{"version":"1.0","provider_name":"Screen Score","provider_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en","author_name":"admin8_screenscore","author_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/author\/admin8_screenscore\/","title":"Review Ulasan Harry Potter and The Sorceres's Stone - Screen Score","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"OsSKXBuelZ\"><a href=\"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/content\/harry-potter-and-the-sorceress-stone\/\">Harry Potter and The Sorceres\u2019s Stone<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/content\/harry-potter-and-the-sorceress-stone\/embed\/#?secret=OsSKXBuelZ\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;Harry Potter and The Sorceres&#8217;s Stone&#8221; &#8212; Screen Score\" data-secret=\"OsSKXBuelZ\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>","thumbnail_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Harry-Potter-1.jpg","thumbnail_width":400,"thumbnail_height":600,"description":"Harry Potter adalah seorang anak yatim piatu berusia 11 tahun yang selama ini hidup tertindas bersama keluarga bibinya yang kejam, keluarga Dursley. Mereka memperlakukannya seperti pembantu dan menyembunyikan rahasia asal-usulnya. Pada ulang tahunnya yang ke-11, Harry menerima surat misterius yang mengundangnya ke Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry, sebuah sekolah sihir terkenal. Seorang raksasa baik hati bernama Hagrid datang dan memberitahu Harry bahwa ia sebenarnya adalah seorang penyihir, dan orang tuanya dibunuh oleh penyihir jahat bernama Lord Voldemort saat Harry masih bayi. Kutukan Voldemort malah memantul dan membuatnya hampir musnah, meninggalkan bekas luka petir di dahi Harry\u2014serta membuat Harry menjadi \"The Boy Who Lived\" yang terkenal di dunia sihir.  Harry kemudian memasuki dunia sihir yang menakjubkan: membeli perlengkapan di Diagon Alley, naik kereta Hogwarts Express, dipilah ke rumah Gryffindor oleh Topi Seleksi, bertemu sahabat setia Ron Weasley dan Hermione Granger, belajar mantra, terbang dengan sapu, dan bermain Quidditch. Namun, di balik kesenangan sekolah, ada misteri besar: seseorang mencoba mencuri Batu Bertuah (Sorcerer's Stone\/Philosopher's Stone), batu ajaib yang bisa membuat emas dan memberikan kehidupan abadi. Bersama Ron dan Hermione, Harry mengungkap rahasia ini, menghadapi bahaya, dan akhirnya berhadapan langsung dengan kekuatan jahat yang mengintai.  Cerita ini penuh dengan keajaiban, persahabatan, keberanian, dan penemuan jati diri, sekaligus menjadi awal petualangan epik Harry melawan Voldemort.  Kecocokan sebagai tontonan anak:  Film Harry Potter and the Sorcerer's Stone (2001) mendapatkan rating PG (Parental Guidance) karena ada beberapa momen menakutkan dan kekerasan ringan dalam konteks fantasi.   Cocok untuk anak usia 7-8 tahun ke atas \u2192 Banyak anak mulai menikmatinya dari usia 7\u20139 tahun, terutama jika sudah membaca bukunya terlebih dahulu atau orang tua menonton bersamanya. Tema persahabatan, keberanian, dan keajaiban sangat positif dan menginspirasi anak.  Kurang cocok untuk anak di bawah 7 tahun \u2192 Ada adegan yang bisa menakutkan bagi anak kecil, seperti anjing berkepala tiga (Fluffy), hutan terlarang, wajah Voldemort yang menyeramkan di belakang kepala Profesor Quirrell, kematian orang tua Harry (disebutkan dan flashback singkat), serta beberapa momen ketegangan dan bahaya.  Untuk anak 8\u201312 tahun \u2192 Umumnya sangat cocok dan menjadi pengantar yang bagus ke dunia fantasi. Banyak keluarga menjadikannya tontonan bersama yang seru.  Kesimpulan: Ini adalah tontonan keluarga yang luar biasa untuk anak usia sekolah dasar (SD) ke atas, asal orang tua mempertimbangkan tingkat sensitivitas anak terhadap adegan seram fantasi. Pesan moralnya kuat: kebaikan, persahabatan, dan keberanian mengalahkan kejahatan. Jika anak sudah suka cerita fantasi ringan seperti Narnia atau Disney, kemungkinan besar mereka akan sangat menyukai ini!   &nbsp;"}