<?xml version="1.0"?>
<oembed><version>1.0</version><provider_name>Screen Score</provider_name><provider_url>https://screenscore.digitalmama.id/en</provider_url><author_name>Rachmadwipa Novandri</author_name><author_url>https://screenscore.digitalmama.id/en/author/novandri511/</author_url><title>Review Ulasan Affinity - Screen Score</title><type>rich</type><width>600</width><height>338</height><html>&lt;blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="WegjBCWPB7"&gt;&lt;a href="https://screenscore.digitalmama.id/en/content/affinity/"&gt;Affinity&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;iframe sandbox="allow-scripts" security="restricted" src="https://screenscore.digitalmama.id/en/content/affinity/embed/#?secret=WegjBCWPB7" width="600" height="338" title="&#x201C;Affinity&#x201D; &#x2014; Screen Score" data-secret="WegjBCWPB7" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" class="wp-embedded-content"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;script&gt;
/*! This file is auto-generated */
!function(d,l){"use strict";l.querySelector&amp;&amp;d.addEventListener&amp;&amp;"undefined"!=typeof URL&amp;&amp;(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&amp;&amp;!/[^a-zA-Z0-9]/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret="'+t.secret+'"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret="'+t.secret+'"]'),c=new RegExp("^https?:$","i"),i=0;i&lt;o.length;i++)o[i].style.display="none";for(i=0;i&lt;a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&amp;&amp;(s.removeAttribute("style"),"height"===t.message?(1e3&lt;(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r&lt;200&amp;&amp;(r=200),s.height=r):"link"===t.message&amp;&amp;(r=new URL(s.getAttribute("src")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&amp;&amp;n.host===r.host&amp;&amp;l.activeElement===s&amp;&amp;(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener("message",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener("DOMContentLoaded",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll("iframe.wp-embedded-content"),r=0;r&lt;s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute("data-secret"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+="#?secret="+t,e.setAttribute("data-secret",t)),e.contentWindow.postMessage({message:"ready",secret:t},"*")},!1)))}(window,document);
//# sourceURL=https://screenscore.digitalmama.id/wp-includes/js/wp-embed.min.js
&lt;/script&gt;</html><thumbnail_url>https://screenscore.digitalmama.id/wp-content/uploads/2026/03/MV5BM2MxYzM0ODEtN2MzZC00MGMwLTg0MzctMDQwMmQ3ZGY0Y2RkXkEyXkFqcGc@._V1__result.webp</thumbnail_url><thumbnail_width>675</thumbnail_width><thumbnail_height>1200</thumbnail_height><description>Drama China pendek (short drama) tahun 2026 ini bergenre sci-fi romance dengan elemen dark romance dan obsesi. Cerita berlatar dunia di mana ada virus misterius bernama Affinity Virus yang bermutasi menjadi strain A dan B. Virus ini menciptakan daya tarik genetik yang kuat dan tak terkendali antara pembawa strain tertentu, sering kali berubah menjadi obsesi atau "kecanduan" satu sama lain.  Tokoh utama:   Wu Nongyu (diperankan oleh Cui Yuxin / Fang Jin di beberapa sumber): Mahasiswi pascasarjana jurusan bio-genetik engineering yang baik hati dan bertekad mencari obat untuk virus ini.  Xie Xinxu (diperankan oleh Jin Fang / Fang Jin): Pria dengan diagnosis antisocial personality disorder (sosiopat), dingin, rasional, tapi memiliki sisi gelap. Ia menjadi terobsesi secara ekstrem pada Wu Nongyu sejak pandangan pertama karena efek virus (dia pembawa strain B, sementara Wu membawa strain A yang menariknya secara insting).  Alur singkat:  Lima tahun lalu, Wu Nongyu ikut kakaknya (seorang polisi/detective) ke TKP pembunuhan, dan di sana ia pertama kali bertemu Xie Xinxu yang dicurigai sebagai pelaku (bahkan sempat ditahan). Pertemuan itu memicu "affinity" yang tak terkendali dari pihak Xie&#x2014;ia merasa ketertarikan obsesif dan ingin memiliki Wu Nongyu sepenuhnya.  Lima tahun kemudian, Xie menyamar sebagai profesor kedokteran yang dingin dan asketis di institusi tempat Wu magang/ kuliah. Ia sengaja mendekati Wu dengan motif balas dendam, obsesi, dan keinginan posesif. Namun seiring waktu, hubungan mereka berkembang menjadi kisah saling tebus dosa (mutual redemption), di mana obsesi beracun itu perlahan berubah menjadi cinta yang rumit, sambil mereka mencari kebenaran di balik virus Affinity dan cara memutus ikatan genetik yang mengikat mereka.  Cerita dibingkai dengan elemen futuristik: di tahun 2051, robot eksplorasi luar angkasa menemukan artefak yang merekam kisah cinta mereka dari "planet mirip Bumi", sehingga lolos sensor dengan label sci-fi.  Drama ini punya vibe "toxic attraction" mirip Twilight (Edward-Bella) tapi lebih gelap, intens, dan dewasa&#x2014;penuh forced proximity, obsesi, dan chemistry kuat antara lead.  Kecocokan dengan anak / anak-anak  Sangat tidak cocok untuk anak-anak atau remaja di bawah umur 17-18 tahun.  Alasannya:   Mengandung tema dark romance yang berat: obsesi posesif, antisocial personality, kecanduan genetik yang mirip "addiction at first sight", elemen stalker-like behavior.  Ada latar belakang pembunuhan, kecurigaan pembunuh, antisocial disorder, dan hubungan yang toksik (bukan romance sehat).  Rating umumnya PG-13 atau lebih tinggi (beberapa sumber sebut mirip dark romance yang "clinically insane" dan "criminally addictive").  Banyak elemen dewasa seperti obsesi seksual/implied attraction yang kuat, manipulasi emosional, dan kekerasan implisit dari masa lalu karakter.  Cocoknya lebih ke penonton dewasa yang suka cerita intens, sci-fi romance gelap, atau short drama dengan plot gila tapi adiktif (sekitar 40 episode, masing-masing ~18-20 menit). Kalau untuk anak, jauh lebih baik hindari&#x2014;bisa membingungkan atau memberikan gambaran hubungan yang tidak sehat.  &nbsp;</description></oembed>
