Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank
blank

Now You See Me: Now You Don’t

Peringatan Spoiler: Sinopsis ini mencakup detail plot lengkap, termasuk twist dan akhir cerita. Jika Anda belum menonton filmnya, pertimbangkan untuk melewati bagian ini.

“Now You See Me: Now You Don’t” (juga dikenal sebagai Now You See Me 3) adalah film heist-thriller Amerika tahun 2025 yang disutradarai oleh Ruben Fleischer, dengan naskah dari Michael Lesslie, Paul Wernick & Rhett Reese, serta Seth Grahame-Smith. Film ini merupakan kelanjutan dari franchise Now You See Me (2013) and Now You See Me 2 (2016), diproduksi oleh Lionsgate, dan dirilis di Amerika Serikat pada 14 November 2025 setelah premiere di Amsterdam pada 11 November 2025. Durasi film sekitar 1 jam 53 menit, dengan rating PG-13 untuk kekerasan, bahasa kasar, dan referensi sugestif. Pemain utama meliputi Jesse Eisenberg (J. Daniel Atlas), Woody Harrelson (Merritt McKinney), Dave Franco (Jack Wilder), Isla Fisher (Henley Reeves), serta tambahan generasi baru seperti Justice Smith (Charlie), Dominic Sessa (Bosco), Ariana Greenblatt (June), Rosamund Pike (Veronika), dan penampilan cameo dari Morgan Freeman (Thaddeus Bradley). Komposer Brian Tyler kembali untuk soundtrack yang energik, penuh dengan elemen sulap dan aksi.

Latar Belakang dan Pengenalan Karakter

Cerita dimulai hampir satu dekade setelah peristiwa Now You See Me 2, di mana The Four Horsemen—kelompok pesulap elit yang menggunakan ilusi untuk merampok orang kaya dan korup—telah pensiun dan hidup tersebar. J. Daniel Atlas (Eisenberg) kini menjadi pembicara motivasi yang sombong; Merritt McKinney (Harrelson), hipnotis dengan topi porkpie, menjalankan bisnis konseling; Jack Wilder (Franco), ahli kartu, bekerja sebagai mekanik; dan Henley Reeves (Fisher), ahli kabur, mengelola pertunjukan sulap kecil. Mereka semua masih terhubung dengan The Eye, masyarakat rahasia yang mengawasi pesulap-pesulap ini sebagai “pahlawan bayangan” yang membagikan harta rampasan untuk keadilan sosial.

Tiba-tiba, Horsemen menerima kartu panggilan terenkripsi misterius—mirip dengan yang mereka terima di film pertama—yang menantang mereka untuk reuni. Kartu itu mengarah ke sebuah teka-teki sulap yang melibatkan berlian terbesar di dunia, “The Eye of Providence” (bukan berlian sebenarnya, tapi metafor untuk harta karun rahasia). Ini memaksa mereka bersatu kembali, meski dengan ketegangan lama: Atlas yang egois sering bentrok dengan McKinney yang sarkastik, sementara Wilder dan Reeves berjuang dengan trauma masa lalu.

Plot Utama: Reuni dan Konflik Awal

Horsemen tiba di Las Vegas untuk pertunjukan sulap besar-besaran, di mana mereka bertemu dengan trio pesulap muda yang ambisius: Charlie (Smith), seorang jenius ilusi jalanan yang karismatik tapi misterius; Bosco (Sessa), ahli manipulasi kartu remaja yang penuh semangat; dan June (Greenblatt), gadis pintar yang ahli teknologi dan hacking. Trio ini mengaku sebagai “penerus” Horsemen, direkrut oleh The Eye untuk misi baru. Namun, ketegangan muncul karena trio muda ini tampak terlalu sempurna—mereka tahu terlalu banyak tentang rahasia Horsemen.

Misi utama adalah merampok berlian raksasa milik Veronika (Pike), seorang pewaris berlian kejam dan manipulatif yang mengendalikan sindikat kriminal global. Veronika digambarkan sebagai antagonis utama: dingin, cerdas, dan sadis, dengan sejarah kelam terkait Nazi Jerman (ayahnya adalah kolektor artefak Nazi). Dia menggunakan kekayaannya untuk membiayai perdagangan senjata ilegal, dan berlian itu adalah kunci untuk lelang hitam yang akan mendanai terorisme. Horsemen, dibantu trio baru, merencanakan heist epik: sebuah pertunjukan sulap di museum berlian di Paris, di mana ilusi massal—termasuk teleportasi palsu, kabur dari kotak pasir yang mengisi cepat, dan manipulasi pikiran—akan mengalihkan perhatian penjaga sambil mencuri berlian.

Sementara itu, agen FBI Dylan Rhodes (Mark Ruffalo, dari film sebelumnya) kembali muncul sebagai sekutu rahasia The Eye, meski nasibnya ambigu di akhir. Thaddeus Bradley (Freeman) juga muncul singkat sebagai pembongkar sulap yang kini pensiun, memberikan petunjuk kunci tentang Veronika. Adegan aksi awal mencakup pengejaran mobil di jalanan Paris yang ramai, di mana Horsemen menggunakan trik sulap untuk lolos dari polisi dan antek Veronika, termasuk melempar kartu seperti bintang ninja dan ilusi api.

