Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank
blank

Terriers 2

“Terrifier 2” is a 2022 American supernatural slasher horror film directed by Damien Leone. The film is a sequel to “Terrifier” (2016) and follows the return of Art the Clown, a clown-faced killer played by David Howard Thornton. The story centers on Sienna Shaw (Lauren LaVera), a teenager who finds herself targeted by Art on Halloween night, a year after the events of the first film. Together with her younger brother, Jonathan, Sienna struggles to survive against Art's brutal and supernatural terror, while uncovering a mysterious connection to her past. The film is known for its extreme gore, gruesome practical effects, and long runtime (138 minutes), with a focus on graphic violence and a sinister atmosphere.
Suitability for Children
This movie not very suitable for children of any age. “Terrifier 2” contains extreme violence, including explicitly depicted mutilation, torture and murder, with extremely graphic blood and gore. The scenes were designed to shock and disturb, even causing some adult viewers to reportedly faint or vomit. In addition, there is adult content such as the use of harsh language, alcohol consumption and drug use. This film does not have an official rating in the US (unrated), but is considered the equivalent of NC-17, and in countries such as the UK it has a rating of 18. Parents are strongly advised not to allow children to watch this film because of the potential trauma and psychological impact of its sadistic and frightening content.
If you're looking for a more kid-friendly horror alternative, consider films like “Goosebumps” or “The Nightmare Before Christmas” which offer lighthearted suspense with a tone more suited to younger audiences.

This content is restricted!

Help us review the content you've watched. Login here.

Sinopsis Lengkap Terrifier 2 (2022)

Terriers 2 adalah film horor slasher Amerika Serikat yang disutradarai, ditulis, dan diedit oleh Damien Leone. Dirilis pada 6 Oktober 2022, film ini merupakan sekuel dari Terriers (2016) dan melanjutkan teror sadis Art the Clown di Miles County. Dengan durasi 138 menit, film ini menawarkan kombinasi kekerasan ekstrem, elemen supranatural, dan pengembangan karakter yang lebih mendalam dibandingkan pendahulunya. Berikut adalah sinopsis terlengkap berdasarkan informasi yang tersedia:

