{"version":"1.0","provider_name":"Screen Score","provider_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en","author_name":"Rachmadwipa Novandri","author_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/author\/novandri511\/","title":"Review Ulasan Young Sherlock - Screen Score","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"P8DHc40wuv\"><a href=\"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/content\/young-sherlock\/\">Young Sherlock<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/content\/young-sherlock\/embed\/#?secret=P8DHc40wuv\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;Young Sherlock&#8221; &#8212; Screen Score\" data-secret=\"P8DHc40wuv\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>","thumbnail_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/MV5BMGY1NGJkOTAtM2RmNC00NWI3LWJkY2EtYjU1YmY5OGFjN2RjXkEyXkFqcGc@._V1_FMjpg_UX1000_.jpg","thumbnail_width":1000,"thumbnail_height":1250,"description":"Film Young Sherlock Holmes (juga dikenal sebagai Young Sherlock Holmes and the Pyramid of Fear) adalah petualangan misteri yang disutradarai Barry Levinson dan diproduksi oleh Steven Spielberg. Cerita ini membayangkan pertemuan pertama antara Sherlock Holmes dan John Watson saat mereka masih remaja di sebuah sekolah asrama elit di London era Victoria, yaitu Brompton Academy.  Seorang Sherlock Holmes muda yang cerdas dan penuh deduksi (diperankan Nicholas Rowe) berteman dengan John Watson yang baru pindah (Alan Cox). Mereka mulai menyelidiki serangkaian kematian misterius yang tampak seperti bunuh diri, tapi sebenarnya disebabkan oleh racun halusinogen yang ditembakkan melalui sumpit (blowpipe) berupa duri kecil. Korban mengalami halusinasi mengerikan yang membuat mereka mati secara tragis.  Dalam penyelidikan mereka, Holmes dan Watson menemukan bahwa pembunuhan-pembunuhan ini terkait dengan sebuah kultus rahasia bertema Mesir Kuno bernama Rame-Tep, yang melakukan ritual pengorbanan manusia. Mereka terlibat dalam petualangan berbahaya, termasuk menghadapi halusinasi menakutkan, pertarungan pedang, dan upaya melarikan diri dari kultus tersebut, sambil mengungkap motif balas dendam di balik semuanya.  Film ini menggabungkan elemen misteri klasik Sherlock Holmes dengan aksi petualangan, efek visual (termasuk salah satu CGI awal dalam sejarah film), dan sedikit romansa remaja.  Kecocokan untuk Anak-anak  Film ini memiliki rating PG-13 (di AS) atau PG (di beberapa negara seperti UK), artinya tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 13 tahun tanpa pengawasan orang tua, tapi bisa cocok untuk anak usia 10\u201312 tahun ke atas tergantung tingkat sensitivitas mereka.   Kelebihan untuk anak: Cerita petualangan detektif yang menarik, karakter remaja yang relatable, elemen misteri dan penemuan yang seru, serta nuansa \"awal mula\" Holmes-Watson yang menyenangkan.  Kekurangan \/ hal yang perlu diperhatikan:   Ada adegan kekerasan sedang (pertarungan pedang, kematian, ancaman).  Adegan halusinasi yang cukup menyeramkan dan intens (misalnya benda mati jadi hidup menyerang, kematian tragis, ritual kultus dengan pengorbanan).  Tema kematian, pembunuhan, dan kultus okultisme bisa menakutkan bagi anak yang mudah takut atau sensitif.  Tidak ada unsur seks\/nudity atau bahasa kasar berat, tapi suasana gelap dan mencekam ada di beberapa bagian.    Kesimpulan rekomendasi:   Cocok untuk anak usia 11\u201312 tahun ke atas yang sudah suka cerita misteri\/detektif dan tidak mudah takut.  Untuk anak di bawah 10\u201311 tahun, sebaiknya ditunda atau orang tua menonton dulu terlebih dahulu untuk menilai.  Banyak review orang tua menyebut film ini \"OK untuk anak yang lebih besar\" (older kids\/teens), tapi adegan halusinasi dan kematiannya bisa terasa disturbing bagi yang lebih kecil.  Kalau anak Anda suka Sherlock Holmes versi modern atau cerita petualangan seperti Indiana Jones, film ini bisa jadi pilihan seru, tapi pastikan disesuaikan dengan kematangan emosionalnya ya!  &nbsp;"}