Extraction
Extraction memiliki rating R (Restricted), direkomendasikan untuk usia 17 tahun ke atas karena kontennya yang keras dan dewasa.
-
Positive Content: Film ini menonjolkan tema keberanian, pengorbanan, dan hubungan emosional antara Tyler dan Ovi, yang bisa menginspirasi diskusi tentang empati dan tanggung jawab. Aksi koreografi yang apik mungkin menarik bagi remaja yang menyukai film laga.
-
Considerations: Film ini mengandung kekerasan grafis tingkat tinggi, termasuk pembunuhan, darah, dan pertarungan brutal, yang tidak cocok untuk anak kecil atau remaja yang sensitif. Bahasa kasar sering digunakan, dan latar dunia kriminal narkoba mencakup elemen gelap seperti pembunuhan anak-anak penutup oleh penjahat. Tema trauma dan bunuh diri juga muncul, yang bisa membingungkan atau mengganggu anak.
-
Recommendation: Tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 15 tahun. Untuk remaja 15-17 tahun, tonton bersama orang tua untuk mendiskusikan kekerasan, moralitas, dan konsekuensi tindakan. Jika anak tertarik pada aksi, pertimbangkan film dengan rating PG-13 seperti Spider-Man yang lebih ramah anak. Pastikan anak tidak sensitif terhadap kekerasan sebelum menonton.
Sinopsis Terlengkap Film “Extraction” (2020)
Director: Sam Hargrave
Penulis: Joe Russo
Main Cast: Chris Hemsworth, Rudhraksh Jaiswal, Randeep Hooda, Golshifteh Farahani, Pankaj Tripathi, David Harbour
Genre: Aksi, Thriller
Duration: 116 menit
Release: 24 April 2020 (Netflix)
Tyler Rake, seorang mantan prajurit elite Australia yang kini bekerja sebagai tentara bayaran, dikenal karena keberaniannya menjalani misi-misi berbahaya tanpa rasa takut akan kematian. Namun, di balik sikapnya yang dingin, Tyler menyimpan trauma masa lalu, termasuk rasa bersalah atas kematian putranya yang masih kecil. Suatu hari, Tyler direkrut oleh Nik Khan (Golshifteh Farahani), rekan sesama tentara bayaran, untuk menjalankan misi penyelamatan yang sangat sulit. Targetnya adalah Ovi Mahajan (Rudhraksh Jaiswal), putra remaja dari Ovi Mahajan Sr. (Pankaj Tripathi), seorang raja narkoba India yang sedang dipenjara. Ovi diculik di Mumbai oleh anak buah Amir Asif (Priyanshu Painyuli), gembong narkoba Bangladesh yang kejam dan mengendalikan Dhaka dengan tangan besi.
Tyler tiba di Dhaka dan berhasil menyusup ke tempat persembunyian Ovi, menyelamatkannya dari para penculik setelah aksi tembak-menembak sengit. Namun, misi yang awalnya tampak sederhana segera berubah menjadi mimpi buruk. Tyler mengetahui bahwa dia telah dikhianati oleh pihak yang menyewanya, termasuk Saju Rav (Randeep Hooda), mantan anggota pasukan khusus India yang bekerja untuk ayah Ovi. Saju, yang juga berusaha menyelamatkan Ovi untuk kepentingan keluarganya sendiri, menjadi ancaman tambahan bagi Tyler. Sementara itu, Amir Asif mengerahkan pasukan bersenjatanya, termasuk polisi dan militer korup Dhaka, untuk memburu Tyler dan Ovi. Kota Dhaka berubah menjadi medan perang, dengan jalanan, pasar, dan jembatan menjadi lokasi baku tembak dan kejar-kejaran yang mendebarkan.
Selama pelarian, hubungan antara Tyler dan Ovi mulai berkembang. Ovi, seorang remaja yang polos namun cerdas, melihat sisi kemanusiaan Tyler yang tersembunyi di balik sikapnya yang keras. Tyler, yang awalnya hanya menganggap Ovi sebagai “paket” misi, mulai teringat pada putranya sendiri, yang memicu kilas balik emosional tentang kehidupan pribadinya yang hancur. Sementara itu, Saju, yang awalnya bertindak demi kepentingan pribadi, menunjukkan dilema moralnya sebagai ayah yang ingin melindungi keluarganya. Konflik semakin memanas ketika Tyler harus menghadapi Gaspar (David Harbour), seorang mantan rekan tentara bayaran yang kini tinggal di Dhaka. Pertemuan ini membawa pengkhianatan baru yang mengancam nyawa Tyler dan Ovi.
