<?xml version="1.0"?>
<oembed><version>1.0</version><provider_name>Screen Score</provider_name><provider_url>https://screenscore.digitalmama.id/en</provider_url><author_name>Rachmadwipa Novandri</author_name><author_url>https://screenscore.digitalmama.id/en/author/novandri511/</author_url><title>Review Ulasan Furiosa Mad Max Saga - Screen Score</title><type>rich</type><width>600</width><height>338</height><html>&lt;blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="HK4dOtnQoU"&gt;&lt;a href="https://screenscore.digitalmama.id/en/content/furiosa-mad-max-saga/"&gt;Furiosa Mad Max Saga&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;iframe sandbox="allow-scripts" security="restricted" src="https://screenscore.digitalmama.id/en/content/furiosa-mad-max-saga/embed/#?secret=HK4dOtnQoU" width="600" height="338" title="&#x201C;Furiosa Mad Max Saga&#x201D; &#x2014; Screen Score" data-secret="HK4dOtnQoU" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" class="wp-embedded-content"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;script&gt;
/*! This file is auto-generated */
!function(d,l){"use strict";l.querySelector&amp;&amp;d.addEventListener&amp;&amp;"undefined"!=typeof URL&amp;&amp;(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&amp;&amp;!/[^a-zA-Z0-9]/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret="'+t.secret+'"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret="'+t.secret+'"]'),c=new RegExp("^https?:$","i"),i=0;i&lt;o.length;i++)o[i].style.display="none";for(i=0;i&lt;a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&amp;&amp;(s.removeAttribute("style"),"height"===t.message?(1e3&lt;(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r&lt;200&amp;&amp;(r=200),s.height=r):"link"===t.message&amp;&amp;(r=new URL(s.getAttribute("src")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&amp;&amp;n.host===r.host&amp;&amp;l.activeElement===s&amp;&amp;(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener("message",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener("DOMContentLoaded",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll("iframe.wp-embedded-content"),r=0;r&lt;s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute("data-secret"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+="#?secret="+t,e.setAttribute("data-secret",t)),e.contentWindow.postMessage({message:"ready",secret:t},"*")},!1)))}(window,document);
//# sourceURL=https://screenscore.digitalmama.id/wp-includes/js/wp-embed.min.js
&lt;/script&gt;</html><thumbnail_url>https://screenscore.digitalmama.id/wp-content/uploads/2025/03/MV5BMjk3ZWY2ZmEtMjg4YS00MGU0LThiMWQtMmM1NDhmNzZmOGIyXkEyXkFqcGc@._V1_.jpg</thumbnail_url><thumbnail_width>560</thumbnail_width><thumbnail_height>830</thumbnail_height><description>"Furiosa: A Mad Max Saga" adalah film aksi pasca-apokaliptik yang merupakan prekuel dari "Mad Max: Fury Road" (2015). Disutradarai oleh George Miller, film ini mengisahkan asal-usul karakter Imperator Furiosa, yang diperankan oleh Anya Taylor-Joy dalam versi mudanya, menggantikan Charlize Theron yang memerankannya di film sebelumnya. Film ini berlatar sekitar 15-20 tahun sebelum peristiwa "Fury Road" dan mengeksplorasi perjalanan Furiosa muda di dunia gurun tandus yang brutal setelah kehancuran masyarakat.  Cerita dimulai saat Furiosa kecil diculik dari Green Place of Many Mothers, sebuah oase yang tersisa di tengah Wasteland, oleh geng motor yang dipimpin oleh Warlord Dementus (diperankan oleh Chris Hemsworth). Setelah kehilangan ibunya dalam upaya penyelamatan, Furiosa muda tumbuh di tengah konflik antara Dementus dan Immortan Joe, penguasa Citadel yang tiranik. Sepanjang film, Furiosa menghadapi berbagai tantangan mematikan, termasuk aksi kejar-kejaran dengan kendaraan, pertempuran sengit, dan kekerasan ekstrem, sambil berusaha menemukan jalan pulang dan membalas dendam. Durasi film ini mencapai 2 jam 28 menit, dipenuhi dengan visual spektakuler, efek praktis, dan adegan aksi intens yang menjadi ciri khas waralaba Mad Max.  Kecocokan dengan Anak "Furiosa: A Mad Max Saga" tidak cocok untuk anak-anak, terutama yang berusia di bawah 13 tahun, dan bahkan untuk remaja di bawah 17 tahun mungkin memerlukan bimbingan orang tua. Berikut adalah alasannya:    Kekerasan Eksplisit dan Intens: Film ini menampilkan adegan kekerasan yang sangat grafis, seperti pembunuhan, penyiksaan, dan pertempuran berdarah. Misalnya, kematian ibu Furiosa di tangan Dementus dan pertarungan brutal di Wasteland bisa sangat mengganggu bagi penonton muda.   Tema Gelap dan Berat: Cerita berfokus pada dendam, kehilangan, dan kelangsungan hidup di dunia pasca-apokaliptik yang keras. Tema-tema ini kompleks dan suram, kurang sesuai dengan pemahaman atau kematangan emosional anak-anak.   Konten yang Tidak Pantas: Ada elemen kekerasan seksual tersirat (meskipun tidak eksplisit ditampilkan), seperti referensi tentang istri-istri Immortan Joe yang diperbudak, serta penggunaan bahasa kasar yang mungkin tidak sesuai untuk anak.   Rating Resmi: Film ini memiliki rating R (Restricted) di Amerika Serikat, yang berarti anak di bawah 17 tahun harus didampingi orang tua atau wali. Di Indonesia, film ini kemungkinan besar masuk kategori 17+ atau 21+, tergantung pada kebijakan sensor lokal.   Efek Visual dan Suara yang Menegangkan: Ledakan, tabrakan kendaraan, dan musik yang intens dapat membuat anak-anak merasa takut atau cemas.  Rekomendasi Film ini lebih cocok untuk penonton dewasa atau remaja yang sudah cukup matang (usia 17 tahun ke atas) yang menyukai aksi laga dan cerita bertema distopia. Untuk anak-anak, sebaiknya hindari film ini dan pilih alternatif yang lebih ramah keluarga, seperti film animasi atau petualangan ringan. Jika anak tertarik pada dunia Mad Max, orang tua bisa mempertimbangkan untuk menjelaskan konteksnya terlebih dahulu dan menonton bersama untuk memberikan panduan, tetapi tetap disarankan menunggu hingga mereka cukup umur.</description></oembed>
