Bagi band indie-pop asal Busan, Hathaw9y, cinta adalah jangkar yang paling tepat untuk menangkap kisah-kisah yang dekat di hati mereka. Melalui album kedua mereka yang bertajuk “Lovers”, band beranggotakan tiga orang ini mengeksplorasi cara-cara mencintai yang tenang dan bernuansa khas kaum introvert. Jika bagi sebagian orang tema cinta terasa klise atau murahan, bagi Hathaw9y justru sebaliknya. Menurut sang drummer, Seyo, segala emosi yang tak terhitung jumlahnya dalam kehidupan pada akhirnya akan bermuara pada emosi terbesar, yakni cinta.
Alih-alih menyajikan deklarasi cinta yang menggebu-gebu, band ini lebih memilih pendekatan yang natural dan sesuai dengan kepribadian mereka. Sebagai contoh, lagu utama “Lover” terinspirasi dari kehadiran kucing peliharaan masa kecil sang drummer yang tenang namun selalu ada, dengan indah menangkap tema besar dari keseluruhan album. Vokalis utama dan gitaris, Kiwi, bahkan mengamini bahwa mereka memang sosok introvert yang seiring berjalannya waktu justru menjadi semakin tertutup, sehingga tema album ini sangat mewakili diri mereka.
Secara musikal, “Lovers” akan membawa pendengarnya bernostalgia ke lanskap suara era 1980-an yang dipadukan dengan sentuhan modern. Pilihan estetika ini merupakan hasil dari ketertarikan panjang Hathaw9y terhadap getaran retro nostalgik dari dekade tersebut. Dengan mengambil elemen dari yacht rock, city pop, soft rock, and folk namun tetap mempertahankan gaya khas mereka, trio ini memproduksi album dengan pola pikir pop yang kuat sambil membiarkan penulisan lagunya mencerminkan selera musik mereka yang terus berkembang.
Sources: The Korea Times