Community Rating






Petualangan Sherina 1
- 2000
- 7+
Di film petualangan musikal ini, gadis cilik bernama Sherina yang kesulitan di sekolah barunya harus bekerja sama dengan teman sekelas yang merundungnya saat keduanya tertimpa masalah.
This content is restricted!
Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.
Sinopsis lengkap film *Petualangan Sherina* (2000) adalah film komedi musikal Indonesia yang disutradarai oleh Riri Riza dan ditulis oleh Jujur Prananto, dengan musik yang diaransemen oleh Elfa Secioria. Film ini mengisahkan petualangan Sherina, seorang gadis cerdas dan energik, serta Sadam, seorang anak yang awalnya menjadi pengganggu di sekolahnya. Berikut adalah sinopsis terlengkap berdasarkan informasi yang tersedia:
Sherina (Sherina Munaf), seorang gadis cilik yang ceria, cerdas, dan suka menyanyi, tinggal di Jakarta bersama orang tuanya, Darmawan (Mathias Muchus) dan ibunya (Ucie Nurul). Kehidupannya yang penuh warna berubah ketika ayahnya, seorang agronom lulusan IPB, memutuskan untuk pindah ke Bandung setelah mendapatkan pekerjaan di perkebunan milik Pak Ardiwilaga (Didi Petet) di Lembang. Dengan berat hati, Sherina meninggalkan teman-temannya di Jakarta dan pindah ke lingkungan baru.
Di sekolah barunya di Bandung, Sherina dengan cepat beradaptasi dan mendapatkan teman-teman baru berkat sifatnya yang periang. Namun, ia menjadi sasaran kejahilan Sadam (Derby Romero), seorang anak nakal yang bersama dua temannya, Dudung dan Icang, kerap mengganggu anak-anak lain, terutama yang lebih lemah. Sherina tidak tinggal diam; ia menyemangati teman-temannya untuk melawan kesewenang-wenangan Sadam dan gengnya, memicu persaingan sengit antara mereka. Salah satu momen ikonik adalah ketika kedua kelompok ini saling berhadapan melalui lagu “Jagoan”.
Selama libur sekolah tiga hari, Sherina dan keluarganya berkunjung ke rumah Pak Ardiwilaga. Di sana, Sherina terkejut mengetahui bahwa Sadam adalah putra Pak Ardiwilaga (Didi Petet) dan istrinya (Ratna Riantiarno). Ternyata, Sadam yang terkenal nakal di sekolah adalah anak manja di rumah, yang dipanggil “Yayang” oleh ibunya. Persaingan mereka berlanjut, dan Sadam menantang Sherina untuk mendaki bukit menuju Observatorium Bosscha melalui perkebunan dan hutan pinus.
Di tengah petualangan ini, Sherina dan Sadam menghadapi bahaya nyata. Sadam diculik oleh komplotan penjahat yang dipimpin Pak Raden (Butet Kertaredjasa), suruhan pengusaha licik bernama Kertarajasa (Djaduk Ferianto). Kertarajasa berkomplot dengan Natasya (Henidar Amroe) untuk mengambil alih perkebunan Pak Ardiwilaga dengan cara merusak lahan pertanian dan memaksa penjualan melalui penculikan Sadam. Sherina secara tidak sengaja menemukan rencana ini ketika mendengar suara Sadam dari bagasi mobil para penculik dan diminta melarikan diri.
Sherina mengikuti para penculik ke tempat persembunyian mereka. Saat penjaga tertidur, ia berhasil membebaskan Sadam dan mengambil dokumen yang menghubungkan Kertarajasa dengan kejahatan tersebut. Mereka melarikan diri ke Observatorium Bosscha dan bermalam di sana. Namun, di pagi hari, Sadam jatuh sakit, dan pintu observatorium terkunci dengan para penculik di luar. Dengan keberanian dan kecerdikan, Sherina berhasil turun dari dinding observatorium dan berlari ke desa terdekat untuk meminta bantuan.
Sherina tiba di rumah Pak Ardiwilaga tepat saat mereka hendak menandatangani akta penjualan tanah kepada Natasya. Ia mengungkap rencana jahat Kertarajasa dan Natasya, yang ternyata adalah pasangan suami-istri. Polisi segera menangkap mereka, dan para penculik juga ditangkap saat mencoba mengambil uang tebusan sebesar 3 miliar rupiah. Petualangan ini mengubah hubungan Sherina dan Sadam. Sadam meminta maaf atas kenakalannya, berhenti mengganggu teman-temannya, dan menjadi sahabat Sherina. Film ditutup dengan mereka dan teman-teman sekelas menyanyikan lagu “Persahabatan”, menekankan nilai kerja sama dan persahabatan.
Film ini mengusung pesan moral, seperti pentingnya persahabatan tanpa memandang status sosial, saling tolong-menolong, keberanian, dan penentangan terhadap patriarki, dengan menampilkan Sherina sebagai tokoh yang kuat dan cerdas. *Petualangan Sherina* juga menyoroti isu agraria, menjadikannya relevan sebagai edukasi sosial. Dengan soundtrack ikonik seperti “Lihatlah Lebih Dekat” dan “Jagoan”, film ini sukses besar, ditonton lebih dari 1,1 juta orang, meraih penghargaan di Asia Pacific Film Festival 2000, dan dinominasikan dalam enam kategori di Piala Citra.
Lihat Film Lain
Produk Terkait
Community Rating





