Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank
blank

Devil May Cry (Netflix)

Anime Devil May Cry on Netflix is ​​an adaptation of the popular video game by Capcom, which aired on April 3, 2025 with 8 episodes of about 30 minutes each. The series follows the adventures of Dante, a half-human, half-demon demon hunter who runs a supernatural detective agency called “Devil May Cry”. Dante fights demons and evil creatures that threaten the human world, with fast-paced action, an energetic visual style, and rock music like the opening theme song “Rollin'” by Limp Bizkit. The story features iconic characters such as Lady, Vergil, and the White Rabbit, with a focus on Dante’s fight against evil forces that want to open the gates of hell.
Compatibility with children: This anime is rated 18+ due to graphic violence, blood, and strong language that is not suitable for children. Dark themes, such as demon killings and supernatural conflicts, are also too intense for younger viewers. This series is more suited for young adults (17 and up) or adults who enjoy brutal action and dark fantasy stories. Parents are advised to supervise if children under that age want to watch, as the content may be disturbing or inappropriate.

This content is restricted!

Help us review the content you've watched. Login here.

Sinopsis Lengkap Serial Animasi Devil May Cry (Netflix, 2025)

Serial animasi Devil May Cry yang dirilis di Netflix pada 3 April 2025 adalah adaptasi terbaru dari waralaba video game populer buatan Capcom. Serial ini diproduksi oleh Studio Mir, dengan Adi Shankar sebagai showrunner dan Alex Larsen sebagai penulis naskah. Berfokus pada petualangan Dante, seorang pemburu iblis setengah manusia setengah iblis, serial ini menghadirkan aksi penuh gaya, intrik supernatural, dan nuansa fantasi urban. Dengan total 8 episode di musim pertama dan durasi total sekitar 3 jam 52 menit, serial ini menawarkan cerita yang berdiri sendiri, tidak sepenuhnya mengikuti kanon game, tetapi tetap menyertakan elemen ikonik seperti Dante, Vergil, Lady, dan musuh misterius bernama White Rabbit. Berikut adalah sinopsis terlengkap berdasarkan informasi yang tersedia:

