<?xml version="1.0"?>
<oembed><version>1.0</version><provider_name>Screen Score</provider_name><provider_url>https://screenscore.digitalmama.id/en</provider_url><author_name>Rachmadwipa Novandri</author_name><author_url>https://screenscore.digitalmama.id/en/author/novandri511/</author_url><title>Review Ulasan The Bride! (2026) - Screen Score</title><type>rich</type><width>600</width><height>338</height><html>&lt;blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="gXkfzSy1Yc"&gt;&lt;a href="https://screenscore.digitalmama.id/en/content/the-bride-2026/"&gt;The Bride! (2026)&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;iframe sandbox="allow-scripts" security="restricted" src="https://screenscore.digitalmama.id/en/content/the-bride-2026/embed/#?secret=gXkfzSy1Yc" width="600" height="338" title="&#x201C;The Bride! (2026)&#x201D; &#x2014; Screen Score" data-secret="gXkfzSy1Yc" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" class="wp-embedded-content"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;script&gt;
/*! This file is auto-generated */
!function(d,l){"use strict";l.querySelector&amp;&amp;d.addEventListener&amp;&amp;"undefined"!=typeof URL&amp;&amp;(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&amp;&amp;!/[^a-zA-Z0-9]/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret="'+t.secret+'"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret="'+t.secret+'"]'),c=new RegExp("^https?:$","i"),i=0;i&lt;o.length;i++)o[i].style.display="none";for(i=0;i&lt;a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&amp;&amp;(s.removeAttribute("style"),"height"===t.message?(1e3&lt;(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r&lt;200&amp;&amp;(r=200),s.height=r):"link"===t.message&amp;&amp;(r=new URL(s.getAttribute("src")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&amp;&amp;n.host===r.host&amp;&amp;l.activeElement===s&amp;&amp;(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener("message",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener("DOMContentLoaded",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll("iframe.wp-embedded-content"),r=0;r&lt;s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute("data-secret"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+="#?secret="+t,e.setAttribute("data-secret",t)),e.contentWindow.postMessage({message:"ready",secret:t},"*")},!1)))}(window,document);
//# sourceURL=https://screenscore.digitalmama.id/wp-includes/js/wp-embed.min.js
&lt;/script&gt;</html><thumbnail_url>https://screenscore.digitalmama.id/wp-content/uploads/2026/03/images-128.jpeg</thumbnail_url><thumbnail_width>184</thumbnail_width><thumbnail_height>273</thumbnail_height><description>Film ini merupakan karya sutradara Maggie Gyllenhaal yang mengambil inspirasi dari kisah klasik Bride of Frankenstein (1935) karya James Whale, serta novel asli Mary Shelley. Berlatar di Chicago tahun 1930-an, cerita dimulai dengan narasi unik: roh Mary Shelley (Jessie Buckley) dari alam baka menceritakan kisah yang tak sempat ia tulis sebagai sekuel Frankenstein.  Seorang wanita bernama Ida (juga diperankan Jessie Buckley), yang terlibat dengan dunia gangster, tiba-tiba dirasuki oleh roh Shelley. Ia mengungkap rahasia kriminal, hingga akhirnya dibunuh secara brutal (jatuh dari tangga setelah konfrontasi). Sementara itu, Frankenstein's monster (atau "Frank", diperankan Christian Bale) yang kesepian datang ke Chicago dan meminta bantuan ilmuwan eksentrik Dr. Euphronius (Annette Bening) untuk menciptakan pasangan hidup baginya.  Mereka menggali kubur Ida yang baru meninggal, menghidupkannya kembali dengan listrik dan eksperimen gila. Lahirlah The Bride &#x2014; sosok yang jauh lebih kuat, pemberontak, dan tak terkendali daripada yang dibayangkan. Ia bukan sekadar pendamping, melainkan wanita yang sadar diri, penuh amarah feminis, dan menolak dikendalikan.  Pasangan monster ini kemudian memulai petualangan liar: romansa gelap yang membara, pelarian dari polisi (termasuk detektif diperankan Pen&#xE9;lope Cruz dan Peter Sarsgaard), pesta bawah tanah, hingga aksi kriminal dan pemberontakan sosial yang radikal. The Bride menjadi simbol pemberontakan perempuan, memimpin gerakan yang mengguncang masyarakat, sambil meninggalkan jejak kekerasan dan kekacauan.  Film ini memadukan gothic romance, horor, elemen gangster, dan komentar sosial dengan gaya eksperimental dan berlapis.  Kecocokan untuk Anak/Anak-anak  Film tidak cocok untuk anak-anak atau remaja di bawah umur 17 tahun. Alasannya:   Rating resmi: Rated R (MPAA) untuk strong/bloody violent content, sexual content/nudity, dan language (bahasa kasar).  Kandungan kekerasan: Sangat tinggi &#x2014; termasuk pembunuhan brutal, pemukulan berdarah, penembakan, upaya pemerkosaan/sexual assault, kekerasan grafis terhadap tubuh (termasuk reanimasi mayat, darah, patah tulang), dan adegan gore.  Konten seksual: Ada adegan seks dengan nudity parsial, groping, pembahasan aktivitas seksual, dan elemen kekerasan seksual.  Bahasa: Sangat kasar, termasuk puluhan kali kata F-word dan profanity lainnya.  Tema: Horor gothic gelap, kematian, monster, pemberontakan berdarah, alkohol berat, dan tema dewasa seperti feminisme radikal melalui kekerasan.  Berdasarkan ulasan dari Parents' Guide (Kids-in-Mind: 7.8.8 untuk sex/violence/language), Common Sense Media (17+), dan Plugged In (Heavy untuk semua kategori), film ini sangat tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 17 tahun, bahkan untuk remaja mungkin terlalu intens dan disturbing. Cocok hanya untuk penonton dewasa yang menyukai horor gothic modern dengan elemen eksperimental.  &nbsp;</description></oembed>
