<?xml version="1.0"?>
<oembed><version>1.0</version><provider_name>Screen Score</provider_name><provider_url>https://screenscore.digitalmama.id/en</provider_url><author_name>Rachmadwipa Novandri</author_name><author_url>https://screenscore.digitalmama.id/en/author/novandri511/</author_url><title>Review Ulasan Ave Maryam - Screen Score</title><type>rich</type><width>600</width><height>338</height><html>&lt;blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="SRml6kfJkI"&gt;&lt;a href="https://screenscore.digitalmama.id/en/content/ave-maryam/"&gt;Ave Maria&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;iframe sandbox="allow-scripts" security="restricted" src="https://screenscore.digitalmama.id/en/content/ave-maryam/embed/#?secret=SRml6kfJkI" width="600" height="338" title="&#x201C;Ave Maryam&#x201D; &#x2014; Screen Score" data-secret="SRml6kfJkI" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" class="wp-embedded-content"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;script&gt;
/*! This file is auto-generated */
!function(d,l){"use strict";l.querySelector&amp;&amp;d.addEventListener&amp;&amp;"undefined"!=typeof URL&amp;&amp;(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&amp;&amp;!/[^a-zA-Z0-9]/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret="'+t.secret+'"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret="'+t.secret+'"]'),c=new RegExp("^https?:$","i"),i=0;i&lt;o.length;i++)o[i].style.display="none";for(i=0;i&lt;a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&amp;&amp;(s.removeAttribute("style"),"height"===t.message?(1e3&lt;(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r&lt;200&amp;&amp;(r=200),s.height=r):"link"===t.message&amp;&amp;(r=new URL(s.getAttribute("src")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&amp;&amp;n.host===r.host&amp;&amp;l.activeElement===s&amp;&amp;(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener("message",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener("DOMContentLoaded",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll("iframe.wp-embedded-content"),r=0;r&lt;s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute("data-secret"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+="#?secret="+t,e.setAttribute("data-secret",t)),e.contentWindow.postMessage({message:"ready",secret:t},"*")},!1)))}(window,document);
//# sourceURL=https://screenscore.digitalmama.id/wp-includes/js/wp-embed.min.js
&lt;/script&gt;</html><thumbnail_url>https://screenscore.digitalmama.id/wp-content/uploads/2025/04/Ave_Maryam.jpg</thumbnail_url><thumbnail_width>260</thumbnail_width><thumbnail_height>390</thumbnail_height><description>Film Ave Maryam adalah drama romansa Indonesia tahun 2019 yang disutradarai oleh Ertanto Robby Soediskam. Berlatar di Semarang pada tahun 1998, film ini mengisahkan Maryam (Maudy Koesnaedi), seorang biarawati berusia 40 tahun yang mengabdi di sebuah biara Katolik, merawat para biarawati lansia. Kehidupan Maryam yang tenang dan penuh pengabdian terguncang ketika ia bertemu dengan Romo Yosef (Chicco Jerikho), seorang pastor muda yang pandai bermusik. Keduanya saling jatuh cinta, memicu konflik batin antara hasrat pribadi dan janji selibat mereka sebagai pelayan Tuhan. Film ini mengeksplorasi tema cinta terlarang, pergulatan iman, dan dilema moral dengan alur lambat namun mendalam, didukung sinematografi indah yang menampilkan kota Semarang. Ave Maryam telah diputar di berbagai festival film internasional dan mendapat pujian atas akting serta penyampaian emosionalnya, meski sempat kontroversial karena temanya yang sensitif. Durasi film versi bioskop adalah 73 menit (setelah sensor), dengan klasifikasi usia 17+ di Indonesia.           Kecocokan dengan Anak Film Ave Maryam kurang cocok untuk anak-anak karena beberapa alasan:      Tema dan Konten: Film ini membahas cinta terlarang antara biarawati dan pastor, yang melibatkan dilema moral, pergulatan iman, dan emosi kompleks. Tema-tema ini sulit dipahami oleh anak-anak dan lebih ditujukan untuk penonton dewasa. Ada pula adegan yang mengandung unsur sensual tersirat, seperti simbolisme erotis dan adegan di pantai yang menggambarkan kedekatan fisik, meski tidak vulgar. Versi festival (21+) bahkan lebih eksplisit, dengan adegan yang menunjukkan ketelanjangan (meski dipotong di versi bioskop).                Klasifikasi Usia: Di Indonesia, film ini diklasifikasikan untuk usia 17+ (versi bioskop) karena mengandung tema dewasa dan emosi berat. Ini menunjukkan bahwa kontennya tidak sesuai untuk anak-anak di bawah usia tersebut.           Alur dan Dialog: Alur film yang lambat dan minim dialog, dengan fokus pada ekspresi serta simbolisme visual, mungkin membingungkan atau membosankan bagi anak-anak yang biasanya lebih menyukai cerita dengan tempo cepat atau elemen hiburan yang jelas.                Nilai Edukasi untuk Anak: Meskipun film ini menyampaikan pesan tentang toleransi antaragama (Maryam berlatar belakang keluarga Muslim) dan pengorbanan, pesan tersebut disampaikan dalam konteks yang terlalu kompleks untuk anak-anak. Nilai-nilai seperti kesetiaan dan pengabdian lebih relevan untuk penonton dewasa.             Rekomendasi: Film ini lebih cocok untuk remaja akhir (17 tahun ke atas) atau dewasa yang dapat memahami nuansa emosional dan moral dalam cerita. Untuk anak-anak, sebaiknya pilih film dengan tema yang lebih ringan dan sesuai usia, seperti animasi atau drama keluarga dengan pesan sederhana. Jika orang tua ingin menonton bersama remaja, diskusi setelah menonton bisa membantu menjelaskan tema-tema sensitif seperti iman, cinta, dan pengambilan keputusan.</description></oembed>
