
Community Rating






House Of The Future
- 2023
- 10+
A family returns to his hometown in Sumedang to bury his father, but they are unable to return to Jakarta after the funeral because one of his family members is involved in a criminal case.
This content is restricted!
Help us review the content you've watched. Login here.
Complete Synopsis Of The Film House Of The Future (2023)
House Of The Future adalah film drama keluarga Indonesia yang dirilis pada 7 Desember 2023, disutradarai dan ditulis oleh Danial Rifki. Film ini merupakan adaptasi dari serial televisi populer berjudul sama karya Ali Shahab yang tayang di TVRI pada tahun 1984. Diproduksi oleh Mizan Pictures dan Max Pictures, film ini menghadirkan cerita yang kaya akan nilai-nilai kekeluargaan, dibumbui dengan komedi ringan, petualangan sederhana, dan konflik emosional yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan durasi 109 menit, House Of The Future mengusung nostalgia era 1980-an sekaligus menyuguhkan narasi kontemporer yang menyentuh. Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris ternama seperti Fedi Nuril (Sukri), Laura Basuki (Surti), Widyawati (Bu Kokom), Bima Azriel (Bayu), Ciara Nadine Brosnan (Gerhana), Cok Simbara (Pak Musa), Maisha Kanna (Cempaka), dan Zayyan Sakha (Sangaji).
Storyline
Film House Of The Future berfokus pada kehidupan keluarga Sukri, seorang pengusaha restoran di Jakarta, dan istrinya, Surti, seorang koki daring yang dikenal sebagai YouTuber kuliner. Mereka hidup harmonis bersama dua anak mereka, Bayu dan Gerhana, di ibu kota. Namun, rencana liburan keluarga mereka ke Bali terpaksa dibatalkan ketika Sukri menerima kabar bahwa ayahnya, Pak Musa, meninggal dunia di kampung halamannya, Desa Cibeureum, Sumedang, Jawa Barat. Keluarga ini pun segera kembali ke desa untuk menghadiri upacara pemakaman.
Sesampainya di Cibeureum, Surti mendapat sambutan dingin dari ibu mertuanya, Bu Kokom, yang diperankan dengan apik oleh Widyawati. Bu Kokom menunjukkan sikap tidak ramah, seperti menolak berjabat tangan dengan Surti dan bahkan membuang teh yang dibuatkan menantunya. Ketegangan ini berakar dari kecurigaan Bu Kokom bahwa Surti berniat menguasai harta warisan keluarga. Konflik antara menantu dan mertua ini menjadi inti cerita, mencerminkan dinamika rumah tangga yang relatable dan sering ditemui dalam kehidupan nyata. Di sisi lain, Sukri, sebagai suami dan anak, berusaha menjadi penengah untuk mendamaikan hubungan antara istrinya dan ibunya, yang ternyata menyimpan luka lama dari masa lalu.
Situasi semakin rumit ketika keluarga Sukri tidak bisa segera kembali ke Jakarta setelah pemakaman. Bu Kokom tiba-tiba terlibat dalam sebuah kasus kriminal yang membuatnya diperiksa oleh polisi. Meskipun akhirnya dibebaskan, Bu Kokom secara mengejutkan memilih untuk tetap tinggal di penjara, menambah lapisan drama dalam cerita. Sukri memutuskan untuk menetap sementara di Cibeureum hingga masalah ibunya selesai, memaksa keluarganya beradaptasi dengan kehidupan pedesaan yang kontras dengan gaya hidup modern mereka di Jakarta.
Sementara itu, anak-anak Sukri dan Surti, Bayu dan Gerhana, justru menemukan kebahagiaan di Cibeureum. Mereka bertemu dengan teman-teman baru, Cempaka dan Sangaji, dua anak desa yang cerdas dan suka berpetualang. Bersama-sama, keempat anak ini terlibat dalam petualangan sederhana untuk membantu menyelesaikan masalah keluarga Sukri dengan cara yang tak terduga. Bayu, yang awalnya lebih suka bermain game dan kurang peduli dengan lingkungan sosial, mulai belajar menghargai kehidupan desa yang sederhana. Gerhana, yang digambarkan sebagai anak perempuan ceria, juga menambah dinamika dengan kepolosannya. Petualangan anak-anak ini tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan tentang persahabatan dan kerja sama.