Cerita dimulai dengan Dante, seorang pemburu iblis bayaran yang menjalankan agensi supranatural bernama Devil May Cry. Dikenal karena sikapnya yang santai, sombong, dan kemampuan bertarungnya yang luar biasa, Dante menggunakan pedang andalannya, Rebellion, serta sepasang pistol Ebony and Ivory untuk melawan makhluk iblis. Serial ini mengambil inspirasi dari Devil May Cry 3: Dante’s Awakening, menampilkan Dante yang lebih muda, yang tengah menjalani petualangan sebelum peristiwa game pertama.
Kisah dibuka dengan kekacauan yang dipicu oleh perampokan berdarah di sebuah museum di Kota Vatikan. Perampokan ini ternyata bagian dari rencana jahat untuk membuka gerbang antara dunia manusia dan dunia iblis, mengancam keseimbangan kedua alam. Di balik ancaman ini adalah sosok misterius bernama White Rabbit, seorang iblis kuat yang menjadi antagonis utama musim ini. White Rabbit berusaha membuka portal neraka, memungkinkan invasi iblis ke Bumi, dan Dante tanpa sengaja terseret ke dalam konspirasi ini.
Sementara itu, Dante menjadi target organisasi misterius bernama DARKCOM, yang berbasis di Washington. DARKCOM mengumpulkan sekelompok tentara bayaran dan menawarkan hadiah besar untuk menangkap Dante serta sebuah pusaka keluarga yang dikenakan di lehernya—sebuah amulet yang tampaknya memiliki peran penting dalam rencana White Rabbit. Amulet ini menjadi kunci narasi, karena sinyalnya membawa DARKCOM ke berbagai lokasi, termasuk sebuah gedung apartemen kumuh yang mungkin menjadi sarang White Rabbit atau justru jebakan.
Dalam perjalanannya, Dante berhadapan dengan Mary Arkham, seorang pemburu iblis lain yang memiliki konflik pribadi dengan Dante. Mary, yang diisi suaranya oleh Scout Taylor-Compton, adalah karakter yang kompleks dengan masa lalu kelam. Sebuah kilas balik mengungkap latar belakang Mary, memberikan kedalaman pada motivasinya, meskipun beberapa penggemar mengkritik penggambaran karakternya sebagai terlalu agresif dan kurang konsisten. Dante dan Mary sering kali berselisih, tetapi mereka terpaksa bekerja sama untuk menghentikan ancaman yang lebih besar.
Narasi serial ini juga mengeksplorasi asal-usul sejati Dante. Sebagai setengah iblis, anak dari iblis Sparda dan manusia, Dante mulai memahami lebih dalam tentang identitasnya dan hubungannya dengan saudara kembarnya, Vergil, yang muncul sebagai karakter pendukung (diisi suara oleh Robbie Daymond dalam versi Inggris dan Hiroaki Hirata dalam versi Jepang). Vergil, seperti dalam game, memiliki dinamika persaingan dengan Dante, yang menambah lapisan emosional pada cerita. Selain itu, karakter Lady, yang juga ikonik dari game, hadir dengan peran penting, meskipun penggambarannya menuai kritik karena dianggap kurang mencerminkan esensi karakter aslinya.
Sepanjang musim, penonton disuguhkan aksi khas Devil May Cry dengan koreografi pertarungan yang memukau, dianimasikan dengan apik oleh Studio Mir. Adegan-adegan ini diiringi musik bertenaga, termasuk lagu pembuka “Rollin’” dari Limp Bizkit dan kontribusi dari band Evanescence, yang mencerminkan nuansa heavy metal dan energi era awal game Devil May Cry. Namun, penggunaan animasi 3D untuk beberapa iblis dikritik karena kurang selaras dengan animasi 2D tradisional yang menjadi kekuatan visual serial ini.
Cerita berpuncak pada konfrontasi besar antara Dante dan White Rabbit, dengan beberapa pengungkapan mengejutkan tentang motif sang antagonis. White Rabbit digambarkan sebagai penutup yang kuat dengan latar belakang yang menarik, menjadi salah satu aspek paling dipuji dari serial ini. Namun, alur cerita dianggap menyimpang dari tema inti waralaba, seperti kemanusiaan, cinta, dan kasih sayang, yang biasanya menjadi inti Devil May Cry. Serial ini lebih menekankan aksi brutal dan narasi sampingan tentang penderitaan iblis sebagai alegori perjuangan dunia nyata, yang membuat beberapa penggemar merasa cerita kehilangan esensi asli game.
Musim pertama diakhiri dengan pengenalan salah satu karakter penting dari game di adegan penutup, membuka potensi untuk musim kedua yang telah dikonfirmasi. Meski begitu, beberapa penggemar merasa Dante kurang menjadi pusat cerita, dengan fokus yang terbagi pada Mary dan White Rabbit. Kritik lain termasuk humor yang dianggap lelet, dialog yang terkadang berlebihan, dan penyimpangan dari nada ringan namun penuh makna dari game aslinya.

Additional Notes:
  • Serial ini bukan bagian dari kanon resmi Devil May Cry dan lebih merupakan interpretasi baru dalam “Bootleg Multiverse” milik Adi Shankar, yang juga mencakup Castlevania.
  • Pengisi suara utama meliputi Johnny Yong Bosch (Dante), Scout Taylor-Compton (Mary), Hoon Lee (White Rabbit), Kevin Conroy (VP Baines), dan Chris Coppola (Enzo Ferino).
  • Animasi oleh Studio Mir dipuji karena aksi dinamisnya, meskipun penggunaan CG untuk iblis dikritik.
  • Serial ini mendapat ulasan beragam: dipuji karena aksi dan animasinya, tetapi dikritik karena penyimpangan dari tema game dan penggambaran karakter seperti Dante dan Lady.

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank