Say hello to the harmonica
Tahun:
Age:
Penulis:Shoba Dewey Chugani
Ilustrator:Singgih Cahyo
Penerbit: The Asia Foundation – Lets Read
Aku senang bermain dengan Kak Luki. Ide bermain Kakak banyak sekali. Namun, terkadang berubah muram dan diam saja. Apakah aku bisa membantunya agar ceria kembali?
Film 'Sapalah Aku dengan Harmonika' bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama Bima yang pendiam dan suka bermain harmonika. Lewat harmonikanya, dia berteman dengan seorang kakek misterius di taman yang ternyata punya rahasia sedih. Ceritanya sederhana tapi dalam, mengajarkan anak tentang arti kesendirian dan pentingnya menyapa. Cocok untuk anak usia 8 tahun ke atas karena temanya yang agak melankolis, tapi tetap bisa dipahami. Pesan positif yang kental adalah bahwa setiap orang punya cerita dan kita tidak boleh menilai dari penampilan luar. Bima belajar untuk lebih peka dan berani memulai percakapan. Tidak ada kekerasan, rokok, narkoba, atau adegan seksual sama sekali. Bahasanya sopan, hanya ada sedikit dialog yang agak menyedihkan saat kakek bercerita tentang istrinya yang meninggal. Keberagaman tidak menjadi fokus utama, tapi tokoh-tokohnya cukup mewakili masyarakat umum. Yang perlu diwaspadai adalah adegan saat kakek menangis, bisa membuat anak kecil ikut sedih. Orang tua sebaiknya dampingi dan jelaskan bahwa menangis itu wajar. Kesimpulannya, film ini sangat direkomendasikan untuk anak usia SD ke atas. Ceritanya hangat dan mengajarkan empati. Cocok ditonton bersama keluarga.








