{"version":"1.0","provider_name":"Screen Score","provider_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en","author_name":"Rachmadwipa Novandri","author_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/author\/novandri511\/","title":"Review Ulasan The Boy and the Heron - Screen Score","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"UFD7nTxrlA\"><a href=\"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/content\/the-boy-and-the-heron\/\">The Boy and the Heron<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/content\/the-boy-and-the-heron\/embed\/#?secret=UFD7nTxrlA\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;The Boy and the Heron&#8221; &#8212; Screen Score\" data-secret=\"UFD7nTxrlA\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>","thumbnail_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/MV5BMzA5Zjg3MTAtM2FhZS00NTNjLTg3NjEtNWQ4MTRhZjhiNzVmXkEyXkFqcGc@._V1_FMjpg_UX1000_.jpg","thumbnail_width":1000,"thumbnail_height":1463,"description":"\"The Boy and the Heron\" (judul asli dalam bahasa Jepang: Kimitachi wa D\u014d Ikiru ka, atau \"How Do You Live?\") adalah film animasi Jepang yang disutradarai oleh Hayao Miyazaki dan diproduksi oleh Studio Ghibli. Film ini dirilis pada tahun 2023 dan merupakan karya terbaru dari Miyazaki, yang dikenal dengan animasi penuh imajinasi dan mendalam seperti Spirited Away dan My Neighbor Totoro. Ceritanya terinspirasi dari novel karya Genzaburo Yoshino dengan judul yang sama, tetapi Miyazaki mengadaptasinya dengan pendekatan yang lebih personal dan simbolis. Film ini mengisahkan Mahito Maki,\u5c11\u5e74 (sh\u014dnen, \"pemuda\") yang kehilangan ibunya dalam kebakaran selama Perang Dunia II. Setelah kematian ibunya, ayahnya menikah lagi dengan adik iparnya, dan Mahito pindah ke pedesaan. Di sana, ia bertemu dengan seekor burung heron abu-abu misterius yang membawanya ke dunia fantastis. Dalam perjalanan ini, Mahito menghadapi petualangan yang penuh dengan makna tentang kehilangan, penerimaan, dan pencarian jati diri. Visualnya khas Ghibli: indah, detail, dan sarat dengan elemen alam serta makhluk-makhluk aneh.  Kecocokan dengan Tontonan Anak Meskipun film ini adalah animasi dan berasal dari Studio Ghibli, yang sering diasosiasikan dengan tontonan keluarga, \"The Boy and the Heron\" tidak sepenuhnya cocok untuk semua anak, terutama yang masih sangat muda. Berikut beberapa pertimbangan:    Tema Berat: Film ini membahas topik seperti kematian, duka, dan trauma dengan cara yang mendalam dan simbolis. Anak-anak di bawah usia 10 tahun mungkin kesulitan memahami makna emosionalnya atau merasa terganggu oleh suasana melankolisnya.   Narasi Kompleks: Tidak seperti beberapa karya Ghibli yang lebih ringan seperti Ponyo, film ini memiliki alur yang lebih lambat dan penuh metafora, yang mungkin membingungkan anak-anak yang terbiasa dengan cerita sederhana dan cepat.   Adegan Intens: Ada beberapa momen yang cukup menegangkan atau sureal, seperti dunia alternatif yang penuh dengan makhluk aneh dan situasi yang membingungkan, yang bisa membuat anak-anak merasa takut atau tidak nyaman.   Usia yang Direkomendasikan: Film ini lebih cocok untuk anak-anak yang lebih besar (usia 12 tahun ke atas) atau remaja yang sudah bisa mengapresiasi cerita dengan lapisan emosi dan filosofis. Untuk anak yang lebih kecil, pendampingan orang tua sangat disarankan agar mereka bisa mendiskusikan makna ceritanya.  Secara keseluruhan, \"The Boy and the Heron\" adalah karya seni yang luar biasa dengan pesan yang kuat tentang kehidupan, tetapi lebih ditujukan untuk penonton yang bisa merenungkan temanya\u2014baik remaja maupun orang dewasa\u2014daripada anak-anak kecil yang mencari hiburan ringan. Jika anak Anda sensitif atau belum terbiasa dengan narasi yang kompleks, mungkin lebih baik memilih karya Ghibli lain seperti Kiki\u2019s Delivery Service untuk pengalaman yang lebih ramah anak."}