Dreamland

Dreamland

Sinopsis Film “Dreamland” (2019)

Film Dreamland (disutradarai oleh Miles Joris-Peyrafitte, dirilis tahun 2020 meski produksi 2019) adalah drama-thriller bergenre period piece yang berlatar belakang era Great Depression di tahun 1930-an, tepatnya di wilayah Dust Bowl Texas yang dilanda kekeringan parah, badai debu dahsyat, dan kemiskinan massal akibat krisis ekonomi.

Cerita berpusat pada Eugene Evans (diperankan Finn Cole), seorang remaja laki-laki berusia sekitar 17-18 tahun yang hidup di sebuah peternakan kecil yang hampir bangkrut bersama ibunya, adik perempuan kecilnya yang lucu bernama Phoebe, dan ayah tiri yang keras namun berusaha menjadi figur ayah, yaitu George (Travis Fimmel), seorang deputi sheriff. Ayah kandung Eugene meninggalkannya saat masih kecil karena alkoholisme, hanya meninggalkan satu kartu pos dari Meksiko, membuat Eugene sering melamun dan melarikan diri ke dunia imajinasi melalui majalah detektif murahan serta cerita kriminal pulp yang dicuri bersama temannya.

Kehidupan Eugene yang monoton dan penuh tekanan berubah drastis ketika kota kecil mereka mengadakan pertemuan darurat: seorang perampok bank wanita buronan bernama Allison Wells (Margot Robbie) ditawarkan hadiah buruan $10.000 karena terlibat perampokan bank yang berakhir tragis—menewaskan beberapa orang termasuk anak kecil (meski Allison mengklaim bukan dia yang menembak). Eugene, yang terobsesi dengan cerita petualangan kriminal dan ingin sekali menyelamatkan peternakan keluarganya dari penyitaan bank, awalnya berniat mengejar hadiah tersebut.

Namun nasib membawanya menemukan Allison yang terluka parah (ditembak di kaki) bersembunyi di gudang tua keluarganya. Alih-alih menyerahkan atau menangkapnya, Eugene malah merawat lukanya, mendengarkan cerita Allison: dia merampok bank-bank yang menurutnya telah menghancurkan kehidupan banyak keluarga (termasuk keluarganya sendiri), dan dia bersikeras bahwa kematian korban adalah akibat tembakan balasan polisi, bukan niatnya. Eugene, yang selama ini hidup dalam mimpi dan kekaguman pada sosok “outlaw” dari majalahnya, mulai terpesona oleh Allison—baik karena ceritanya yang mirip dongeng kriminal maupun daya tarik fisiknya yang kuat.

Dari situ berkembang hubungan rumit: Eugene diam-diam membawakan makanan, pakaian, bahkan mencuri bukti dari kantor sheriff untuk melindungi Allison. Perlahan muncul ketertarikan romantis (dengan adegan intim dan sensual), sementara Eugene terjebak antara loyalitas pada keluarganya, godaan uang hadiah besar, simpati pada Allison, dan keinginan melarikan diri dari kehidupan suramnya. Cerita disampaikan melalui narasi suara dari sudut pandang adiknya Phoebe (sebagai narator dewasa), menambah lapisan nostalgia dan refleksi tentang apa yang terjadi pada kakaknya.

Film ini menggabungkan elemen coming-of-age, romansa terlarang, thriller kejar-kejaran, dan kritik sosial terhadap kemiskinan serta ketidakadilan bank di era Dust Bowl, dengan nuansa visual yang kuat berupa badai debu epik dan lanskap gersang. Akhir ceritanya bittersweet, mengeksplorasi tema mimpi vs realitas, pengkhianatan, penebusan, dan konsekuensi dari memilih jalan keluar dari kemiskinan melalui cara ilegal.

Kecocokan sebagai Tontonan Anak

Film ini sangat tidak cocok untuk anak-anak dan bahkan remaja di bawah umur 15-17 tahun. Alasannya:

  • Rating resmi R (Restricted) dari MPAA karena mengandung kekerasan (tembak-menembak, luka tembak berdarah, kematian orang termasuk anak kecil disebutkan), bahasa kasar (ada beberapa F-word dan kata makian lainnya), serta adegan seksual/nuditas (termasuk adegan intim di kamar mandi dengan nudity parsial, ciuman panas, dan sugesti hubungan seksual).
  • Tema dewasa: perampokan bank, buronan pembunuh, hubungan romantis antara remaja dan wanita dewasa yang manipulatif, alkoholisme keluarga, kemiskinan ekstrem, dan keputusan moral abu-abu.
  • Tidak ada elemen ringan atau humor anak; suasananya gelap, berat, dan penuh ketegangan psikologis.
  • Bahkan untuk remaja yang sudah lebih dewasa (16+), masih perlu pengawasan orang tua karena konten kekerasan dan seksualitasnya.

Jika mencari film bertema “dreamland” atau mimpi yang lebih ramah anak, lebih baik pilih film animasi seperti The Sandman versi anak, Rise of the Guardians, atau film keluarga lain. Dreamland (2019) ini murni ditujukan untuk penonton dewasa yang menyukai drama neo-noir bergaya Bonnie & Clyde versi modern.

 

Questions & Answers

No questions yet. Be the first to ask!

S
Screen Score Editor Review
3.0 ★★★★★

Dreamland bercerita tentang dua remaja, Eugene dan Harley, yang jatuh cinta di tengah suasana kumuh dan keras di tahun 1930-an. Eugene, seorang pelayan restoran, terpesona oleh Harley yang terlibat dalam dunia pertarungan bawah tanah. Kisah ini lebih ke drama romansa remaja dengan latar belakang ekonomi sulit, tapi jangan harap ada aksi heroik atau petualangan seru. Konten ini tidak cocok untuk anak di bawah 13 tahun. Untuk usia 13-15 tahun pun perlu pendampingan orang tua, terutama karena temanya yang dewasa. Adegan kekerasan cukup sering muncul, mulai dari perkelahian jalanan hingga pertarungan yang brutal, dengan darah dan luka yang ditampilkan. Ada juga adegan merokok dan minum alkohol yang dilakukan karakter utama. Dialognya kadang kasar, dengan kata-kata umpatan ringan hingga sedang. Adegan seksual memang tidak eksplisit, tapi ada ciuman dan sentuhan yang mengarah ke ranah intim. Pesan positifnya tentang keberanian mengejar mimpi dan cinta, meski cara yang ditampilkan kurang realistis. Keberagaman tidak terlalu ditonjolkan, fokusnya pada hubungan dua karakter kulit putih. Kesimpulan: Saya tidak rekomendasikan untuk anak di bawah 13 tahun. Untuk remaja yang lebih dewasa, tonton bareng dan diskusikan pilihan hidup yang diambil karakter.

About Writer