The King’s Game: Through the Veil

The King’s Game: Through the Veil adalah karya dari Sonar Games yang diterbitkan oleh Sonar Games. Mengusung genre Kasual, Indie, Strategi, game ini pertama kali tersedia untuk publik pada 5 Jul, 2026.

Dari sisi permainan, The King’s Game: Through the Veil Chess has always assumed both players deserve to know everything. Now it is played in the dark, against an opponent who is equally lost. Every piece on the board is hidden until your forces have eyes on it. The moment you lose line of sight, it disappears back into shadow. You are not playing against a system that knows where everything is. It genuinely does not know where your pieces are until it finds them. Your opening moves are an assumption. Your midgame…

Harga: S$8.37. Spesifikasi minimum: OS: Windows 10 64-bit Processor: Intel Core i3-6100 / AMD Ryzen 3 1200 Memory: 4 GB RAM Graphics: NVIDIA GTX 750 / AMD RX 460 / Intel HD 510 DirectX: Version 12 Storage: 900 MB available space Additional Notes: must support Vulkan 1.0 Sumber: Steam — https://store.steampowered.com/app/4590610/

S
Screen Score Editor Review
3.0 ★★★★★

Film ini mengisahkan sekelompok remaja yang terjebak dalam permainan misterius 'The King's Game'. Mereka harus menyelesaikan tantangan berbahaya atau menghadapi konsekuensi mengerikan. Ceritanya berlapis, penuh misteri dan ketegangan, tetapi sayangnya, alurnya seringkali membingungkan. Untuk anak-anak, film ini jelas tidak cocok. Saya sarankan minimal usia 16 tahun ke atas. Adegan kekerasannya cukup eksplisit, ada beberapa adegan menegangkan yang bisa bikin anak kecil trauma. Untungnya, tidak ada adegan seksual atau merokok/narkoba yang ditonjolkan, tapi bahasanya kadang kasar. Pesan positifnya tipis, lebih ke tema persahabatan dan keberanian. Tapi sayang, cara penyampaiannya malah menonjolkan sisi gelap dan kompetisi tidak sehat. Orang tua perlu waspada dengan adegan kekerasan psikologis dan fisik, serta beberapa dialog yang kurang pantas. Kesimpulannya, saya tidak rekomendasikan untuk anak di bawah 16 tahun. Buat remaja yang sudah matang dan bisa bedain fiksi realita, mungkin bisa jadi tontonan, tapi tetap dampingi ya.

About Writer