Twist Tengah dan Pengembangan Karakter

Seiring plot berkembang, terungkap bahwa heist ini bukan hanya tentang berlian, tapi juga balas dendam pribadi. Trio muda—terutama Charlie—memiliki agenda tersembunyi. Mereka menggunakan Horsemen sebagai umpan untuk mendekati Veronika, yang ternyata memiliki hubungan keluarga gelap dengan Charlie. Twist besar: Charlie adalah anak haram dari ayah Veronika, hasil perselingkuhan dengan ibu Charlie yang bekerja sebagai pelayan di keluarga Veronika. Veronika, dalam kemarahannya, memotong rem mobil ibu Charlie, menyebabkan kematiannya—Charlie selamat tapi tumbuh di panti asuhan, belajar sulap sebagai cara bertahan hidup. Motif Charlie adalah membalas dendam, bukan keadilan sosial seperti Horsemen.

Ini menciptakan konflik internal: Horsemen mulai curiga pada trio baru, terutama setelah Bosco hampir tertangkap dalam jebakan pasir mematikan yang dirancang Veronika. June, sebagai “otak” trio, menggunakan AI dan hologram untuk menyamarkan identitas mereka, sementara Atlas dan McKinney terlibat dalam sesi hipnosis yang mengungkap trauma masa lalu Horsemen (seperti kematian ayah Atlas). Ada juga elemen romantis ringan: ketegangan flirtatious antara Wilder dan June, serta reuni emosional antara Atlas dan Reeves.

Veronika, yang awalnya meremehkan Horsemen sebagai “badut”, mulai memburu mereka dengan antek bersenjata, termasuk adegan kekerasan di mana seorang antek ditembak (tanpa gore berlebih) dan diskusi tentang bunuh diri serta kematian orang tua yang membuat nada film lebih gelap.

Klimaks dan Akhir Cerita

Klimaks terjadi di gudang rahasia Veronika di London, di mana heist berlian mencapai puncak: Horsemen melakukan ilusi “bullet catch” (menangkap peluru) di depan Veronika, tapi ternyata itu tipuan. Charlie menyerahkan berlian palsu ke Veronika, yang kemudian menembaknya—tapi Charlie selamat, mengungkapkan trik sulap mustahil yang melibatkan darah palsu dan penggantian tubuh. Ternyata, seluruh rencana dikendalikan oleh trio baru, bukan Horsemen. Mereka menggunakan The Eye sebagai kedok untuk menjebak Veronika: berlian asli dicuri lebih awal oleh June, dan bukti kejahatan Veronika (termasuk dokumen Nazi) disiarkan ke dunia melalui pertunjukan sulap global.

Veronika gagal mengenali Charlie lebih awal karena trauma masa kecilnya membuatnya buta terhadap kemiripan wajah, dan dia terlalu sombong untuk curiga pada “anak muda”. Dalam twist akhir, Horsemen menyadari mereka dimanipulasi, tapi memaafkan trio baru karena motif balas dendam Charlie selaras dengan misi The Eye. Veronika ditangkap, hartanya disita untuk amal, dan Dylan Rhodes menghilang misterius—membuka kemungkinan untuk sekuel (film ke-4 sudah direncanakan).

Film berakhir dengan Horsemen pensiun lagi, tapi trio baru menjadi Horsemen generasi baru, melakukan pertunjukan penutup di mana ilusi massal menyatukan penonton dalam pesan tentang “melihat kebenaran di balik tipuan”. Tema utama—kepercayaan, keluarga, dan kekuatan ilusi untuk keadilan—ditekankan melalui dialog lucu dan aksi cepat, meski plot kadang terasa bertele-tele seperti film Pink Panther.

Secara keseluruhan, film ini mendapat ulasan campuran (Rotten Tomatoes 61%, Metacritic 50/100), dipuji karena chemistry cast dan trik sulap inovatif, tapi dikritik karena mengulang formula franchise tanpa inovasi besar. Box office awal mencapai $20-25 juta di AS.

Compatibility with children

Film ini ber-rating PG-13 (setara dengan “Bimbingan Orang Tua Ketat” di Indonesia untuk usia di atas 13 tahun), karena mengandung kekerasan aksi (pengejaran, tembak-menembak tanpa darah berlebih, jebakan mematikan seperti kotak pasir), bahasa kasar (setidaknya 1 kata F-word, beberapa “God damn”, dan umpatan ringan dalam perdebatan), serta referensi sugestif (godaan flirtatious, lelucon seksual ringan, dan satu adegan ciuman singkat). Ada juga tema dewasa seperti balas dendam, kematian orang tua, bunuh diri, dan sejarah Nazi yang dibahas secara singkat.

Age Recommendations:

  • Usia 0-8 tahun: Tidak Cocok. Terlalu menakutkan dan kompleks; anak kecil mungkin terganggu oleh aksi cepat dan elemen gelap.
  • Usia 9-12 tahun: Hati-hati dengan Bimbingan Kuat. Bisa menikmati sulap dan humor absurd (banyak anak 8-12 tahun di bioskop menyukainya), tapi orang tua harus siap jelaskan plot twist, moralitas pencurian “untuk kebaikan”, dan diskusikan kekerasan. Hindari jika anak sensitif terhadap tembakan atau tema kematian.
  • Usia 13 tahun ke atas: Cocok. Remaja akan menikmati thriller cepat, misteri, dan efek visual. Ini film keluarga untuk tween/remaja yang suka Ocean’s Eleven or The Prestige, tapi bukan untuk yang lebih muda tanpa pengawasan.

Secara keseluruhan, film ini menyenangkan untuk keluarga dengan anak usia 10+ yang diawasi, berkat pesan positif tentang kerja tim dan keadilan, tapi bukan pilihan utama untuk anak di bawah 13 tahun karena intensitasnya. Jika ditonton bersama, gunakan kesempatan untuk bicara tentang “tipuan” dalam hidup nyata vs. hiburan.

 

This content is restricted!

Help us review the content you've watched. Login here.

See More Movies

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank