{"version":"1.0","provider_name":"Screen Score","provider_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en","author_name":"Rachmadwipa Novandri","author_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/author\/novandri511\/","title":"Review Ulasan BORUTO - TWO BLUE VORTEX - Screen Score","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"oypIoFsYmj\"><a href=\"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/content\/boruto-two-blue-vortex\/\">BORUTO \u2013 TWO BLUE VORTEX<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/en\/content\/boruto-two-blue-vortex\/embed\/#?secret=oypIoFsYmj\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;BORUTO &#8211; TWO BLUE VORTEX&#8221; &#8212; Screen Score\" data-secret=\"oypIoFsYmj\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>","thumbnail_url":"https:\/\/screenscore.digitalmama.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/311926_result.webp","thumbnail_width":352,"thumbnail_height":528,"description":"\"BORUTO - TWO BLUE VORTEX\" adalah seri manga bulanan yang merupakan sekuel dari \"Boruto: Naruto Next Generations\" dan bagian kedua dari keseluruhan cerita Boruto. Diciptakan oleh Masashi Kishimoto sebagai pengawas dan ditulis serta diilustrasikan oleh Mikio Ikemoto, seri ini melanjutkan petualangan Boruto Uzumaki, putra Naruto Uzumaki, setelah lompatan waktu selama empat tahun. Cerita dimulai dengan Boruto yang kini dianggap sebagai pengkhianat akibat jutsu kuat yang membalikkan kehidupannya dengan Kawaki, menjadikannya buronan dari desa Konoha. Bersama Sasuke, Boruto berlatih untuk menjadi lebih kuat, dan ketika desa diserang oleh musuh seperti Code dan makhluk misterius bernama Shinju, ia kembali untuk melindungi rumahnya, menunjukkan perkembangan kekuatan dan karakternya yang lebih dewasa. Manga ini penuh dengan aksi ninja, konflik emosional, dan tema tentang warisan, identitas, serta pengorbanan.  Kecocokan untuk Tontonan Anak: \"BORUTO - TWO BLUE VORTEX\" memiliki elemen yang mungkin menarik bagi anak-anak, seperti aksi ninja yang seru, karakter yang berani, dan desain visual yang dinamis. Namun, seri ini kurang cocok untuk anak-anak yang masih kecil (di bawah 10-12 tahun) karena beberapa alasan. Pertama, ceritanya lebih gelap dan kompleks dibandingkan \"Naruto\" awal, dengan tema seperti pengkhianatan, kematian, dan dilema moral yang mungkin sulit dipahami atau terlalu berat bagi anak-anak muda. Kedua, kekerasan dalam pertarungan lebih eksplisit dan intens, termasuk adegan pertempuran berdarah serta ancaman dari musuh yang mengerikan seperti Shinju dan Jubi. Selain itu, narasi yang melibatkan manipulasi realitas (Omnipotence) dan hubungan antarkarakter yang rumit membutuhkan pemahaman yang lebih matang. Oleh karena itu, seri ini lebih sesuai untuk remaja (13 tahun ke atas) yang sudah familiar dengan dunia Naruto dan mampu menangani konten yang lebih serius serta emosional. Orang tua disarankan untuk mempertimbangkan kematangan emosional anak sebelum memperbolehkan mereka mengikuti cerita ini."}