{"version":"1.0","provider_name":"Screen Score","provider_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en","author_name":"Rachmadwipa Novandri","author_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/author\/novandri511\/","title":"Review Ulasan Pengabdi Setan 2: Communion - Screen Score","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"Bcwu68OBjM\"><a href=\"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/content\/pengabdi-setan-2-communion\/\">Servant Of Satan 2: Communion<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/content\/pengabdi-setan-2-communion\/embed\/#?secret=Bcwu68OBjM\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;Pengabdi Setan 2: Communion&#8221; &#8212; Screen Score\" data-secret=\"Bcwu68OBjM\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>","thumbnail_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Pengabdi_Setan_2.jpeg","thumbnail_width":258,"thumbnail_height":387,"description":"\"Pengabdi Setan 2: Communion\" adalah film horor supranatural Indonesia tahun 2022 yang disutradarai oleh Joko Anwar, sekuel dari \"Pengabdi Setan\" (2017). Film ini mengisahkan keluarga Suwono\u2014Rini (Tara Basro), adik-adiknya Toni (Endy Arfian) dan Bondi (Nasar Anuz), serta ayah mereka Bahri (Bront Palarae)\u2014yang pindah ke rumah susun di Jakarta Utara setelah kejadian mengerikan di film pertama. Mereka berharap hidup aman di lingkungan ramai, tetapi teror baru muncul ketika badai besar melanda, membawa ancaman dari sekte penyembah setan, hantu, dan ritual okultisme. Cerita ini mengeksplorasi masa lalu keluarga yang terhubung dengan sekte jahat, dengan elemen horor seperti pocong, mayat hidup, dan adegan sadis seperti eksekusi brutal. Film berdurasi 119 menit ini dikenal dengan visual gelap, suasana mencekam, dan teror psikologis yang intens, menjadikannya film horor Indonesia pertama yang dirilis dalam format IMAX.  Kecocokan untuk Tontonan Anak Film ini tidak cocok untuk anak-anak. Berikut alasan utamanya:    Konten Horor yang Intens dan Mengerikan: Film ini mengandung adegan menakutkan seperti penampakan hantu (pocong, mayat hidup), ritual setan, dan kekerasan grafis (misalnya, eksekusi dengan ditarik kuda). Elemen-elemen ini dapat menyebabkan ketakutan berlebih atau trauma pada anak.   Klasifikasi Usia: Film ini diklasifikasikan untuk usia 13+ di Indonesia, dengan beberapa negara seperti Malaysia memberi rating 18. Adegan gelap, jumpscare, dan tema okultisme tidak sesuai untuk penonton di bawah usia remaja.   Tema Berat dan Kompleks: Cerita melibatkan sekte setan, pengorbanan manusia, dan pengkhianatan keluarga, yang sulit dipahami anak-anak dan dapat menimbulkan kebingungan atau kesalahpahaman tentang nilai moral.   Efek Psikologis: Visual gelap, pencahayaan minim, dan suara mencekam dirancang untuk memicu ketegangan, yang dapat mengganggu emosi anak. Beberapa ulasan mencatat film ini \"melelahkan\" bahkan untuk penonton dewasa karena terornya yang tak henti.   Catatan dari Penonton: Ada laporan bahwa beberapa keluarga membawa anak kecil ke bioskop, yang menunjukkan kurangnya kesadaran tentang konten film. Hal ini dapat membingungkan atau menakutkan anak-anak yang belum siap.  Rekomendasi: Film ini lebih cocok untuk remaja di atas 15 tahun atau dewasa yang menyukai horor psikologis dan supranatural. Untuk anak-anak, pilihlah tontonan dengan rating \"Semua Umur\" atau \"SU\" yang menawarkan cerita ringan, seperti film animasi atau petualangan keluarga. Jika ingin memperkenalkan genre horor kepada anak yang lebih besar (misalnya, usia 13+), pertimbangkan film horor ringan dengan sedikit jumpscare dan tanpa kekerasan grafis, serta dampingi mereka untuk mendiskusikan kontennya."}