengaruh di Indonesia oleh Tatler Asia dan berbagai media lokal.
Reza telah membintangi lebih dari 30 film, dengan banyak di antaranya sukses secara kritis dan komersial. Total box office dari film-filmnya mencapai miliaran rupiah, menjadikannya salah satu bintang paling bankable di Indonesia. Kekayaan bersihnya diperkirakan sekitar $4,6 juta (sekitar Rp 72 miliar) pada 2025, yang berasal dari akting, penyutradaraan, dan endorsement.
Fakta Menarik
-
Reza adalah aktor metode yang sering mengubah penampilan fisik untuk peran, seperti menurunkan 10 kg untuk BrokenHearts dan mempelajari aksen Jerman untuk Habibie & Ainun.
-
Ia awalnya ingin menjadi sutradara sebelum akhirnya jatuh cinta pada akting.
-
Reza adalah penggemar musik jazz dan pernah merilis lagu sebagai bagian dari proyek film.
-
Ia dianggap sebagai “chameleon” di perfilman Indonesia karena kemampuannya memerankan berbagai karakter, dari presiden hingga penutup.
-
Meskipun keturunan Persia, Reza tidak fasih berbahasa Persia tetapi bangga dengan warisan budayanya.
Masa Depan
Reza Rahadian terus berkembang sebagai seniman. Dengan proyek penyutradaraan seperti Love Unwanted dan keterlibatannya dalam film-film besar seperti 24 Hours with Gaspar, ia menunjukkan ambisi untuk memperluas pengaruhnya di perfilman global. Ia juga menyatakan keinginannya untuk lebih banyak terlibat dalam teater dan proyek-proyek yang mendukung perfilman independen Indonesia. Dengan bakat, dedikasi, dan pengaruhnya, Reza kemungkinan akan tetap menjadi ikon perfilman Indonesia selama bertahun-tahun ke depan.






