{"version":"1.0","provider_name":"Screen Score","provider_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en","author_name":"Rachmadwipa Novandri","author_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/author\/novandri511\/","title":"Review Ulasan Conclave - Screen Score","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"8AGbDk3vv8\"><a href=\"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/content\/conclave\/\">Conclave<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/content\/conclave\/embed\/#?secret=8AGbDk3vv8\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;Conclave&#8221; &#8212; Screen Score\" data-secret=\"8AGbDk3vv8\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>","thumbnail_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Conclave_film_poster_result.webp","thumbnail_width":255,"thumbnail_height":378,"description":"\"Conclave\" adalah film thriller politik tahun 2024 yang disutradarai oleh Edward Berger dan diadaptasi dari novel berjudul sama karya Robert Harris (2016). Film ini mengisahkan proses konklaf, yaitu pertemuan tertutup para kardinal Gereja Katolik untuk memilih Paus baru setelah kematian Paus sebelumnya akibat serangan jantung. Cerita berfokus pada Kardinal Thomas Lawrence (Ralph Fiennes), yang memimpin konklaf di tengah intrik politik, skandal, dan rahasia yang terungkap di antara para kardinal. Film ini menampilkan konflik ideologi, ambisi pribadi, dan dilema moral, dengan puncaknya adalah plot twist mengejutkan tentang Kardinal Benitez, yang terpilih sebagai Paus Innocent. Dibintangi oleh aktor ternama seperti Stanley Tucci, John Lithgow, dan Isabella Rossellini, \"Conclave\" dipuji karena naskah cerdas, sinematografi memukau, dan akting kuat. Film ini meraih banyak penghargaan, termasuk empat BAFTA 2025 dan nominasi Best Picture di Oscar 2025. Durasi film adalah dua jam, dengan rating PG-13 di beberapa wilayah karena tema dewasa dan adegan kekerasan ringan (ledakan bom).           Kecocokan dengan Anak Film \"Conclave\" kurang cocok untuk anak-anak, terutama di bawah usia 13 tahun, karena beberapa alasan berikut:      Tema dan Konten Dewasa: Film ini berfokus pada intrik politik, skandal (termasuk korupsi, skandal seks, dan keuangan), serta dilema moral yang kompleks, yang sulit dipahami oleh anak-anak. Tema seperti interseks (kondisi Kardinal Benitez) dan diskusi tentang intoleransi atau kekerasan dapat membingungkan atau tidak sesuai untuk penonton muda.                Dialog Berat dan Driven by Narrative: \"Conclave\" adalah film dialogue-driven dengan percakapan yang tajam dan mendalam, yang mungkin membosankan bagi anak-anak yang lebih menyukai cerita dengan aksi visual atau hiburan ringan.           Adegan Kekerasan Ringan: Meskipun tidak grafis, film ini mencakup adegan ledakan bom bunuh diri yang menyebabkan ketegangan, yang dapat mengganggu anak-anak yang sensitif.           Konteks Religius yang Kompleks: Film ini menggambarkan proses konklaf dengan latar Katolik, tetapi menyajikan pandangan kritis terhadap institusi gereja, termasuk distorsi ajaran Katolik, yang dapat memicu kebingungan atau pertanyaan sulit bagi anak-anak yang belum memahami konteks agama.           Rekomendasi Usia:    Anak di bawah 13 tahun: Tidak direkomendasikan karena tema dewasa, dialog kompleks, dan elemen kekerasan ringan.   Remaja (13-17 tahun): Dapat menonton dengan bimbingan orang tua, terutama jika mereka tertarik pada drama politik atau sejarah. Orang tua disarankan mendiskusikan tema seperti politik, moralitas, dan representasi agama untuk membantu memahami konteks. Rating PG-13 mendukung panduan ini.     Catatan untuk Orang Tua: Jika anak menonton, diskusikan bahwa film ini fiksi, bukan representasi historis, untuk menghindari miskonsepsi tentang Gereja Katolik. Juga, jelaskan tema sensitif seperti interseks atau konflik ideologi dengan cara yang sesuai dengan usia mereka.             Alternatif untuk Anak: Untuk anak-anak, pertimbangkan film dengan tema yang lebih ringan dan sesuai usia, seperti film animasi (\"Inside Out 2\") atau drama keluarga (\"The Princess Diaries\") yang lebih mudah dipahami dan tidak mengandung tema berat."}