{"version":"1.0","provider_name":"Screen Score","provider_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en","author_name":"Rachmadwipa Novandri","author_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/author\/novandri511\/","title":"Review Ulasan Friends but Married - Screen Score","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"2tfxpbF2nD\"><a href=\"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/content\/friends-but-married\/\">Friends but Married<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/content\/friends-but-married\/embed\/#?secret=2tfxpbF2nD\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;Friends but Married&#8221; &#8212; Screen Score\" data-secret=\"2tfxpbF2nD\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>","thumbnail_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/MV5BM2E5ODZkNDgtNTEwYS00NjU0LWFmYmQtMDJkMzg4MWMyODM2XkEyXkFqcGc@._V1_.jpg","thumbnail_width":879,"thumbnail_height":1280,"description":"Film Friends but Married (judul asli Indonesia: Teman tapi Menikah, dirilis tahun 2018, disutradarai Rako Prijanto) adalah film romansa drama komedi yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Ayudia Bing Slamet dan Ditto (yang merupakan kisah nyata mereka sendiri sebagai pasangan suami-istri).  Sinopsis Teman tapi Menikah Ditto (diperankan Adipati Dolken) sudah menyimpan perasaan cinta yang sangat dalam kepada sahabat terbaiknya, Ayudia atau biasa dipanggil Ayu (Vanesha Prescilla), selama 12 tahun sejak mereka pertama kali bertemu di masa SMP hingga SMA. Ditto selalu berada di sisi Ayu sebagai teman yang setia: mendengarkan curhatan, menemani saat susah maupun senang, bahkan diam-diam mendukung karir Ayu sebagai selebriti muda. Namun, selama itu pula Ditto tidak pernah berani mengungkapkan perasaan cintanya karena takut merusak persahabatan yang sudah terjalin begitu lama. Ia terjebak dalam zona \"teman tapi mesra\" yang menyakitkan.Suatu hari, momen yang ditunggu Ditto akhirnya datang \u2014 ia berniat untuk mengungkapkan perasaan dan berharap bisa keluar dari friendzone. Sayangnya, tepat di saat itu Ayu datang dengan kabar bahagia sekaligus menghancurkan: ia akan menikah dengan pacarnya saat itu, seorang pria lain yang sudah lama dekat dengannya. Ditto shock berat. Hatinya hancur, tapi sebagai sahabat baik, ia berusaha tetap tersenyum, mendukung, dan bahkan membantu persiapan pernikahan Ayu.Namun, perjalanan cerita tidak berhenti di situ. Pernikahan Ayu ternyata tidak berjalan mulus seperti yang dibayangkan. Ada konflik, pertengkaran, dan akhirnya pertunangan\/persiapan pernikahan itu batal atau mengalami kegagalan signifikan. Ayu merasa kecewa, bingung, dan kembali mendekat pada Ditto sebagai tempat pelarian emosional. Ditto yang selama ini sabar dan setia mulai melihat peluang untuk benar-benar memperjuangkan cintanya.Sepanjang film, penonton diajak menyaksikan dinamika rumit antara persahabatan dan cinta:    Bagaimana Ditto berjuang melawan perasaan cemburu sambil tetap jadi support system terbaik.  Bagaimana Ayu perlahan menyadari bahwa orang yang paling mengenal dan mencintainya mungkin adalah orang yang selama ini ada di depan matanya.  Ada banyak momen lucu, mengharukan, dan realistis tentang hubungan \"teman dekat\" yang berubah jadi romansa, termasuk adegan-adegan ringan sehari-hari, flashback masa sekolah, hingga konflik emosional dewasa.  Akhir cerita membawa mereka berdua keluar dari zona pertemanan menuju hubungan romantis yang lebih serius, dengan pesan bahwa kadang cinta sejati memang datang dari orang yang sudah lama mengenal kita paling dalam. Film ini banyak menonjolkan chemistry alami antara Adipati Dolken dan Vanesha Prescilla, serta nuansa ringan khas romcom Indonesia dengan sentuhan drama emosional.Kecocokan dengan Tontonan AnakFilm ini tidak cocok untuk anak-anak kecil (di bawah usia 13\u201315 tahun) dan lebih ditujukan untuk remaja akhir hingga dewasa.Alasan utama:   Rating resmi di IMDb dan beberapa platform menunjukkan TV-14 atau setara 13+ \/ Remaja, artinya mengandung materi yang mungkin tidak sesuai untuk anak di bawah umur.  Tema utamanya adalah cinta romantis dewasa, unrequited love (cinta bertepuk sebelah tangan), persiapan pernikahan, dan transisi dari sahabat menjadi pasangan \u2014 ini konsep yang terlalu kompleks dan emosional untuk anak kecil.  Ada beberapa adegan atau dialog yang mengandung candaan ringan dewasa, pembicaraan tentang hubungan pacaran\/pertunangan, ciuman romantis, serta konflik emosional seperti patah hati, cemburu, dan kekecewaan dalam hubungan \u2014 meski tidak ada adegan eksplisit (seks, kekerasan, atau nudity), tetap ada nuansa romansa intim yang lebih cocok untuk penonton remaja ke atas.  Tidak ada unsur kekerasan fisik, horor, atau bahasa kasar berat, jadi tidak berbahaya secara eksplisit, tapi bukan film anak seperti kartun atau film keluarga ringan.  Kesimpulan rekomendasi:   Anak usia SD ke bawah \u2192 Tidak direkomendasikan sama sekali.  Remaja 13\u201317 tahun \u2192 Boleh ditonton, tapi sebaiknya ditemani orang tua jika ingin diskusi tentang tema persahabatan vs cinta.  Dewasa muda dan orang dewasa \u2192 Sangat cocok, terutama yang suka romcom ringan dengan sentuhan kisah nyata.  Jika kamu mencari tontonan keluarga yang aman untuk anak, film ini bukan pilihan yang tepat \u2014 lebih baik pilih film animasi atau komedi keluarga lainnya."}