Misi mencapai puncaknya di jembatan utama Dhaka, tempat Tyler, Ovi, Nik, dan tim kecilnya terlibat dalam pertempuran habis-habisan melawan pasukan Amir Asif. Dalam aksi yang penuh ketegangan, Tyler mengorbankan dirinya untuk memastikan Ovi selamat, menunjukkan penebusan atas masa lalunya. Adegan ini menampilkan koreografi aksi yang intens, termasuk tembakan panjang (long take) yang menjadi salah satu sorotan utama film. Sementara itu, nasib Amir Asif juga diselesaikan dengan cara yang dramatis, mengakhiri kekuasaannya atas kota.
Setelah pertempuran sengit, Ovi berhasil diselamatkan dan kembali ke kehidupannya di India. Namun, film meninggalkan akhir yang ambigu terkait nasib Tyler. Dalam adegan penutup, Ovi, yang kini berada di kolam renang sekolahnya, melihat sosok samar yang menyerupai Tyler, meninggalkan penonton bertanya-tanya apakah Tyler benar-benar selamat atau hanya bayangan harapan Ovi. Film ini menutup cerita dengan nada emosional, menyoroti tema penebusan, pengorbanan, dan hubungan manusia di tengah kekacauan.
Extraction mengeksplorasi tema trauma, penebusan, dan ikatan tak terduga antara dua jiwa yang berbeda latar belakang. Film ini menonjol dengan aksi koreografi yang realistis, termasuk adegan tembakan panjang selama 12 menit yang mengesankan, yang membawa penonton langsung ke dalam kekacauan Dhaka. Latar kota Dhaka digambarkan dengan detail, menampilkan kepadatan, kemiskinan, dan kekerasan yang mencerminkan dunia kriminal yang brutal. Musik latar karya Henry Jackman dan Alex Belcher menambah intensitas, sementara sinematografi oleh Newton Thomas Sigel menghadirkan nuansa gritty yang memperkuat suasana.
Extraction adalah film aksi yang memadukan intensitas pertempuran tanpa henti dengan sentuhan emosional yang mendalam. Penampilan Chris Hemsworth sebagai Tyler Rake berhasil menyeimbangkan aksi fisik dengan kerentanan emosional, didukung oleh chemistry yang kuat dengan Rudhraksh Jaiswal sebagai Ovi. Meskipun ceritanya sederhana, eksekusi aksi yang luar biasa dan pengembangan karakter yang solid menjadikan Extraction sebagai salah satu film aksi Netflix yang paling memorable pada masanya. Film ini juga membuka jalan untuk sekuel, Extraction 2 (2023), yang melanjutkan petualangan Tyler Rake.
-
Film ini diadaptasi dari novel grafis Ciudad karya Ande Parks, Joe Russo, Anthony Russo, Fernando León González, dan Eric Skillman.
-
Extraction mendapat pujian atas aksi dan koreografinya, meskipun beberapa kritik menyebutkan plotnya yang klise.
-
Dhaka, sebagai latar utama, digambarkan dengan autentik meskipun sebagian besar syuting dilakukan di India dan Thailand.
Questions & Answers
Please log in to ask a question.
No questions yet. Be the first to ask!
Film 'Extraction' (2020) bercerita tentang Tyler Rake, seorang tentara bayaran yang disewa untuk menyelamatkan Ovi, anak seorang gembong narkoba yang diculik oleh sindikat saingan di Bangladesh. Aksi tembak-menembak dan laga brutal langsung jadi menu utama sejak menit pertama. Jujur, ini film yang sangat tidak cocok untuk anak-anak. Saya rekomendasikan minimal usia 18 tahun ke atas, dan itupun dengan pengawasan ketat. Adegan kekerasannya ekstrem, tembakan, tusukan, ledakan, bahkan kematian diperlihatkan secara gamblang. Ada juga adegan penyiksaan yang bisa bikin trauma. Bahasa kasarnya keras, sumpah serapah bertebaran. Meski begitu, ada pesan positif tentang pengorbanan dan rasa tanggung jawab. Tyler rela mati demi menyelamatkan Ovi, menunjukkan bahwa ada sisi manusiawi di balik brutalitasnya. Tapi sayang, pesan ini tenggelam oleh tontonan aksi yang terlalu sadis. Orang tua wajib waspada: kekerasan adalah masalah utama di sini. Tidak ada konten seksual atau alkohol/narkoba yang eksplisit, tapi tembakau dan narkoba disebut sebagai latar cerita. Keberagaman cukup terlihat dengan latar di Bangladesh dan karakter dari berbagai negara. Kesimpulannya, saya tidak rekomendasikan 'Extraction' untuk anak-anak. Lebih baik cari film aksi lain yang lebih ringan dan ramah keluarga.
No review yet. Be the first!




