Babylon
Sinopsis Film Babylon (2022)
Babylon (2022) adalah film epik period drama-komedi yang ditulis dan disutradarai oleh Damien Chazelle (sutradara La La Land dan Whiplash). Film ini berdurasi sekitar 3 jam 9 menit dan berlatar belakang Hollywood akhir tahun 1920-an, tepat saat industri film mengalami transisi besar dari era film bisu (silent film) ke film bersuara (talkies) setelah kesuksesan The Jazz Singer pada 1927.
Cerita berpusat pada beberapa karakter utama yang saling terhubung di dunia perfilman yang penuh ambisi, kemewahan berlebihan, dekadensi, dan kehancuran pribadi:
- Manuel “Manny” Torres (diperankan Diego Calva), seorang imigran Meksiko yang bercita-cita tinggi ingin menjadi bagian dari sesuatu yang “lebih besar” di Hollywood. Dia memulai sebagai pekerja rendahan yang mengantarkan gajah ke pesta liar seorang eksekutif studio.
- Nellie LaRoy (Margot Robbie), seorang aktris ambisius, liar, dan karismatik dari New Jersey yang datang ke Los Angeles dengan mimpi menjadi bintang besar. Dia meledak ke panggung dengan kepribadian eksentrik dan bakat alami, tapi juga sifat destruktif.
- Jack Conrad (Brad Pitt), seorang bintang film bisu besar yang karismatik, menawan, tapi mulai merasakan ancaman dari perubahan zaman. Dia adalah simbol kejayaan era lama yang perlahan pudar.
- Karakter pendukung lain seperti Sidney Palmer (Jovan Adepo), seorang pemain terompet jazz kulit hitam yang berjuang di tengah diskriminasi; Lady Fay Zhu (Li Jun Li), penyanyi kabaret dan desainer kostum; serta Elinor St. John (Jean Smart), seorang jurnalis tabloid yang sinis.
Film dibuka dengan adegan pesta megah dan liar di tahun 1926 di sebuah mansion di Bel Air — pesta penuh seks, narkoba, jazz, alkohol, dan kekacauan total (termasuk adegan ikonik dengan gajah). Di sinilah Manny pertama kali bertemu Nellie, dan keduanya langsung terpikat satu sama lain di tengah kemeriahan yang berlebihan.
Kisah kemudian mengikuti naik-turunnya karir mereka sepanjang akhir 1920-an hingga awal 1930-an:
- Nellie dengan cepat menjadi bintang besar berkat energi liar dan keberaniannya di depan kamera, tapi gaya hidup hedonisnya (narkoba, pesta, skandal) mulai menghancurkan dirinya.
- Manny naik pangkat dari asisten menjadi produser dan sutradara, tapi terjebak dalam dilema moral, cinta rumit dengan Nellie, serta tekanan industri yang berubah drastis.
- Jack Conrad berjuang mempertahankan relevansi ketika suara mulai menggantikan ekspresi bisu, dan popularitasnya merosot tajam, membawa tragedi pribadi.
- Transisi ke talkies menyebabkan kekacauan produksi (terutama adegan lucu sekaligus tragis saat syuting film bersuara pertama), kegagalan karir, bunuh diri, overdosis, dan perubahan sosial yang cepat.
Film ini menampilkan Hollywood sebagai dunia yang glamor di luar, tapi penuh kekejaman, eksploitasi, rasialisme, dan harga mahal dari ketenaran. Ada elemen komedi slapstick (terutama di lokasi syuting), tapi juga drama gelap, kesedihan, dan refleksi tentang cinta terhadap sinema itu sendiri. Film ditutup dengan lompatan waktu ke tahun 1950-an, di mana salah satu karakter melihat kembali perubahan industri melalui lensa nostalgia (termasuk adegan emosional di bioskop modern).
Overall, Babylon adalah surat cinta sekaligus kritik tajam terhadap Hollywood — penuh energi, visual megah, musik jazz luar biasa (karya Justin Hurwitz), tapi juga sangat kacau, berlebihan, dan tidak kenal ampun dalam menggambarkan sisi gelap industri.
Suitability for Children's Viewing
Sangat tidak cocok untuk anak-anak atau remaja di bawah umur 17 tahun (bahkan untuk banyak remaja 17+ pun masih berat).
Film ini mendapat rating R (Restricted) dari MPAA karena:
- Konten seksual sangat kuat dan kasar — Adegan pesta/orgi panjang di awal film menampilkan nudity grafis (telanjang penuh pria dan wanita, termasuk full frontal), seks eksplisit (termasuk adegan anal, grup seks, dll.), dan perilaku seksual liar.
- Nudity berulang — Banyak telanjang dada wanita, kelamin, dan adegan telanjang di berbagai konteks.
- Kekerasan berdarah — Ada kematian di lokasi syuting, luka tembak berdarah, kekerasan fisik, dan adegan tragis lainnya.
- Penggunaan narkoba berat — Kokain, opium, overdosis, pesta narkoba digambarkan secara eksplisit dan sering.
- Bahasa sangat kasar — Hampir 190 kali kata f-word, plus ratusan kata makian lain (st, ck, dll.), termasuk hinaan rasial dan homofobik.
- Tema dewasa berat — Kecanduan, kehancuran karir, bunuh diri, eksploitasi, dan depresi yang digambarkan tanpa sensor.
Menurut parental guide dari IMDb, Common Sense Media, dan Kids-In-Mind, film ini mendapat skor ekstrem tinggi di kategori sex/nudity (10/10), bahasa (10/10), dan narkoba (severely). Hampir semua ulasan orang tua dan anak menyatakan tidak pantas sama sekali untuk anak-anak atau bahkan remaja muda.
Conclusion: Babylon adalah film dewasa murni — ditujukan untuk penonton 18+ atau minimal 17+ yang sudah matang. Jauh dari kategori tontonan keluarga atau anak. Jika untuk anak, sebaiknya dihindari total karena kontennya sangat eksplisit dan bisa membingungkan/mengganggu.
Questions & Answers
Please log in to ask a question.
No questions yet. Be the first to ask!
"Babylon" adalah film drama komedi dari Damien Chazelle yang mengikuti beberapa karakter di Hollywood era 1920-an, saat peralihan dari film bisu ke film bersuara. Ceritanya liar, penuh pesta, ambisi, dan kehancuran. Jujur, ini bukan tontonan anak-anak sama sekali. Saya sarankan usia 18+ karena kontennya sangat dewasa. Pesan positif yang bisa diambil? Ada sih, soal semangat mengejar mimpi meski harus jatuh bangun, dan pentingnya beradaptasi dengan perubahan. Tapi sayang, itu tenggelam dalam adegan-adegan yang tidak pantas. Yang perlu orang tua waspadai: banyak banget adegan seksual eksplisit, pesta dengan narkoba dan alkohol yang ditampilkan glamor, serta kekerasan verbal dan fisik. Dialognya kasar dengan banyak umpatan. Adegan seksualnya vulgar dan sering muncul. Kekerasan ada, seperti orang mati overdosis dan kekerasan di lokasi syuting. Merokok, alkohol, dan narkoba jadi pemandangan sehari-hari di film ini. Keberagaman karakter lumayan, ada tokoh dari latar berbeda. Tapi sayang, pesan positifnya kalah sama konten negatif yang dominan. Kesimpulan saya: tidak rekomendasikan untuk anak-anak. Lebih baik cari film lain yang lebih sesuai untuk keluarga.
No review yet. Be the first!



