Amplitude Studios merilis skenario baru untuk Humankind bertajuk The War in the Pacific, yang didasarkan pada Operation Cartwheel, kampanye perebutan Kepulauan Solomon pada Perang Dunia II. Skenario ini memungkinkan pemain merasakan peperangan angkatan laut dan amfibi berdukungan udara dalam skala yang jarang ditemui pada permainan Humankind biasa, lengkap dengan peta khusus yang membentang dari Rabaul di barat laut hingga Guadalcanal di tenggara, yang disebut pengembang mungkin menjadi peta terbesar dalam game ini.
Skenario ini menghadirkan beragam elemen kustom untuk memperdalam pengalaman, mulai dari kondisi Fame khusus yang memberi poin untuk setiap unit musuh yang dihancurkan, kondisi akhir yang dipicu saat satu pihak kehilangan terlalu banyak kekuatan tempur, hingga aturan gameplay yang diubah. Di antaranya adalah larangan buyout unit baru, tidak adanya unit cadangan dari era sebelumnya, pohon riset yang dipersingkat dan telah terisi penuh, biaya perawatan unit yang dikurangi, serta tidak adanya generasi Influence maupun resolusi instan yang menyerahkan pertempuran ke AI.
Selain skenario, pengembang memanfaatkan kesempatan ini untuk menghadirkan sejumlah peningkatan pada permainan inti, terutama pada kecerdasan buatan. AI kini lebih baik dalam mengelola unit yang diangkut dengan mengerahkannya di area belakang dan menghindari pertempuran laut, lebih cermat mengatur serangan udara dengan memperhitungkan pertahanan anti-udara serta menyebarkan serangan untuk menghindari overstriking, dan menyertakan lebih banyak infanteri pada pasukan era akhir. Perbaikan gameplay lain seperti penyertaan tile darat dalam pertempuran laut yang melibatkan unit terangkut turut dihadirkan, menegaskan dukungan berkelanjutan pengembang terhadap game strategi berbasis giliran ini.
Sources: Steam