Latar Cerita dan Pembukaan Berlatar satu tahun setelah peristiwa berdarah di Terriers (2016), Terriers 2 membuka kisah dengan Art the Clown (David Howard Thornton), yang sebelumnya tampak mati akibat luka tembak yang ia timbulkan sendiri. Tubuhnya menghilang secara misterius dari kamar mayat, dan film segera menjawab pertanyaan tentang kelangsungan hidupnya. Art dihidupkan kembali oleh kekuatan supranatural yang tidak dijelaskan, yang tampaknya terkait dengan entitas jahat. Dalam adegan pembuka, ia membunuh petugas autopsi dengan brutal, menandakan kembalinya terornya. Setelah itu, Art terlihat di sebuah laundromat, mencuci pakaiannya yang berlumuran darah, dan bertemu dengan The Little Pale Girl (Amelie McLain), sosok hantu misterius yang menjadi pendampingnya. Art kemudian membunuh penjaga laundromat sebelum melanjutkan misinya.
Protagonis dan Latar Keluarga Fokus cerita beralih ke Sienna Shaw (Lauren LaVera), seorang remaja yang sedang mempersiapkan kostum Halloween berdasarkan desain mendiang ayahnya, seorang komikus. Sienna membuat kostum ksatria bersayap ala Valkyrie, yang ternyata memiliki makna lebih dalam. Ia tinggal bersama ibunya, Barbara (Sarah Voigt), dan adik laki-lakinya, Jonathan (Elliott Fullam), yang berusia 12 tahun. Keluarga ini masih berduka atas kematian ayah Sienna, yang meninggal karena bunuh diri akibat tumor otak yang membuatnya kehilangan kewarasan. Ayah Sienna meninggalkan warisan berupa buku sketsa yang berisi gambar-gambar tentang Art the Clown dan kasus-kasusnya kepada Jonathan, serta desain kostum superhero untuk Sienna.
Jonathan, yang terobsesi dengan urban legend Art the Clown, ingin mengenakan kostum Art untuk Halloween, sebuah ide yang ditentang keras oleh ibunya. Sementara itu, Sienna berusaha menjalani kehidupan normal, tetapi ia mulai mengalami mimpi buruk yang surealis, termasuk adegan di “Clown Cafe” yang menampilkan lagu orisinal film ini. Mimpi-mimpi ini tampaknya terkait dengan misteri yang melibatkan Art dan ayahnya, menambah lapisan mistis pada cerita.
Teror Halloween Dimulai Pada malam Halloween, Art the Clown kembali ke Miles County dengan penampilan khasnya: riasan badut hitam-putih, kostum monokrom, dan kantong sampah berisi senjata tajam. Ia berbaur di antara kerumunan yang mengira ia hanya orang berkostum biasa. Target utamanya kali ini adalah Sienna dan Jonathan, meskipun alasan di balik obsesinya terhadap mereka baru terungkap secara bertahap.
Art memulai terornya dengan menguntit Sienna di toko kostum, di mana ia menunjukkan sisi komedinya yang mengerikan dengan mencoba berbagai kacamata di belakang Sienna sambil tetap mempertahankan aura ancaman. Adegan ini menonjolkan kepribadian Art yang unik: ia tidak pernah berbicara, tetapi ekspresi wajah dan gesturnya mencuri perhatian, sering kali memancing tawa sebelum kekerasan brutal terjadi.
Sienna, Jonathan, dan teman-teman mereka menghadiri pasar malam setempat. Di sini, Brooke (Kailey Hyman), sahabat Sienna, dan pacarnya, Jeff, menjadi sasaran Art. Brooke berbagi kepada Jeff bahwa ayah Sienna menderita tumor otak, menjadi gila, dan meninggal dalam kecelakaan mobil, memberikan konteks tentang trauma keluarga Sienna. Sementara itu, Sienna menerima pesan misterius di ponselnya yang memintanya untuk menjemput Jonathan di wahana funhouse berhantu bernama “Terrifier.”
Puncak Kekerasan Teror meningkat ketika Art menyerang Jeff di luar mobil, memotong alat kelaminnya dalam adegan yang sangat grafis. Brooke, yang panik, berlari menuju wahana Terrifier sambil memanggil Sienna, tetapi Art mengejar dan membunuhnya dengan kejam. Sienna menemukan mayat Brooke dan berhadapan dengan Art, sementara Jonathan, yang sebelumnya pingsan, muncul di tempat yang sama. Dalam momen kritis, Sienna menyuruh Jonathan melarikan diri sementara ia bertarung melawan Art. Namun, Art dengan mudah mengalahkan Sienna, memukulinya hingga terkapar, sebelum beralih mengejar Jonathan.
Sepanjang film, kekerasan Art digambarkan dengan intensitas yang ekstrem, menggunakan efek praktis seperti prostetik dan editing cerdas untuk menciptakan adegan gore yang realistis. Adegan-adegan ini, seperti pembunuhan Brooke dan Jeff, menjadi sorotan karena kebrutalannya, yang menyebabkan beberapa penonton pingsan atau muntah di bioskop, sebagaimana dilaporkan di media sosial.
Elemen Supranatural dan Misteri Terriers 2 memperluas mitologi waralaba dengan memperkenalkan elemen supranatural yang lebih kuat. The Little Pale Girl, yang hanya bisa dilihat oleh Art, Sienna, dan Jonathan, tampaknya merupakan simbol kegelapan batin atau manifestasi entitas jahat yang menghidupkan Art. Film ini juga mengisyaratkan bahwa Sienna dan Jonathan memiliki hubungan khusus dengan Art, mungkin karena trauma mereka atas kehilangan ayahnya, yang membuat mereka “melihat” The Little Pale Girl.
Buku sketsa ayah Sienna menjadi petunjuk penting, mengandung gambar-gambar yang seolah meramalkan teror Art. Kostum ksatria Sienna juga tampak memiliki kekuatan simbolis, menjadikannya protagonis yang mampu melawan Art. Film ini sengaja meninggalkan banyak misteri tanpa jawaban, seperti asal-usul kekuatan Art atau hubungan pasti antara ayah Sienna dan Art, untuk mendorong penonton berteori.
Climax and finale Di klimaks film, Sienna menghadapi Art dalam pertarungan hidup-mati di wahana Terrifier. Meskipun Art tampak tak terkalahkan, Sienna menunjukkan keberanian dan ketangguhan yang membuatnya menjadi “final girl” yang kuat. Tanpa merusak detail akhir, film ini menutup cerita dengan cara yang memuaskan namun tetap membuka ruang untuk sekuel, sebagaimana terlihat dalam adegan pasca-kredit yang mengganggu. Petunjuk tentang kelanjutan cerita ini dieksplorasi lebih lanjut di Terriers 3 (2024).
Themes and impact Selain kekerasan ekstrem, Terriers 2 mengangkat tema trauma, kesedihan, dan penyakit mental, terutama melalui perjuangan Sienna dan Jonathan menghadapi kematian ayah mereka. Film ini juga mengeksplorasi dinamika keluarga dan cara mengatasi kehilangan, memberikan kedalaman emosional yang jarang ditemukan dalam film slasher. Adegan mimpi Sienna dan elemen surealis seperti The Little Pale Girl menambah lapisan artistik, membedakan film ini dari sekadar “gore-fest.”
Terriers 2 menjadi fenomena viral karena kebrutalannya, dengan laporan penonton pingsan atau meninggalkan bioskop sebelum film selesai. Meski begitu, film ini mendapat pujian kritis, meraih skor 90% di Rotten Tomatoes dan pendapatan kotor 10,6 juta USD dari anggaran rendah. Penampilan David Howard Thornton sebagai Art dan Lauren LaVera sebagai Sienna dipuji karena menghidupkan karakter yang ikonik dan relatable.
Additional Notes Film ini tidak memiliki peringkat usia resmi (Not Rated), tetapi panduan orang tua menyoroti kekerasan berdarah yang sangat intens, adegan seksual ringan, dan ketelanjangan parsial. Terriers 2 direkomendasikan hanya untuk penggemar horor ekstrem yang tahan terhadap gore dan ketegangan psikologis.

See More Movies

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank