Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank
blank

Death Note

“Death Note” is a Japanese manga series written by Tsugumi Ohba and illustrated by Takeshi Obata, which was later adapted into an anime, a live-action film, and various other media. The story follows Light Yagami, a genius high school student who finds a supernatural notebook called the “Death Note.” The notebook allows its user to kill anyone simply by writing their name while imagining their face, as long as the notebook is in their possession. Light decides to use the Death Note to eliminate criminals and create a “perfect world” under his alter ego, “Kira.” This sets up a psychological and intellectual conflict with L, a genius detective who is trying to stop him. The story is filled with intrigue, manipulation, moral dilemmas, and explorations of themes such as justice, power, and corruption.
Compatibility with Children
  • Content: “Death Note” contains complex and mature themes, though it is not as graphically brutal as “Berserk.” The violence in the story is more implied (e.g., deaths by heart attack or mysterious events) than explicit. However, there are some suspenseful scenes, such as character deaths, psychological manipulation, and the use of weapons in some parts. Additionally, the series explores ambiguous moral concepts—such as whether killing for “justice” is justified—that could be confusing or affect the thinking of young children who are not yet emotionally or intellectually mature.
  • Recommended Age: “Death Note” is officially classified for older teen and adult audiences (usually 13+ or 15+, depending on the adaptation). The manga and anime have warnings such as “Teen” or “Mature” in many countries. The anime, which aired in 2006-2007, is often considered appropriate for teens because of its focus on strategy and dialogue rather than graphic violence. However, some live-action adaptations (such as the Japanese film or the 2017 Netflix version) may up the emotional or visual intensity.
  • Suitability for Children:
    • Children Under 10 Years: Not recommended. Themes of manipulation, death, and grey morality are too complex and potentially disturbing. Children this age may have difficulty understanding character motivations or may misinterpret the idea of ​​“killing for good.”
    • Children 10-13 Years: May be acceptable with parental supervision, depending on the child's maturity. Those who enjoy mystery or strategy stories may be interested, but parents should be prepared to discuss themes of justice and consequences to ensure children don't normalize extreme ideas.
    • Teenagers 13+: Generally suitable, especially if they are used to more serious fiction. “Death Note” is often a gateway for teenagers to enjoy psychological or thriller anime.
  • Additional Considerations: There is no explicit sexual content or excessive gore, but the psychological tension and death of a major character may affect sensitive children. Parents should also consider whether their child is likely to emulate Light's manipulative behavior or become obsessed with the concept of absolute power.
Conclusion: “Death Note” not entirely suitable for small children (under 10) due to the complexity of the themes and potential emotional impact. For older children or teens (10-13 and up), this can be an engaging and thought-provoking experience with parental supervision or discussion. Be sure to tailor it to your child’s personality and maturity level. If you want to introduce them to anime, there are more kid-friendly alternatives like “Naruto” or “Pokémon” for younger ages.

This content is restricted!

Help us review the content you've watched. Login here.

Sinopsis Lengkap Death Note

Death Note adalah manga dan anime thriller psikologis karya Tsugumi Ohba (cerita) dan Takeshi Obata (ilustrasi) yang diterbitkan pada tahun 2003–2006. Cerita ini menggabungkan elemen supernatural, kriminal, dan pertarungan intelektual antara dua karakter jenius dengan moralitas yang bertolak belakang. Berikut adalah sinopsis terlengkap dari Death Note:

Awal Cerita: Penemuan Death Note

Light Yagami, seorang siswa SMA berprestasi di Jepang, dikenal sebagai pelajar cerdas, populer, dan perfeksionis. Namun, ia merasa dunia dipenuhi ketidakadilan dan kejahatan, membuatnya bosan dengan kehidupan sehari-hari. Suatu hari, ia menemukan buku misterius bertuliskan “Death Note” yang jatuh dari langit. Buku ini ternyata milik Ryuk, seorang Shinigami (dewa kematian) dari dunia lain, yang sengaja menjatuhkannya ke dunia manusia karena bosan.
Light membaca aturan Death Note: siapa pun yang namanya ditulis di buku itu akan mati, asalkan penulis mengetahui wajah orang tersebut dan menuliskan penyebab kematian (jika tidak, korbannya akan mati karena serangan jantung dalam 40 detik). Awalnya skeptis, Light menguji buku itu dengan menulis nama seorang penjahat yang ia lihat di berita. Ketika penjahat itu benar-benar mati, Light menyadari kekuatan buku tersebut dan memutuskan untuk menggunakannya untuk “membersihkan dunia” dari kejahatan, membunuh para kriminal satu per satu.

