Oma the Demonic

Oma the Demonic

“Oma the Demonic” adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 2022, disutradarai oleh Joel Fadly dan diproduksi oleh Unicorn Pictures. Film ini dibintangi oleh Jajang C. Noer, Karina Nadila, Syahra Larez, dan Diah Permatasari. Ceritanya berpusat pada Fiona, seorang wanita muda yang menghabiskan masa kecilnya bersama neneknya, yang ia panggil Oma. Namun, setelah konflik antara ibunya dan Oma sejak kematian ayahnya, Fiona tidak lagi mengunjungi neneknya. Suatu malam, ia mulai mengalami mimpi buruk berulang tentang seorang wanita misterius yang seolah memberi pesan untuk mengunjungi rumah Oma. Terusik oleh mimpi tersebut, Fiona bersama dua temannya, Luna dan Jeff, memutuskan untuk pergi ke rumah Oma. Di sana, mereka mengalami berbagai kejadian misterius dan menyeramkan yang akhirnya mengungkap rahasia kelam, mengancam nyawa mereka.
Film ini menampilkan elemen horor klasik seperti rumah tua, suasana mencekam, dan kejadian supranatural, dengan tambahan jumpscare yang menjadi ciri khas genre ini. Alur cerita berfokus pada ketegangan psikologis dan misteri keluarga, menjadikannya tontonan yang intens dan penuh suspense.
Kecocokan untuk Tontonan Anak:
“Oma the Demonic” jelas tidak cocok untuk anak-anak. Sebagai film horor, ia mengandung tema-tema gelap seperti mimpi buruk, ancaman supranatural, dan situasi yang mengancam jiwa, yang dapat menimbulkan ketakutan atau kecemasan pada penonton muda. Adegan jumpscare dan suasana mencekam dirancang untuk membangun ketegangan, yang tidak sesuai dengan kapasitas emosional anak-anak. Selain itu, konflik keluarga yang rumit dan nuansa kelam dalam cerita lebih ditujukan untuk penonton dewasa yang bisa memahami konteksnya. Oleh karena itu, film ini lebih tepat untuk remaja atau dewasa penggemar genre horor, dan sebaiknya dihindari sebagai tontonan anak-anak.

Questions & Answers

No questions yet. Be the first to ask!

S
Screen Score Editor Review
3.0 ★★★★★

Oma the Demonic berkisah tentang seorang nenek yang ternyata adalah iblis. Ceritanya berpusat pada seorang anak yang harus menghadapi kenyataan bahwa neneknya bukanlah seperti yang ia kira. Dari segi usia, konten ini lebih cocok untuk anak usia 12 tahun ke atas karena ada beberapa adegan menegangkan dan tema supranatural. Pesan positif yang bisa diambil adalah pentingnya keberanian menghadapi ketakutan dan tidak menilai seseorang dari penampilan. Namun, ada hal yang perlu diwaspadai: beberapa adegan kekerasan ringan tapi cukup mengintimidasi, seperti kejaran dan ancaman. Tidak ada adegan merokok, alkohol, atau narkoba yang eksplisit. Dialognya cukup aman, hanya ada beberapa kata makian ringan yang mungkin tidak pantas untuk anak kecil. Tidak ada adegan seksual sama sekali. Keberagaman karakter cukup baik, meski tidak terlalu menonjol. Kesimpulan: konten ini bisa ditonton anak usia 12 tahun ke atas dengan pendampingan orang tua, terutama untuk menjelaskan bahwa ini hanya fiksi. Tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 12 tahun.

About Writer