Drama Korea kini semakin gencar mengadopsi format multi-musim, sebuah tren yang tidak hanya didorong oleh platform streaming, tetapi juga mulai diikuti oleh stasiun televisi penyiaran tradisional. Langkah ini merupakan strategi industri untuk mengurangi risiko kegagalan di tengah lonjakan biaya produksi dan meningkatnya ketidakpastian terhadap kesuksesan sebuah proyek baru. Dengan melanjutkan cerita dan karakter dari seri sebelumnya yang sudah terbukti sukses, produser berharap dapat mempertahankan basis penonton setia sekaligus menarik pemirsa baru.
Stasiun televisi SBS saat ini memimpin sebagai pelopor dalam produksi drama berbasis musim di Korea Selatan. Kesuksesan besar dari proyek tiga musim “Dr. Romantic” yang pertama kali tayang pada tahun 2016 menjadi tonggak awal, disusul oleh deretan drama hit lainnya seperti “The Fiery Priest”, “The Penthouse: War in Life”, dan “Taxi Driver”. Menurut Kim Ki-seul, Kepala Pemrograman SBS, kunci kesuksesan drama multi-musim mereka terletak pada kombinasi pembangunan dunia yang kuat, karakter yang memikat, serta cerita tentang karma di mana keadilan pada akhirnya selalu menang.
Tak hanya stasiun televisi tradisional, platform streaming juga berlomba-lomba memperluas kesuksesan serial orisinal mereka. Tving baru saja merampungkan musim ketiga dan terakhir dari “Yumi’s Cells”, sementara Netflix terus memperluas dominasinya. Persaingan ketat untuk mempertahankan pelanggan sekaligus menarik penonton baru ini pada akhirnya menjadikan format multi-musim sebagai norma baru yang tak terhindarkan dalam lanskap industri drama Korea saat ini.
Sources: The Korea Times