Serial orisinal Netflix “Teach You a Lesson” tengah menjadi fenomena global yang luar biasa. Mengisahkan tentang Biro Perlindungan Hak Pendidikan Korea, sebuah pasukan vigilante fiktif bentukan pemerintah yang ditugaskan untuk memulihkan ketertiban ruang kelas dari ulah remaja nakal dan orang tua yang toksik, drama ini sukses memikat penonton dari Asia, Eropa, hingga Amerika Selatan. Menurut situs pemeringkat OTT global FlixPatrol, serial ini bahkan berhasil menduduki posisi puncak di 44 negara, termasuk Korea, Brasil, Prancis, Jerman, dan Jepang.
Daya tarik utama dari serial ini terletak pada tingkat relevansinya yang sangat tinggi dengan kondisi dunia nyata. Banyak penonton dari berbagai negara yang merasa bahwa masalah pendidikan yang digambarkan dalam drama tersebut sangat mirip dengan apa yang terjadi di negara mereka sendiri. Melalui media sosial, para penonton berbagi pengalaman dan menyatakan bahwa dialog, karakter, serta pesan keadilan dalam serial ini terasa sangat nyata dan dekat, membuktikan bahwa isu perundungan dan ketidakhormatan terhadap guru bukanlah masalah yang eksklusif terjadi di negara-negara Asia saja.
Menurut Park Ju-hyoung, seorang profesor di Gyeongin National University of Education, runtuhnya pendidikan publik yang digambarkan dalam drama tersebut—seperti penggunaan ponsel pintar yang merajalela di kelas dan kekerasan di sekolah—memang telah menjadi isu global. Di negara-negara Barat yang sangat menjunjung tinggi hak-hak siswa dan kebebasan individu, kerusakan serupa dalam sistem pendidikan juga kerap terjadi. Hal inilah yang pada akhirnya membuat “Teach You a Lesson” mampu beresonansi kuat dan mendapatkan tempat di hati penonton di seluruh dunia.
Sumber: The Korea Times