Kemunculan “Kira” dan Konflik dengan L

Kematian massal para penjahat di seluruh dunia menarik perhatian Interpol dan masyarakat, yang menyebut pelaku misterius ini sebagai “Kira” (berasal dari kata “killer”). Light, yang kini berperan sebagai Kira, melihat dirinya sebagai “dewa dunia baru” yang akan menciptakan utopia tanpa kejahatan. Namun, tindakannya memicu kekacauan moral dan ketakutan global.
Untuk menghentikan Kira, Interpol merekrut L, seorang detektif jenius yang bekerja secara anonim dan dikenal mampu memecahkan kasus-kasus tersulit di dunia. L memulai investigasi dengan kecerdasan luar biasa, mempersempit lokasi Kira ke wilayah Kanto, Jepang, melalui siaran televisi global yang menjebak Light. Ini memulai permainan kucing-dan-tikus antara Light dan L, di mana keduanya saling mengantisipasi langkah satu sama lain dengan strategi rumit.
Light, dengan bantuan Ryuk yang hanya bertindak sebagai pengamat, menggunakan Death Note dengan cerdik untuk menghilangkan jejaknya, termasuk membunuh agen FBI yang dikirim untuk menyelidiki. Sementara itu, L mendekati Light secara langsung dengan menyamar sebagai mahasiswa dan mendekatinya sebagai teman, meningkatkan ketegangan psikologis dalam cerita.

Konflik Memuncak: Manipulasi dan Pengorbanan
Seiring cerita berlanjut, Light semakin terobsesi dengan kekuatan Death Note, berubah dari idealis menjadi manipulatif dan kejam. Ia rela mengorbankan siapa saja, termasuk orang-orang terdekat, untuk melindungi identitasnya sebagai Kira. Salah satu momen krusial adalah ketika Light memanipulasi tunangannya, Misa Amane, seorang model yang juga memiliki Death Note kedua setelah bertemu Shinigami lain bernama Rem. Misa, yang fanatik pada Kira, setia kepada Light dan bersedia melakukan apa saja untuknya, meskipun Light hanya memanfaatkannya.
L terus mendekati kebenaran, tetapi Light selalu selangkah lebih maju dengan rencana-rencana licik, termasuk menyerahkan Death Note sementara untuk menghapus ingatannya sendiri dan mengelabui L. Namun, L akhirnya menemukan bukti kuat bahwa Light adalah Kira. Tepat sebelum L dapat mengungkapnya, Rem, yang peduli pada Misa, membunuh L untuk melindungi rencana Light, mengorbankan nyawanya sendiri sebagai Shinigami.

Bagian Kedua: Near, Mello, dan Kejatuhan Kira
Setelah kematian L, cerita memasuki babak baru. Dunia mulai menerima Kira sebagai penguasa tak terlihat, dan Light bergabung dengan kepolisian Jepang untuk memimpin investigasi Kira, menutupi jejaknya sendiri. Namun, dua penerus L, yaitu Near dan Mello, muncul untuk melanjutkan misi menangkap Kira.
Near, seorang detektif analitis yang mirip dengan L, dan Mello, yang lebih emosional dan agresif, bekerja secara terpisah untuk mengungkap identitas Kira. Mereka mulai mencurigai Light, terutama setelah serangkaian kejadian yang melibatkan penyalahgunaan Death Note oleh pihak lain yang bekerja untuk Light, seperti Teru Mikami, seorang pengikut fanatik Kira.
Konflik mencapai klimaks ketika Near berhasil memojokkan Light dalam sebuah pertemuan terakhir. Dengan bukti yang dikumpulkan melalui strategi cerdas dan kesalahan kecil dari Mikami, Near mengungkap bahwa Light adalah Kira di depan tim investigasi. Dalam keputusasaan, Light mencoba menggunakan Death Note untuk membunuh Near, tetapi rencananya gagal. Ditinggalkan oleh Ryuk, yang menulis nama Light di Death Note-nya sendiri, Light akhirnya mati dengan tragis, mengakhiri era teror Kira.

Epilog dan Tema
Setelah kematian Light, dunia kembali ke keadaan semula, dengan kejahatan yang terus ada meskipun tanpa Kira. Ryuk kembali ke dunia Shinigami, merenungkan petualangan singkatnya dengan manusia. Cerita berakhir dengan nada kelam, menyoroti ambiguitas moral dan konsekuensi dari kekuasaan absolut.
Death Note mengeksplorasi tema-tema seperti keadilan, moralitas, korupsi kekuasaan, dan batas antara baik dan jahat. Light Yagami, yang awalnya ingin menciptakan dunia yang lebih baik, justru menjadi tiran yang kehilangan kemanusiaannya. Pertarungan intelektual antara Light dan L, ditambah dengan elemen supernatural dari Death Note, menjadikan cerita ini sebagai salah satu karya paling ikonik dalam genre thriller psikologis.

Additional Notes
Manga Death Note terdiri dari 12 volume dengan 108 bab, sementara adaptasi animenya memiliki 37 episode. Cerita ini juga diadaptasi ke dalam film live-action, drama TV, dan novel. Meskipun cerita utama berfokus pada Light dan L, karakter pendukung seperti Misa, Near, Mello, dan Ryuk memberikan dimensi tambahan pada narasi, membuat Death Note tetap relevan sebagai karya yang memicu diskusi tentang moral dan kekuasaan.

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank