Biografi Angga Yunanda
-
Full Name: Angga Aldi Yunanda
-
Date Of Birth: 16 Mei 2000
-
Place Of Birth: Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
-
National: Indonesia
-
Jobs: Aktor, Model, Penyanyi
-
Height: 175 cm (5 kaki 9 inci)
-
Zodiac: Taurus
-
ReligionIslam
Early Life
Angga Aldi Yunanda was born on May 16, 2000 in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. He is the youngest child of Muhammad Nasir and Yuliati Mahsun, who works as a school principal in Lombok. Angga has an older sister named Dinda Yunarmi. Raised in a simple family, Angga showed interest in the entertainment world from a young age, especially in modeling and acting.
Information about Angga's formal education is limited, but he is known to be someone who has been dedicated to his career since he was a teenager. At the age of 15, he began his career in entertainment, leaving Lombok to pursue his dreams in Jakarta. His move to the capital marked the beginning of his rapid career journey in the Indonesian entertainment industry.
Early Career
2014–2015: Modeling and Acting Debut Angga began his career as a model in 2014, appearing in various commercials and photo shoots. With his attractive looks and natural charisma, he quickly caught the attention of talent agencies. In 2015, he got the chance to make his acting debut in the soap opera Malu-Malu Kucing, playing the character Baim. His appearance at the age of 15 immediately stole the attention of the audience, even though this role was relatively small. This soap opera became a stepping stone for him to enter a bigger production.
2016: Terobosan dengan Mermaid in Love Pada tahun 2016, Angga mendapatkan peran penting sebagai Erick dalam sinetron remaja populer Mermaid in Love, yang tayang di SCTV. Serial ini menjadi fenomena di kalangan remaja Indonesia, dan chemistry Angga dengan lawan mainnya, Amanda Manopo, mendapat banyak pujian. Ia kembali memerankan Erick dalam sekuelnya, Mermaid in Love 2 Dunia (2016–2017). Kesuksesan serial ini menjadikan Angga idola remaja dan membuka pintu untuk proyek-proyek berikutnya.
Career in Television
In addition Malu-Malu Kucing and Mermaid in Love, Angga terus membintangi sejumlah sinetron populer:
-
Nathan & Nadia (2017): Ia memerankan Nathan, beradu akting dengan Cassandra Lee dan Rebecca Klopper.
-
Pura-Pura Haji (2017): Angga kembali memerankan Nata, menunjukkan kemampuan aktingnya dalam komedi religi.
-
Dilema Cinta (2018): Ia berperan sebagai Luki, beradu akting dengan Rebecca Klopper.
-
Kisah untuk Geri (2021): Dalam serial WeTV ini, ia memerankan Geri, sebuah peran yang memperlihatkan sisi emosionalnya yang mendalam. Serial ini juga menampilkan duet musiknya dengan Syifa Hadju dalam lagu Cinta Hebat.
Angga's television appearances are known for his ability to play relatable teenage characters, ranging from romantic to rebellious. He is often praised for his natural facial expressions and ability to adapt to various genres, from drama to comedy.
Career in Film
2018: Debut Layar Lebar Angga memulai debutnya di layar lebar pada tahun 2018 dengan film horor Sajen, berperan sebagai Riza Alif Ramadhan bersama Amanda Manopo. Meskipun film ini mendapat ulasan beragam, penampilan Angga menunjukkan potensinya sebagai aktor film.
2019: Tahun Terobosan Tahun 2019 menjadi titik balik dalam karier film Angga dengan serangkaian proyek besar:
-
Tabu: Mengusik Gerbang Iblis: Ia memerankan Diaz, seorang remaja petualang yang menyukai tempat-tempat angker, beradu akting dengan Nadya Fricella.
-
Melodylan: Dalam drama romansa ini, Angga berperan sebagai Fathur Ardiano, menunjukkan sisi romantisnya.
-
Sunyi: Ia memerankan Alex dalam adaptasi film horor Korea Whispering Corridors (1998), beradu akting dengan Amanda Rawles. Angga juga menyanyikan lagu tema film ini berjudul Kejar.
-
Two Blue Lines: Disutradarai oleh Gina S. Noer, film ini menjadi salah satu karya terbesarnya. Angga memerankan Bima, seorang remaja yang menghadapi kehamilan tak terduga bersama pacarnya, Dara (Adhisty Zara). Film ini sukses besar, meraup lebih dari 2,5 juta penonton dan mendapat pujian karena menangani isu sosial dengan sensitif. Penampilan Angga membuatnya dinominasikan untuk Pemeran Utama Pria Terbaik di Festival Film Indonesia 2019, serta penghargaan lain seperti Piala Maya dan Indonesian Movie Actors Awards.
-
Habibie & Ainun 3: Angga memerankan Pasha, cucu B.J. Habibie, dalam film biografi produksi Manoj Punjabi.
2020–2023: Konsolidasi Karier Angga terus membintangi film-film populer:
-
Mariposa (2020): Ia memerankan Iqbal Guanna Freedy, seorang siswa SMA yang pendiam namun menarik, beradu akting dengan Adhisty Zara. Film ini sukses besar dengan lebih dari 1,4 juta penonton meskipun dirilis di tengah pandemi.
-
Di Bawah Umur (2020): Angga berperan sebagai Aryo bersama Yoriko Angeline dalam drama remaja ini.
-
Cinta Pertama, Kedua & Ketiga (2021): Ia beradu akting dengan Putri Marino dalam film romansa yang disutradarai oleh Gina S. Noer.
-
Stealing Raden Saleh (2022): Angga memerankan Ucup dalam film aksi perampokan ini, beradu akting dengan ensemble cast seperti Iqbaal Ramadhan dan Aghniny Haque. Film ini menjadi salah satu film Indonesia terlaris tahun itu.
-
Catatan Si Boy (2023): Ia memerankan Boy Randy Tanoedirja, sebuah peran ikonik yang sebelumnya diperankan oleh Onky Alexander.
-
Andragogy (2023): Angga tampil dalam drama sosial ini, menunjukkan kedewasaan aktingnya.
2024: Sekuel dan Proyek Baru
-
Dua Hati Biru: Sekuel dari Two Blue Lines, film ini menampilkan Angga kembali sebagai Bima, kini menghadapi tantangan sebagai ayah muda. Film ini dirilis pada April 2024 dan mendapat sambutan positif.
Hingga April 2025, Angga terus aktif di layar lebar, dengan beberapa proyek yang masih dalam tahap produksi atau pengumuman. Ia dikenal karena kemampuannya memilih peran yang bervariasi, dari drama romansa hingga aksi dan horor.
Music Career
Selain akting, Angga juga menjajal dunia musik. Ia merilis beberapa single di bawah label MD Music:
-
Di Sini untuk Kamu (2017): Single debutnya, dirilis pada 13 Maret 2017, ciptaan Wawan Datu dengan gaya pop romansa.
-
Kejar (2019): Lagu tema untuk film Sunyi, diciptakan oleh Ifa Fachir dan Mhala Numata, dirilis pada 8 Maret 2019.
-
Di Kesepian Ini (2020): Single ketiganya, dirilis pada 19 Juni 2020, diproduksi oleh Badai (eks-Kerispatih) dengan gaya pop balada.
-
Cinta Hebat (2021): Duet dengan Syifa Hadju untuk serial Kisah untuk Geri, diciptakan oleh Ifa Fachir dan Adrian Martadinata. Proses rekaman lagu ini dilakukan selama dua hari, dengan workshop via Zoom di sela-sela syuting.
Meskipun karier musiknya tidak sebesar karier aktingnya, lagu-lagu Angga mendapat sambutan baik, terutama di kalangan penggemar. Ia sering memanfaatkan platform media sosial untuk mempromosikan karya musiknya.
Personal Life
Angga dikenal sebagai sosok yang tertutup tentang kehidupan pribadinya, tetapi beberapa informasi telah dibagikan melalui media sosial dan wawancara:
-
Pernikahan: Angga menikah dengan aktris Shenina Cinnamon pada 10 Februari 2025 dalam sebuah upacara pribadi di sebuah hotel di Bali. Kabar bahagia ini diumumkan melalui unggahan Instagram, mengejutkan banyak penggemar. Hingga April 2025, belum ada informasi tentang rencana mereka memiliki anak.
-
Hubungan Sebelumnya: Sebelum menikah, Angga dikaitkan dengan beberapa lawan mainnya, seperti Amanda Manopo dan Adhisty Zara, tetapi ia tidak pernah mengkonfirmasi rumor tersebut. Ia dikenal menjaga batasan antara kehidupan profesional dan pribadinya.
-
Kehidupan Sehari-hari: Angga adalah penggemar media sosial, dengan lebih dari 10 juta pengikut di Instagram (@anggayunandareal16). Ia sering membagikan momen di balik layar, perjalanan, dan interaksi dengan penggemar. Ia juga dikenal sebagai pribadi yang ramah dan rendah hati, sering berinteraksi langsung dengan penggemar di acara publik.
Awards and achievements
Angga telah menerima sejumlah nominasi dan penghargaan atas karyanya:
-
Festival Film Indonesia 2019: Nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik untuk Two Blue Lines.
-
Piala Maya: Nominasi Aktor Utama Terpilih untuk Two Blue Lines.
-
Indonesian Movie Actors Awards 2020: Nominasi Pemeran Utama Pria Terfavorit dan Pemeran Pasangan Terfavorit untuk Two Blue Lines.
-
Popularitas Media Sosial: Dengan jutaan pengikut di Instagram, Angga adalah salah satu aktor muda paling berpengaruh di Indonesia.
-
Box Office: Film-film seperti Two Blue Lines, Mariposa, and Stealing Raden Saleh telah menghasilkan jutaan penonton, menjadikannya salah satu aktor muda paling bankable di Indonesia.
Interesting Facts
-
Angga awalnya ragu untuk menjadi aktor karena ingin fokus pada modeling, tetapi tawaran untuk Malu-Malu Kucing mengubah pikirannya.
-
Ia adalah penggemar film horor, yang tercermin dari keterlibatannya dalam Sajen, Sunyi, and Tabu.
-
Angga belajar menyanyi secara otodidak untuk proyek-proyek musiknya.
-
Ia sering disebut sebagai “idola remaja” karena popularitasnya di kalangan Gen Z.
-
Angga memiliki hubungan dekat dengan keluarganya, terutama kakaknya, Dinda, yang sering mendukung kariernya.
Future
Pada April 2025, Angga terus menjadi salah satu aktor muda terdepan di Indonesia. Dengan pernikahannya yang baru dan karier yang terus berkembang, ia diharapkan akan mengambil lebih banyak peran menantang, baik di layar lebar maupun serial digital. Penggemar juga menantikan kemungkinan proyek musik baru atau bahkan keterlibatannya dalam produksi di balik layar, mengingat ambisinya untuk terus berkembang di industri hiburan.
Cast :
-
Bintang Jatuh (2025) – Peran: Belum diumumkan (film dalam produksi, detail terbatas hingga Maret 2025)
-
Dua Hati Biru (2024) – Peran: Bima
-
Catatan Si Boy (2023) – Peran: Boy
-
Budi Pekerti (2023) – Peran: Muklas
-
Ketika Berhenti di Sini (2023) – Peran: Yusup (special appearance)
-
Stealing Raden Saleh (2022) – Peran: Ucup “The Hacker”
-
12 Cerita Glen Anggara (2022) – Peran: Iqbal
-
The Watcher (2022) – Peran: Krishna
-
Cinta Pertama, Kedua & Ketiga (2021) – Peran: Raja
-
Devil on Top (2021) – Peran: Angga
-
Underage (2020) – Peran: Aryo
-
Mariposa (2020) – Peran: Iqbal Guanna Freedy
-
Habibie & Ainun 3 (2019) – Peran: Pasha (cucu BJ Habibie)
-
Two Blue Lines (2019) – Peran: Bima
-
Sunyi (2019) – Peran: Alex
-
Melodylan (2019) – Peran: Fathur Ardiano
-
Tabu: Mengusik Gerbang Iblis (2019) – Peran: Diaz
-
Sajen (2018) – Peran: Riza Alif Ramadhan



