Smite 2 kedatangan dewa klasik baru bernama Atlas melalui pembaruan bertajuk Titan of the Cosmos. Karakter ini mengusung mekanik unik berbasis Astrolabe, sebuah perangkat yang mengumpulkan energi ketika Atlas menerima kerusakan dari dewa musuh atau memberi damage lewat serangan dasar maupun kemampuannya. Setelah energi terkumpul cukup, pemain dapat melepaskan Empowered Astrolabe Strike yang memberi kerusakan area sekaligus membuat dewa musuh gemetar (Trembled) dan minion terkena stun.
Kumpulan kemampuan Atlas dirancang untuk memberi kedalaman taktis yang tinggi. Kemampuan pertamanya, Unburden, memungkinkan pemain melemparkan Astrolabe ke lokasi target untuk memberi Magical Damage dan memperlambat musuh, sementara serangan dasar berikutnya akan menciptakan ledakan di lokasi Astrolabe tersebut. Kemampuan kedua, Gravity Pull, menarik musuh ke arah Astrolabe, dengan efek yang berubah tergantung apakah perangkat sedang dilempar atau dipegang oleh Atlas. Fleksibilitas antara memegang dan menempatkan Astrolabe menjadi inti dari gaya bermain dewa ini.
Kehadiran Atlas memperkaya jajaran dewa klasik dalam Smite 2 dan menambah opsi strategi bagi para pemain yang menyukai karakter dengan manajemen posisi yang kompleks. Mekanik energi dan penempatan Astrolabe menuntut pemahaman timing yang matang, sehingga Atlas berpotensi menjadi pilihan menarik baik di jalur solo maupun dalam pertarungan tim. Pembaruan Titan of the Cosmos ini sekaligus menegaskan langkah studio Hi-Rez dalam terus memperluas roster dewa Smite 2 sejak dirilis.
Sources: Steam