Nohmen: Blood Rites
Hadir dari New Rites Games, ESAT, Nohmen: Blood Rites adalah sebuah game bergenre Aksi, Petualangan, Free To Play, Akses Dini yang dipublikasikan oleh ESAT. Game ini meluncur pertama kali pada 7 Jul, 2026.
Mengenai gameplay-nya, Kento, a warrior of the Kozuki clan, returns home after war to find his family’s sacred Nōmen mask shattered and an ancient evil unleashed upon his bloodline. As corruption spreads through the castle, he must fight possessed allies, uncover hidden relics, and restore the seal that has contained “The Nohmen’s course” for generations. Bound by duty and guilt, Kento’s final mission may require the ultimate sacrifice to prevent the darkness from consuming the world. The experience: A third-person action experience where you follow Kento as he…
Game ini dibanderol dengan harga Gratis (Free to Play). Sumber: Steam — https://store.steampowered.com/app/4522430/
Nohmen: Blood Rites adalah film laga supernatural dari Indonesia yang mengisahkan sekelompok pemuda yang terlibat dalam ritual kuno berbahaya. Ceritanya dimulai ketika mereka menemukan kitab misterius dan tanpa sengaja membuka pintu ke dunia kegelapan. Sejak awal, film ini langsung menyuguhkan adegan horor dan pertarungan yang intens. Cocok untuk anak? Jelas tidak. Ini lebih untuk remaja 17 tahun ke atas, itupun dengan pendampingan orang tua. Pesan positifnya adalah tentang persahabatan dan keberanian menghadapi ketakutan, tapi sayangnya tenggelam dalam kekerasan yang eksplisit. Yang perlu diwaspadai: kekerasan fisik berdarah-darah, adegan ritual yang menyeramkan, dan beberapa dialog kasar. Ada juga penggunaan senjata tajam yang digambarkan secara detail. Minum alkohol dan merokok muncul di beberapa adegan, meski tidak jadi fokus utama. Keberagaman pemain cukup baik dengan latar budaya Indonesia yang kental. Secara keseluruhan, film ini terlalu berat untuk anak-anak. Saya tidak merekomendasikan untuk penonton di bawah 17 tahun. Untuk remaja yang sudah dewasa dan suka horor, mungkin bisa jadi tontonan, tapi tetap perlu diskusi dengan orang tua tentang kekerasan yang ditampilkan.




