<?xml version="1.0"?>
<oembed><version>1.0</version><provider_name>Screen Score</provider_name><provider_url>https://screenscore.digitalmama.id/en</provider_url><author_name>Rachmadwipa Novandri</author_name><author_url>https://screenscore.digitalmama.id/en/author/novandri511/</author_url><title>Review Ulasan Crime Scene Cleaner - Screen Score</title><type>rich</type><width>600</width><height>338</height><html>&lt;blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="bL0z1tTZmZ"&gt;&lt;a href="https://screenscore.digitalmama.id/en/content/crime-scene-cleaner/"&gt;Crime Scene Cleaner&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;iframe sandbox="allow-scripts" security="restricted" src="https://screenscore.digitalmama.id/en/content/crime-scene-cleaner/embed/#?secret=bL0z1tTZmZ" width="600" height="338" title="&#x201C;Crime Scene Cleaner&#x201D; &#x2014; Screen Score" data-secret="bL0z1tTZmZ" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" class="wp-embedded-content"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;script&gt;
/*! This file is auto-generated */
!function(d,l){"use strict";l.querySelector&amp;&amp;d.addEventListener&amp;&amp;"undefined"!=typeof URL&amp;&amp;(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&amp;&amp;!/[^a-zA-Z0-9]/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret="'+t.secret+'"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret="'+t.secret+'"]'),c=new RegExp("^https?:$","i"),i=0;i&lt;o.length;i++)o[i].style.display="none";for(i=0;i&lt;a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&amp;&amp;(s.removeAttribute("style"),"height"===t.message?(1e3&lt;(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r&lt;200&amp;&amp;(r=200),s.height=r):"link"===t.message&amp;&amp;(r=new URL(s.getAttribute("src")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&amp;&amp;n.host===r.host&amp;&amp;l.activeElement===s&amp;&amp;(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener("message",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener("DOMContentLoaded",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll("iframe.wp-embedded-content"),r=0;r&lt;s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute("data-secret"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+="#?secret="+t,e.setAttribute("data-secret",t)),e.contentWindow.postMessage({message:"ready",secret:t},"*")},!1)))}(window,document);
//# sourceURL=https://screenscore.digitalmama.id/wp-includes/js/wp-embed.min.js
&lt;/script&gt;</html><thumbnail_url>https://screenscore.digitalmama.id/wp-content/uploads/2026/08/images-55.jpg</thumbnail_url><thumbnail_width>596</thumbnail_width><thumbnail_height>335</thumbnail_height><description>Crime Scene Cleaner adalah game simulasi bersudut pandang orang pertama (FPS) yang dikembangkan oleh President Studio dan dirilis pada Agustus 2024. Walaupun memiliki mekanisme gameplay bersih-bersih yang menenangkan mirip dengan PowerWash Simulator atau House Flipper, game ini dibalut dengan tema kriminal yang gelap dan misterius.  Deskripsi Game    Latar Cerita: Anda bermain sebagai Kovalsky, seorang ayah tunggal dan petugas kebersihan sekolah yang sedang kesulitan finansial. Demi membayar tagihan rumah sakit putrinya yang sakit parah, Kovalsky terpaksa mengambil pekerjaan kotor dari mafia dan klien bayangan. Tugas utamanya adalah datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan dan menghilangkan semua jejak sebelum polisi tiba.   Mekanisme Gameplay: Sebagai "pembersih", Anda dibekali berbagai alat seperti kain pel, spons, mesin cuci bertekanan air (power washer), hingga penghilang bau (ozonator). Anda harus menyikat darah di lantai dan dinding, membuang mayat, menghancurkan barang bukti, dan menata ulang perabotan agar ruangan terlihat seolah tidak pernah terjadi apa-apa.   Eksplorasi dan Progresi: Selain membersihkan, pemain didorong untuk mengeksplorasi cerita di balik setiap pembunuhan melalui petunjuk yang tertinggal (seperti jejak darah atau barang yang rusak). Anda juga bisa mencuri barang berharga dari TKP untuk mendapat uang tambahan, serta menggunakan uang tersebut untuk melakukan upgrade peralatan (seperti senter yang lebih terang atau nosel semprotan air yang lebih kuat).  Kecocokan dengan Anak Secara tegas, Crime Scene Cleaner TIDAK COCOK untuk anak-anak. Meskipun ritme permainannya terkesan santai (cozy) dan meditatif, konten visual serta tema narasinya sangat dewasa. Pihak developer sendiri memberikan peringatan konten dewasa (Mature Content) dengan alasan berikut: Faktor yang Membuatnya Tidak Aman untuk Anak:    Kekerasan Visual &amp; Darah (Gore): Hampir setiap level dipenuhi dengan genangan dan cipratan darah dalam jumlah besar, serta mayat manusia dengan berbagai kondisi mengerikan paska pembunuhan.   Tema Kriminal dan Moralitas: Pemain secara aktif diajak untuk membantu mafia menyembunyikan kejahatan brutal, menghancurkan barang bukti pembunuhan, serta mencuri barang milik korban. Tema cerita melibatkan kartel narkoba, pembunuh bayaran, dan aktivitas ilegal lainnya.   Atmosfer Gelap: Game ini kadang menghadirkan suasana paranoid dan mencekam, seolah dikejar waktu sebelum sirene polisi berbunyi, atau menghadirkan level bernuansa "mimpi buruk" yang menyeramkan.  Jika anak Anda menyukai game dengan mekanisme bersih-bersih yang serupa, PowerWash Simulator, House Flipper, atau Loddlenaut adalah alternatif yang jauh lebih aman, ramah keluarga, dan bebas dari unsur kekerasan.</description></oembed>
