Jupiter Ascending
Sinopsis Film Jupiter Ascending (2015)
Jupiter Ascending adalah film space opera bergenre sci-fi action yang disutradarai oleh The Wachowskis (sutradara The Matrix). Film ini bercerita tentang seorang wanita biasa yang tiba-tiba terlibat dalam konflik kosmik besar yang melibatkan nasib seluruh umat manusia.
Jupiter Jones (diperankan oleh Mila Kunis) adalah seorang imigran Rusia keturunan yang tinggal di Chicago. Hidupnya sangat biasa dan bahkan terasa menyedihkan: setiap pagi pukul 04.45 ia bangun untuk membersihkan rumah orang kaya bersama ibu dan bibinya. Ia merasa terjebak dalam rutinitas yang membosankan, tanpa harapan besar di masa depan.
Tanpa Jupiter sadari, Bumi sebenarnya hanyalah salah satu dari banyak “peternakan” yang dimiliki oleh dinasti-dinasti alien transhuman yang sangat maju dan hampir abadi. Planet-planet seperti Bumi “ditanami” manusia selama ribuan tahun, lalu dipanen secara massal ketika populasinya mencapai titik tertentu. Hasil panen manusia ini diolah menjadi serum pemuda abadi yang sangat berharga bagi para elit antargalaksi. Proses ini mirip dengan siklus panen yang kejam, di mana seluruh peradaban dihancurkan demi umur panjang segelintir orang kaya raya.
Ketika matriark dari House Abrasax (dinasti paling kuat) meninggal dunia, anak-anaknya — Balem Abrasax (Eddie Redmayne), Kalique Abrasax (Tuppence Middleton), dan Titus Abrasax (Douglas Booth) — berebut warisan. Balem menguasai bisnis utama termasuk refinery raksasa di Jupiter, sementara yang lain mendapat bagian masing-masing. Namun, ada rahasia besar: matriark tersebut ternyata memiliki “recurrence” genetik sempurna, yaitu seseorang yang identik secara DNA dengannya, sehingga berhak mewarisi seluruh kepemilikan, termasuk Bumi.
Orang itu adalah Jupiter Jones. DNA-nya cocok sempurna karena ia lahir dari rekayasa genetik tak sengaja (atau takdir). Penemuan ini mengancam kekuasaan Balem, yang sedang mempersiapkan panen Bumi dalam waktu dekat.
Caine Wise (Channing Tatum), seorang prajurit genetik rekayasa (splice) setengah manusia setengah serigala dengan kemampuan terbang menggunakan gravity boots, dikirim untuk melacak dan “menangani” Jupiter. Awalnya ia bertugas membunuhnya, tapi kemudian berbalik melindunginya setelah menyadari potensi Jupiter. Bersama Stinger Apini (Sean Bean), mantan komandan Caine yang kini hidup di Bumi, mereka menyelamatkan Jupiter dari berbagai pembunuh bayaran alien.
Jupiter kemudian dibawa ke luar angkasa, bertemu dengan berbagai faksi dinasti Abrasax. Ia mengetahui kebenaran mengerikan tentang asal-usul Bumi dan rencana panen massal. Kalique menawarkan penjelasan sambil menunjukkan kekuatan serum pemuda, Titus mencoba memanipulasi Jupiter dengan janji pernikahan palsu untuk menguasai warisan, sementara Balem yang paling kejam berusaha menghabisi Jupiter dengan segala cara.
Sepanjang perjalanan, Jupiter harus belajar memahami posisinya sebagai pewaris sah, menghadapi pengkhianatan, pertarungan luar angkasa spektakuler, dan akhirnya membuat keputusan besar: apakah ia akan menyelamatkan Bumi (dan umat manusia) atau membiarkan siklus panen berlanjut demi kekuasaan pribadi. Klimaksnya melibatkan konfrontasi di refinery Jupiter yang megah, dengan aksi penyelamatan keluarga Jupiter dan pertarungan melawan Balem yang haus kekuasaan.
Film ini penuh dengan visual megah: kota-kota antargalaksi, pesawat luar angkasa raksasa, pertarungan antarplanet, makhluk alien aneh, dan efek spesial spektakuler. Namun, plotnya sering dianggap rumit, bertele-tele, dan agak membingungkan.
Kecocokan sebagai Tontonan Anak
Film ini tidak cocok untuk anak-anak kecil (di bawah usia 12–13 tahun) dan hanya layak untuk remaja di atas 13–15 tahun dengan pengawasan orang tua. Alasannya:
- Rating resmi: PG-13 (MPAA) karena mengandung kekerasan sci-fi intens, adegan aksi panjang, beberapa konten sugestif, dan partial nudity (pakaian minim, adegan telanjang belakang singkat, manusia dalam pod tanpa pakaian penuh tapi tidak eksplisit).
- Kekerasan & horor: Ada penembakan, pertarungan brutal, ledakan, pembunuhan, dan konsep mengerikan tentang “panen manusia” massal untuk dibuat serum (mirip genosida skala kosmik). Beberapa makhluk alien (seperti reptil atau monster) bisa menakutkan anak sensitif.
- Tema dewasa: Konsep immortality melalui pembunuhan massal, perebutan kekuasaan keluarga yang kejam, elemen manipulasi, dan beberapa adegan romansa/kissing ringan.
- Bahasa: Ada kata-kata kasar seperti “shit”, “bitch”, “damn” (beberapa kali).
- Kesimpulan dari parental guide (IMDb, Common Sense Media, Kids-in-Mind): Direkomendasikan usia 13+ dengan parental guidance. Banyak orang tua menyebut film ini terlalu membingungkan, gelap, dan mengandung elemen disturbing untuk anak di bawah remaja. Anak kecil kemungkinan besar akan bosan atau takut.
Jika untuk anak SD atau SMP awal, lebih baik hindari. Untuk remaja yang sudah suka sci-fi/action seperti Star Wars atau Marvel, bisa ditonton bersama orang tua sambil diskusi tentang tema-tema besar seperti kekuasaan, nilai hidup, dan etika. Tapi secara keseluruhan, ini bukan film “family-friendly” seperti film anak biasa.
Questions & Answers
Please log in to ask a question.
No questions yet. Be the first to ask!
Jupiter Ascending bercerita tentang Jupiter Jones, seorang pembersih rumah tangga yang ternyata pewaris takhta galaksi. Film ini penuh aksi ruang angkasa dengan efek visual spektakuler, tapi ceritanya rumit dan sulit diikuti. Untuk anak-anak, sebaiknya tunda dulu. Usia 13 tahun ke atas pun perlu dampingan, karena banyak adegan kekerasan dan tema dewasa. Dari sisi positif, ada pesan tentang keberanian dan memperjuangkan hak, tapi disampaikan dengan cara yang membingungkan. Yang perlu diwaspadai: kekerasan cukup banyak, seperti baku tembak, ledakan, dan pertarungan fisik. Ada juga adegan minum-minuman beralkohol di pesta mewah, serta dialog kasar ringan seperti 'sialan'. Adegan seksual tidak eksplisit, hanya ciuman dan pakaian minim. Keberagaman lumayan, dengan karakter dari berbagai ras dan spesies alien. Sayangnya, pesan positif tenggelam oleh kekerasan dan plot yang berantakan. Kesimpulannya, film ini tidak saya rekomendasikan untuk anak-anak. Lebih baik cari tontonan lain yang lebih sederhana dan positif.
Belum ada review. Jadilah yang pertama!