Sepanjang cerita, film ini menggali luka-luka lama yang memengaruhi hubungan keluarga Sukri. Konflik antara Surti dan Bu Kokom ternyata tidak hanya soal warisan, tetapi juga dipicu oleh kesalahpahaman dan dendam dari masa lalu yang perlahan terungkap. Sukri, dengan kesabaran dan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga, berusaha keras untuk memahami kedua belah pihak dan mencari jalan keluar. Film ini juga menyoroti bagaimana keluarga modern dari kota besar beradaptasi dengan kehidupan pedesaan, termasuk tantangan seperti ketiadaan teknologi yang biasa mereka gunakan.
Peak and resolution
Menuju klimaks, film ini menghadirkan momen-momen emosional yang mendalam saat keluarga Sukri berusaha menyelesaikan konflik mereka. Anak-anak, dengan bantuan Cempaka dan Sangaji, memainkan peran penting dalam membantu orang tua mereka memahami pentingnya saling memaafkan dan menerima. Adegan-adegan komedi ringan, seperti kemunculan dua kameo tak terduga (Densule Sule KW dan Andre Taulany KW), menambah hiburan tanpa mengurangi bobot emosional cerita. Sementara itu, sinematografi yang menampilkan keindahan alam Cibeureum memberikan nuansa nostalgia dan kedamaian, kontras dengan konflik keluarga yang kompleks.
House Of The Future menutup ceritanya dengan pesan positif tentang pentingnya pengampunan, saling memahami, dan nilai keluarga sebagai tempat kembali. Film ini berhasil menyampaikan bahwa konflik, meskipun sulit, dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kasih sayang. Dengan akting memukau dari para pemain, terutama chemistry antara Fedi Nuril, Laura Basuki, dan Widyawati, serta pendekatan visual yang mempertahankan nuansa 1980-an (seperti perabot kayu dan mobil antik), film ini menawarkan pengalaman sinematik yang hangat dan menyentuh hati.
Additional Facts
- Film ini mempertahankan beberapa elemen asli serial 1984, seperti nama karakter dan theme song yang diaransemen ulang, tetapi menyesuaikan cerita dengan isu modern seperti media sosial dan teknologi.
- Proses produksi memakan waktu sekitar empat tahun, dimulai dari penulisan naskah pada 2019 dan syuting pada 2020 di tengah pandemi, dengan lokasi utama di Bogor dan Sumedang, Jawa Barat.
- House Of The Future diklasifikasikan untuk penonton usia 13 tahun ke atas oleh Lembaga Sensor Film Indonesia, menjadikannya tontonan yang cocok untuk keluarga.
- Film ini tayang di Netflix mulai April 2024, setelah debut di bioskop pada Desember 2023, dan mendapat sambutan positif karena relevansinya dengan dinamika keluarga modern.
Conclusion
House Of The Future adalah drama keluarga yang menggugah, menggabungkan nostalgia serial klasik 1980-an dengan konflik kontemporer yang relatable. Melalui cerita tentang Sukri, Surti, dan keluarga mereka, film ini mengeksplorasi tema pengampunan, hubungan mertua-menantu, dan adaptasi antar generasi, sambil menghadirkan humor ringan dan petualangan anak-anak yang menyegarkan. Dengan akting yang kuat, sinematografi yang indah, dan pesan moral yang mendalam, film ini menjadi tontonan yang layak untuk dinikmati bersama keluarga, mengingatkan kita akan pentingnya kebersamaan dan saling memahami dalam menghadapi tantangan hidup.
See More Movies
Related products
- Film
Gokil
- Film
Hotel Transylvania 2
- Film
Toy Story 1
- Film
Kungfu Panda 2
Community Rating




