The Gentlemen (2024)

The Gentlemen (2024)

Sinopsis The Gentlemen (2024)
The Gentlemen (2024) adalah serial TV action-comedy Netflix yang dibuat oleh Guy Ritchie, berupa spin-off atau perluasan dari film bioskopnya tahun 2019 dengan judul sama. Serial ini terdiri dari 8 episode di season 1 (dan sudah diperbarui untuk season 2 yang rencananya tayang 2026). Ceritanya berdiri sendiri, tidak melanjutkan karakter dari film, tapi mempertahankan gaya khas Guy Ritchie: dialog cepat dan sarkastis, plot penuh twist, kekerasan bergaya stylish, humor hitam, serta campuran antara dunia aristokrasi Inggris dan kriminalitas jalanan.The story focuses on Eddie Horniman (diperankan oleh Theo James), seorang mantan kapten pasukan perdamaian PBB yang hidup teratur dan disiplin. Ketika ayahnya, Duke of Halstead ke-12, meninggal dunia, Eddie yang merupakan anak kedua tiba-tiba mewarisi gelar bangsawan, tanah keluarga yang luas, serta estate megah yang sudah turun-temurun selama lebih dari 600 tahun — sesuatu yang seharusnya jatuh ke tangan kakak sulungnya, Freddy (Daniel Ings), seorang playboy ceroboh, pecandu judi, dan pemabuk yang selalu bikin masalah.Namun, warisan itu ternyata jauh lebih rumit daripada sekadar rumah mewah dan tanah pertanian. Eddie segera menemukan rahasia besar: di bawah tanah estate keluarganya (dan mungkin properti lain) terdapat operasi perkebunan ganja industri skala besar yang sangat menguntungkan. Bisnis ilegal ini dijalankan oleh sindikat kriminal terorganisir yang dipimpin oleh Bobby Glass (Ray Winstone), seorang gangster tua berpengaruh, dan putrinya yang cerdas serta tangguh, Susie Glass (Kaya Scodelario).Eddie awalnya terkejut dan ingin segera membersihkan nama keluarga dari dunia kriminal. Ia berusaha mengakhiri kemitraan ini, melunasi utang keluarga, dan mengeluarkan bisnis ganja dari tanahnya. Sayangnya, para pemain di dunia bawah tanah London tidak begitu mudah dilepaskan. Susie Glass dan ayahnya tidak mau kehilangan operasi bernilai jutaan pound itu, sementara berbagai pihak lain mulai muncul: mulai dari gangster lokal yang haus kekuasaan, penipu licik, hingga pengusaha Amerika kaya raya yang licik seperti Uncle Stan (Giancarlo Esposito), serta geng-geng kekerasan yang siap melakukan apa saja demi merebut bagian dari “kue” ganja ini.Sepanjang serial, Eddie terpaksa terlibat lebih dalam ke dunia kriminal yang penuh pengkhianatan, negosiasi tajam, baku tembak, dan skema rumit. Ia harus belajar bernegosiasi dengan para penjahat, melindungi keluarganya (termasuk kakaknya yang sering jadi sumber masalah), dan menghadapi ancaman dari berbagai musuh. Perlahan, Eddie mulai menunjukkan bakat alami dalam mengatur “bisnis” ini — membuat penonton bertanya-tanya apakah ia benar-benar ingin keluar, atau justru mulai menikmati adrenalin dan kekuasaan yang datang bersama dunia gelap tersebut.Serial ini penuh dengan karakter pendukung memorable: gamekeeper setia yang kasar (Vinnie Jones), ibu Eddie yang anggun tapi tegas (Joely Richardson), serta berbagai penjahat eksentrik dengan aksen kental dan perilaku over-the-top. Gaya penyutradaraan Guy Ritchie sangat terasa: editing cepat, voice-over naratif, humor gelap, kekerasan yang kadang konyol tapi brutal, serta dialog penuh makian dan one-liner khas Inggris.
Suitability for Children's Viewing
Sangat tidak cocok untuk anak-anak atau remaja di bawah umur 17–18 tahun. Serial ini diberi rating TV-MA (setara R di film atau 18+ di banyak negara), dan rating tersebut sangat beralasan.Main reasons:

  • Violence — Ada banyak adegan kekerasan, penembakan, perkelahian brutal, darah, dan kematian (meski tidak terlalu gore ekstrem seperti horror, tetap graphic dan intens).
  • Abusive language — Makian berat dan sering muncul (terutama “f–k”, “c–t”, dll.), termasuk sepanjang dialog.
  • Obat-obatan — Tema utama serial ini adalah bisnis ganja ilegal skala besar. Ada adegan merokok ganja, diskusi produksi dan distribusi narkoba, serta karakter yang sering high atau terlibat narkoba lainnya.
  • Konten dewasa lainnya — Meski tidak banyak adegan seks eksplisit atau nudity berat, tetap ada elemen dewasa seperti nuansa kriminal, pengkhianatan, dan tema moral abu-abu.

Common Sense Media dan IMDb Parents Guide merekomendasikan minimal usia 15+ hingga 17+, tapi mayoritas ulasan orang tua dan kritikus menilai lebih aman untuk 18+ atau dewasa saja. Bukan tontonan keluarga sama sekali — lebih cocok untuk penonton dewasa yang menyukai film-film Guy Ritchie seperti Snatch, Lock Stock, atau The Gentlemen (film 2019) yang juga rated R.Jadi kalau kamu mencari tontonan ringan bareng anak atau remaja, hindari serial ini. Tapi kalau untuk dewasa yang suka crime comedy bergaya Inggris dengan twist dan aksi, ini salah satu yang paling entertaining di Netflix tahun 2024.

Questions & Answers

No questions yet. Be the first to ask!

S
Screen Score Editor Review
2.0 ★★★★★

Serial ini bercerita tentang Eddie Horniman yang mewarisi tanah pertanian dari ayahnya, lalu tahu kalau tanah itu ternyata dipakai untuk bisnis ganja underground. Dari situ, dia harus berurusan dengan bos kriminal, sindikat Asia, dan geng anak muda. Ceritanya seru, penuh plot twist, tapi jelas bukan untuk anak-anak. Cocok untuk usia 17 tahun ke atas, atau remaja akhir yang sudah bisa membedakan realita dan hiburan. Untuk anak di bawah itu, sebaiknya jangan dulu. Pesan positif yang bisa diambil: pentingnya strategi, kesetiaan pada keluarga, dan bagaimana mempertahankan prinsip di tengah tekanan. Tapi pesan ini tenggelam di antara kekerasan dan perilaku kriminal. Yang perlu diwaspadai orang tua: kekerasan fisik dan tembak-menembak yang cukup gamblang, dialog kasar yang sering muncul (f-word dan lainnya), penggunaan narkoba dan alkohol yang jadi bagian dari gaya hidup tokoh, serta adegan seksual yang eksplisit. Tidak ada pesan positif yang dominan karena semua tokoh punya agenda kriminal. Kesimpulan: Jangan tontonkan ke anak di bawah 17 tahun. Kalau remaja akhir, dampingi dan diskusikan pilihan moral tokoh-tokohnya.

About Writer