Pemain dan Pendongeng: Pemain Biola James Ehnes Kembali ke Korea dengan Konser Bruch

Bagi para musisi yang dijuluki anak ajaib sejak usia dini, bertambahnya usia sering kali menjadi tantangan tersendiri karena publik cenderung mengharapkan pencapaian luar biasa yang berkelanjutan. Namun, bagi pemain biola ternama asal Kanada, James Ehnes (50), bakat bukanlah sekadar anugerah istimewa, melainkan sebuah tanggung jawab besar. Memulai perjalanan musiknya pada usia lima tahun dan debut di usia 13 tahun bersama Orchestre Symphonique de Montreal, peraih dua Grammy Award ini selalu memandang dirinya sebagai musisi yang terus berkembang dan bertanggung jawab untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya.

Pada 16 Juni mendatang, Ehnes dijadwalkan tampil di Bucheon Arts Center, Provinsi Gyeonggi, membawakan Violin Concerto No. 1 karya Max Bruch bersama Dresden Philharmonic, salah satu orkestra tertua di Jerman yang telah berusia 156 tahun. Penampilan ini akan menambah panjang rekam jejak kedekatannya dengan Korea Selatan, yang bermula pada tahun 1997 saat ia datang sebagai concertmaster Juilliard Orchestra. Sejak saat itu, ia secara rutin kembali ke Korea untuk berbagai kolaborasi orkestra, pertunjukan musik kamar, hingga resital solo.

Meskipun hampir tiga dekade berlalu sejak kunjungan pertamanya, pendekatan Ehnes terhadap musik tetap konsisten. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, ia mendeskripsikan peran seorang musisi layaknya seorang “pendongeng” yang harus memiliki suaranya sendiri untuk menyampaikan kisah secara jujur kepada penonton. Selain itu, keseimbangan juga menjadi kunci penting dalam dunia musiknya, di mana ia tidak hanya tampil bersama orkestra-orkestra besar dunia, tetapi juga mendedikasikan dirinya pada musik kamar untuk menciptakan harmoni yang sempurna dalam setiap penampilannya.

Sumber: The Korea Times

About Writer

digitalMamaID menghadirkan Screen Score sebagai wadah bagi orang tua untuk mereview konten digital anak. Ulasan dan penilaian ini akan menjadi panduan yang berharga bagi orangtua lainnya dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.

Artikel Terpopuler