Pemerintah Metropolitan Seoul tengah menaruh harapan besar pada para sutradara berstatus mahasiswa untuk mengamankan masa depan ekspor budaya mereka. Dalam sebuah langkah berani, otoritas kota mengubah fasilitas Seoul Film Center yang baru saja dibuka menjadi sebuah base camp permanen yang disubsidi penuh oleh pemerintah. Fasilitas ini tidak hanya menawarkan ruang kerja gratis, melainkan juga dilengkapi dengan berbagai alat pelatihan berbasis kecerdasan buatan (AI) guna mendukung kemajuan dan mengawali inisiatif besar dalam melembagakan sektor film independen di kalangan generasi pembuat film masa depan.
Sebagai langkah awal dari strategi ambisius ini, kota Seoul dijadwalkan akan menggelar acara Film House Film Project (FHFP) 2026 Film Festival. Mengusung slogan “Beyond the Frame: Reconstructing Romance”, acara kolaboratif yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk menjembatani semangat para mahasiswa dengan realitas di pasar film komersial. Tidak tanggung-tanggung, festival ini berhasil menyatukan para pencipta muda dari 23 universitas ternama di seluruh negeri—termasuk Universitas Yonsei, Sogang, Ewha Womans, dan Dongguk—ke dalam satu jaringan kreatif yang solid dan saling terhubung.
Dukungan pemerintah kota tidak berhenti hanya pada gelaran festival akhir pekan tersebut. Lee Soo-yeon, Kepala Gugus Tugas Ekonomi Seoul, menegaskan bahwa Seoul Film Center akan terus beroperasi untuk menumbuhkan ekosistem yang berkelanjutan bagi para pembuat konten independen. Ke depannya, pusat film ini akan secara konsisten menyediakan pelatihan praktis produksi video yang digerakkan oleh AI secara gratis, menggelar kelas master bersama sutradara ternama, hingga menyulap ruang kerja bersama di lantai delapan mereka menjadi pusat inkubasi bebas biaya sewa khusus untuk klub-klub film mahasiswa.
Sources: The Korea Times