Discord-Chat & Make Friends
- 2015
- 12+
- Discord Inc.
-
Komunikasi dengan Teman: Discord memungkinkan anak-anak berkomunikasi dengan teman mereka, terutama saat bermain game online atau berkolaborasi dalam proyek sekolah.
-
Komunitas Berbasis Minat: Anak dapat bergabung dengan “server” yang sesuai dengan hobi mereka, seperti gaming, seni, atau belajar, yang bisa mendukung interaksi sosial positif.
-
Gratis dan Mudah Digunakan: Discord gratis dan memiliki antarmuka yang ramah pengguna, sehingga anak-anak dapat dengan mudah mengoperasikannya.
-
Konten Tidak Pantas: Meskipun ada pengaturan privasi, anak-anak bisa terpapar konten dewasa atau bahasa kasar di server publik yang tidak dimoderasi dengan baik.
-
Interaksi dengan Orang Asing: Discord memungkinkan anak berinteraksi dengan siapa saja, termasuk orang asing, yang dapat meningkatkan risiko cyberbullying, penipuan, atau bahkan predator online.
-
Batas Usia: Menurut Terms of Service Discord, pengguna harus berusia minimal 13 tahun. Namun, verifikasi usia lemah (hanya memasukkan tanggal lahir), sehingga anak di bawah usia tersebut bisa saja mengaksesnya dengan mudah.
-
Kurangnya Kontrol Orang Tua Bawaan: Discord tidak memiliki fitur kontrol orang tua yang kuat. Meskipun ada “Family Center” untuk memantau aktivitas anak, itu bergantung pada kerja sama anak untuk mengaktifkannya.
-
Pengaturan Privasi: Ajak anak untuk mengatur opsi “Safe Direct Messaging” ke “Keep Me Safe” agar pesan dengan konten eksplisit difilter. Batasi siapa yang bisa mengirim pesan atau permintaan pertemanan (misalnya, hanya teman atau anggota server tertentu).
-
Server Pribadi: Dorong anak untuk hanya bergabung dengan server pribadi yang berisi orang-orang yang mereka kenal di dunia nyata, seperti teman sekolah.
-
Pemantauan Orang Tua: Gunakan aplikasi pihak ketiga seperti Qustodio atau AirDroid Parental Control untuk memantau aktivitas anak di Discord dan membatasi waktu penggunaan.
-
Education: Ajarkan anak tentang keamanan online, seperti tidak membagikan informasi pribadi dan melaporkan perilaku mencurigakan kepada Anda.
-
Diskusi Terbuka: Tanyakan kepada anak mengapa mereka ingin menggunakan Discord dan apa yang mereka lakukan di sana, sehingga Anda bisa menilai apakah itu sesuai untuk mereka.
Discord itu aplikasi chat dan voice call yang awalnya dibuat buat komunitas gamer, tapi sekarang dipakai banyak orang dari berbagai kalangan. Anak bisa bergabung ke server tertentu buat ngobrol, main game bareng, atau diskusi topik yang mereka suka. Tapi, karena ini platform terbuka, isinya bisa campur aduk—ada yang positif, ada yang enggak. Cocok buat anak 13 tahun ke atas, sesuai aturan Discord sendiri. Tapi, orang tua tetap harus awasi karena banyak server dewasa dan obrolan yang kurang pantas. Pesan positifnya, anak bisa belajar kerja sama, komunikasi, dan berteman dengan orang dari latar belakang berbeda. Banyak server yang mendidik, kayak diskusi coding atau seni. Yang perlu diwaspadai: akses ke server dewasa, konten kekerasan verbal, bahasa kasar, dan potensi cyberbullying. Ada juga fitur voice call yang bisa disalahgunakan. Sayangnya, kontrol orang tua di aplikasi ini masih terbatas. Kesimpulannya, Discord bisa jadi alat yang bagus kalau diawasi ketat. Tapi kalau anak di bawah 13 tahun atau belum cukup dewasa, sebaiknya tunda dulu.







