Netflix kembali menggebrak dunia hiburan dengan program reality show kencan terbarunya yang bertajuk “The Love Lab”. Acara ini hadir membawa konsep eksperimen sosial unik yang menempatkan para lajang ke dalam berbagai skenario liar dan tak terduga, bertujuan untuk menangkap momen-momen intim saat naluri romantis mereka terbangun. Alih-alih menggunakan pemain tetap, program ini mengundang sekelompok orang biasa yang berbeda-beda di setiap eksperimennya. Menariknya, proyek ini digawangi langsung oleh Lee Jin-ju, produser bintang di balik kesuksesan reality show kencan hit seperti “EXchange” dan “My Siblings’ Romance”.
Dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Selasa di Stanford Hotel Seoul, produser Lee Jin-ju mengibaratkan tren menjamurnya program kencan saat ini layaknya era kompetisi yang sengit. Ia menekankan bahwa kelangsungan hidup genre ini sangat bergantung pada kemampuan tim produksi untuk menyajikan konsep-konsep segar dan inovatif. Melalui “The Love Lab”, Lee mengaku ingin menguji berbagai ide spontan yang sebelumnya sulit diterapkan pada format acara dengan narasi panjang yang pernah ia garap. Menurutnya, pendekatan eksperimental ini memberikan kebebasan eksplorasi dan pembuktian bahwa potensi genre kencan masih belum terbatas.
Dirilis perdana pada tanggal 17 Juni lalu, “The Love Lab” langsung memicu perbincangan hangat lewat dua episode pertamanya. Konsepnya yang provokatif mempertemukan dua orang asing untuk pertama kalinya di atas ranjang—salah satu ruang paling pribadi bagi manusia. Reaksi nyata para peserta yang canggung, bersemangat, hingga perubahan emosi mereka yang berlangsung cepat di dalam ruang tertutup tersebut sukses menyedot perhatian dan membuat penonton ikut terhanyut. Acara ini membuktikan bahwa eksperimen sosial berani bisa menghasilkan tontonan yang menggugah sekaligus menghibur.
Sources: The Korea Times